Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak dan konsultan Gastrohepatologi Frieda Handayani, menyoroti pentingnya penanganan IBS atau sindrom iritasi usus besar pada anak serta strategi untuk mengurangi gejalanya.
Menurutnya, Irritable Bowel Syndrome (IBS) adalah kondisi yang sering terjadi pada anak-anak dan dapat memiliki dampak yang signifikan pada kualitas hidup mereka. IBS ditandai oleh gangguan fungsi saluran pencernaan yang menyebabkan gejala seperti perut kembung, diare, atau sembelit.
"Irritable Bowel Syndrome (IBS) seringkali mengganggu anak-anak dan dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup mereka. Gejala IBS meliputi perut kembung, diare, atau sembelit, yang disebabkan oleh gangguan fungsi saluran pencernaan," kata dia dalam konferensi media Bebelac Digestive Week di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.
Baca juga : Apakah Sindrom IBS pada Anak? Kenali Cara Meredakannya
Anak-anak lebih rentan terkena IBS karena sejumlah faktor, termasuk pola makan yang tidak sehat, stres, ketidakseimbangan mikrobiota usus, dan riwayat medis keluarga. Faktor-faktor ini memengaruhi kesehatan saluran pencernaan anak dan meningkatkan risiko IBS.
Sementara itu,penelitian dari Universitas Indonesia, dijelaskan bahwa dari 154 subjek yang diteliti, 13 anak didiagnosis menderita IBS. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara usia anak, latar belakang pendidikan orang tua, atau kelas di sekolah dengan kemungkinan memiliki IBS. Peneliti menggunakan beberapa metode statistik untuk menganalisis data. Terdapat tiga jenis diagnosis umum untuk pasien IBS, yaitu:
Proses diagnosis IBS melibatkan pemeriksaan teliti, antara lain:
Baca juga : Cegah Diare pada Anak dengan Menjaga Kebersihan Selama Musim Hujan
- Kolonoskopi: Pemeriksaan menyeluruh permukaan usus besar menggunakan kamera yang dimasukkan melalui anus.
- Sigmoidoskopi: Prosedur serupa dengan kolonoskopi, tetapi fokus pada area sigmoid di usus besar.
- CT Scan atau foto rontgen: Dilakukan untuk mencari penyebab lain IBS dengan menggunakan cairan kontras barium.
IBS bisa diatasi, namun pengobatan harus disesuaikan dengan kebutuhan individu. Beberapa saran pengobatan meliputi:
- Berhenti merokok.
- Rutin berolahraga.
- Minum air putih cukup.
- Batasi konsumsi kafein.
- Tingkatkan asupan makanan berserat.
- Perbaiki kualitas tidur.
Baca juga : Ini Tips Mengatasi Anak Diare di Rumah
Selain itu, terdapat pengobatan medis, seperti:
- Antidiare.
- Antidepresan.
- Antispasmodik.
- Suplemen serat.
- Obat pencahar.
Frieda juga mengeaskan, "Orang tua harus lebih memperhatikan pola makan anak-anak dan berikan buah-buahan yang tinggi serat seperti apel, pir, dan buah beri, karena ini sangat membantu keseimbangan pencernaan dan mencegah IBS,"pungkasnya.
Dengan demikian, menjaga pola makan sehat pada anak sangatlah membantu dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mencegah masalah pencernaan seperti IBS. (Z-10)
Peneliti temukan alasan medis mengapa perempuan lebih rentan terkena Irritable Bowel Syndrome (IBS) dibanding pria. Ternyata ada peran hormon estrogen dan saraf usus.
Kondisi Irritable Bowel Syndrome menyebabkan perubahan pola buang air besar yang tidak teratur, disertai kram perut, kembung, diare, atau konstipasi.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved