Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi Budi Setiabudiawan mengungkapkan bahwa prevalensi anak Indonesia yang mengalami alergi susu sapi (ASS) mencapai 0,5 hingga 7,5 persen.
“Data ini berasal dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tahun 2014. Menurut Organisasi Alergi Dunia (WAO) pada tahun 2013, jumlah anak-anak di dunia yang mengalami alergi susu sapi mencapai 1,9-4,9%,” ujar Budi dikutip dari Antara, Rabu (26/6).
Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran tersebut juga memaparkan data dari klinik anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta tahun 2012, yang menunjukkan bahwa 31% pasien anak mengalami alergi terhadap putih telur dan 23,8% lainnya terhadap susu sapi.
Baca juga : Kejadian Alergi Susu Sapi Berkurang Seiring Anak Bertambah Usia
“Data ini menunjukkan bahwa protein susu sapi merupakan penyebab alergi terbesar kedua setelah telur pada anak-anak di Asia,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa alergi susu sapi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein dalam susu sapi, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan anak jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Meskipun lebih banyak kasus terjadi pada anak-anak, tidak menutup kemungkinan bahwa orang dewasa juga bisa mengalami alergi tersebut.
Baca juga : Anak Alergi Susu Sapi Jangan Malah Diberi Susu Kambing, Ini Solusinya
Menurut Budi, alergi ini perlu diwaspadai karena kejadiannya terus meningkat dan gejalanya dapat merugikan tumbuh kembang anak.
Beberapa gejala yang sering dialami anak-anak antara lain ruam, rasa gatal, dan sesak napas. Gejala yang paling sering dikhawatirkan oleh orang tua adalah kolik pada anak.
“Kasus anafilaksis memang ditemukan, namun tergolong jarang. Dari banyak kasus yang ditemukan, gejala yang paling umum adalah diare, dengan 53% anak mengalami diare sebagai gejala utama alergi susu sapi,” tambahnya.
Budi meminta orang tua untuk cermat dalam mengenali gejala-gejala tersebut dan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
“Tata laksana penting yang harus dilakukan oleh orang tua meliputi menghilangkan susu sapi dari diet anak, mencari sumber nutrisi alternatif yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral yang dibutuhkan dalam fase pertumbuhan anak. Langkah lainnya termasuk membaca label makanan dengan cermat dan memantau pertumbuhan anak secara rutin,” pungkasnya. (Z-10)
Rajin minum susu sejak kecil penting untuk kesehatan tulang. Susu sapi kaya akan kalsium dan vitamin D, dua nutrisi utama untuk menjaga kepadatan tulang.
Susu bukan hanya baik untuk tulang. Simak enam manfaat penting konsumsi susu bagi tubuh di artikel ini.
Bayi di bawah 12 bulan tidak disarankan minum susu sapi. Ketahui usia yang tepat, manfaat, dan jenis susu sapi terbaik untuk anak setelah 1 tahun.
Susu sapi mengandung berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti protein, lemak, kalsium, vitamin D, dan berbagai mineral lainnya.
Meski memiliki banyak manfaat dan rasa yang lezat, susu sapi mentah ternyata menyimpan potensi risiko kesehatan yang besar.
Alergi susu sapi, yang merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap protein dalam susu sapi, ternyata dapat dipengaruhi oleh faktor genetik.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved