Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Presiden Lee Jae-myung Sesalkan Insiden Drone Sipil ke Korea Utara

Thalatie K Yani
06/4/2026 09:31
Presiden Lee Jae-myung Sesalkan Insiden Drone Sipil ke Korea Utara
Presiden Korsel Lee Jae-myung menyebut aksi drone ilegal ke Korea Utara sebagai tindakan ceroboh yang memicu ketegangan militer tak perlu.(AFP)

PRESIDEN Korea Selatan, Lee Jae-myung, secara resmi menyatakan penyesalannya atas insiden penerbangan drone ilegal oleh individu ke wilayah Korea Utara. Langkah ini diambil guna meredam ketegangan militer yang dinilai tidak perlu di Semenanjung Korea.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Lee dalam rapat kabinet, Senin (6/4), menyusul langkah jaksa yang mendakwa tiga orang pekan lalu. Ketiganya dituduh menerbangkan drone ke Korea Utara dalam rentang waktu antara September hingga Januari.

Para terdakwa dilaporkan memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari seorang mahasiswa pascasarjana berusia 30-an, seorang pegawai Badan Intelijen Nasional (NIS), hingga seorang perwira militer.

"Meskipun ini bukan tindakan yang dilakukan oleh pemerintah kami, saya menyatakan penyesalan kepada pihak Korea Utara atas ketegangan militer yang tidak perlu akibat perilaku ceroboh tersebut," ujar Presiden Lee.

Teguran Keras terhadap Aksi Provokatif

Meski sebelumnya telah berulang kali mengkritik infiltrasi drone, ini merupakan pertama kalinya Presiden Lee menyatakan penyesalan secara langsung kepada pihak Pyongyang. Ia menegaskan bahwa warga sipil dilarang keras melakukan tindakan pribadi tanpa izin yang dapat memprovokasi Korea Utara.

"Sangat disesalkan bahwa individu-individu melakukan tindakan provokatif seperti itu ke Korea Utara atas kemauan mereka sendiri," katanya, seraya menyebut aksi tersebut sebagai tindakan yang "tidak dapat diterima."

Presiden Lee menekankan bahwa tindakan yang berkaitan dengan strategi nasional harus ditangani dengan kehati-hatian tingkat tinggi. Ia juga menyoroti kecemasan mendalam yang dirasakan oleh warga yang tinggal di daerah perbatasan akibat insiden ini.

"Kita perlu mempertimbangkan dengan cermat untuk kepentingan siapa tindakan tersebut sebenarnya dilakukan," tambahnya, sembari mendesak kementerian terkait untuk segera merevisi regulasi dan mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Komitmen Perdamaian di Tengah Gejolak Global

Di tengah lanskap global yang berubah cepat, Lee menekankan pentingnya peran tanggung jawab Seoul dalam menjaga stabilitas kawasan. Ia mengajak semua pihak untuk mengamati perubahan tatanan internasional yang menuntut tindakan lebih bertanggung jawab guna memastikan perdamaian di Semenanjung Korea.

Sejak menjabat pada Juni 2025, Presiden Lee Jae-myung terus berupaya mengulurkan tangan untuk melanjutkan dialog dengan Pyongyang. Namun, upaya tersebut sejauh ini ditolak oleh Korea Utara. Bahkan dalam pidato parlemen bulan lalu, Pyongyang secara resmi menjuluki Korea Selatan sebagai "negara paling bermusuhan." (Yonhap/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya