Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Presiden Korsel Lee Jae-myung Tawari Korea Utara Kompensasi Jika Stop Program Nuklir

Thalatie K Yani
07/1/2026 12:14
Presiden Korsel Lee Jae-myung Tawari Korea Utara Kompensasi Jika Stop Program Nuklir
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.(Yonhap)

PRESIDEN Korea Selatan, Lee Jae-myung, mengajukan usulan strategis untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea. Pada Rabu (7/1/2026), Lee mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan berupa "kompensasi atau bentuk pengembalian tertentu" bagi Pyongyang.

Pernyataan tersebut disampaikan Lee kepada wartawan di Shanghai, Tiongkok, setelah menyelesaikan serangkaian pertemuan tingkat tinggi dengan para pejabat senior Tiongkok.

Langkah Bertahap Menuju Denuklirisasi

Lee menekankan penghentian aktivitas nuklir pada level saat ini sudah merupakan sebuah kemajuan yang signifikan bagi keamanan regional.

"Hanya dengan berhenti pada tingkat saat ini, tidak ada produksi senjata nuklir tambahan, tidak ada transfer bahan nuklir ke luar negeri, dan tidak ada pengembangan ICBM lebih lanjut, sudah merupakan sebuah keuntungan," ujar Lee.

Ia menambahkan jika tahap pembekuan tersebut berhasil dicapai, maka langkah selanjutnya adalah pengurangan senjata secara bertahap.

"Jika tahapan tersebut tercapai, maka dalam jangka menengah kita dapat beralih menuju pengurangan bertahap. Dan dalam jangka panjang, kita tidak boleh menyerah pada tujuan Semenanjung Korea yang bebas nuklir," tambahnya.

Meminta Peran Mediasi Tiongkok

Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Lee juga mengungkapkan telah meminta secara khusus kepada Beijing untuk mengambil peran sebagai mediator. Peran ini diharapkan mencakup penyelesaian isu senjata nuklir Korea Utara dan stabilitas kawasan secara umum.

Permintaan ini disampaikan langsung kepada Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dalam pertemuan puncak yang berlangsung awal pekan ini. Menurut penuturan Lee saat acara makan siang bersama awak media, Presiden Xi Jinping menanggapi isu Korea Utara tersebut dengan menekankan pentingnya memiliki sikap "sabar".

Kunjungan Lee Jae-myung ke Tiongkok ini menjadi sorotan internasional sebagai upaya diplomasi terbaru Korea Selatan untuk memecah kebuntuan komunikasi dengan Pyongyang melalui dukungan kekuatan regional Beijing. (AFP/Yonhap/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya