Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi lulusan Universitas Indonesia Frieda Handayani menjelaskan tentang IBS atau sindrom iritasi usus besar pada anak serta cara meredakannya untuk mengembalikan kesehatan saluran pencernaan anak.
"IBS dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah ketidakseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat di saluran pencernaan," kata Frieda dseperti dikutip dari Antara, Jumat (24/5).
"Selain itu, kekurangan serat, seperti kurangnya konsumsi buah dan sayur, juga dapat menyebabkan IBS," tambah dia.
Baca juga : Lingkungan yang Mendukung Kunci Penanggulangan Obesitas Anak
IBS atau Irritable Bowel Syndrome adalah gangguan pencernaan yang mengakibatkan sakit perut, diare, sembelit, dan perut kembung. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak.
Anak yang menderita IBS biasanya menunjukkan beberapa gejala karena usus besar mereka lebih sensitif dari biasanya. Gejala tersebut antara lain sering mengalami sakit perut, perut kembung, diare, dan mual.
Karena itu, orang tua perlu memeriksakan anak mereka jika menunjukkan gejala IBS dan kondisinya semakin parah. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu sebelum menentukan langkah perawatan yang tepat untuk anak.
Baca juga : Pastikan Pencernaan Anak Anda Sehat Agar Tumbuh Kembangnya Optimal
"Langkah pertama adalah melakukan pemeriksaan ke dokter, mulai dari tes darah, USG, hingga endoskopi jika diperlukan," kata Frieda, yang berpraktik di Rumah Sakit Premier Jatinegara.
Meskipun IBS tidak dapat disembuhkan, gejalanya bisa dikelola sehingga anak dapat beraktivitas normal kembali.
Gejala IBS dapat diredakan dengan pemberian probiotik (berdasarkan anjuran dokter). Probiotik bekerja dengan cara mirip dengan mikroorganisme dalam saluran cerna, membantu sistem pencernaan dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Selain itu, IBS dapat diredakan dengan obat khusus (sesuai rekomendasi dokter), serta manajemen stres pada anak melalui aktivitas yang menyenangkan dan menenangkan.
"IBS dapat terkait dengan kondisi emosional," tutup Frieda. (Z-10)
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Sekitar 85,1% responden mengaitkan stres dengan kesulitan dalam kesehatan usus, sementara kebiasaan makan yang tidak teratur juga turut memperburuk kondisi.
Variasi makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan sistem pencernaan dan kondisi tubuh anak secara menyeluruh.
Serat bukan sekadar pelengkap pola makan, melainkan komponen vital dalam menjaga kesehatan pencernaan, mengendalikan kolesterol, hingga mendukung ekosistem bakteri baik di dalam tubuh.
Fenomena “kupu-kupu” di perut saat gugup ternyata berkaitan erat dengan sumbu otak-usus. Begini penjelasan ilmiah para ahli.
Kebiasaan jalan kaki setelah makan sering diremehkan, padahal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental.
Mengonsumsi apel secara rutin, terutama tanpa mengupas kulitnya, terbukti mendukung kesehatan jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved