Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Korea Selatan, Lee Jae-myung, mengajukan usulan strategis untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea. Pada Rabu (7/1/2026), Lee mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan berupa "kompensasi atau bentuk pengembalian tertentu" bagi Pyongyang.
Pernyataan tersebut disampaikan Lee kepada wartawan di Shanghai, Tiongkok, setelah menyelesaikan serangkaian pertemuan tingkat tinggi dengan para pejabat senior Tiongkok.
Lee menekankan penghentian aktivitas nuklir pada level saat ini sudah merupakan sebuah kemajuan yang signifikan bagi keamanan regional.
"Hanya dengan berhenti pada tingkat saat ini, tidak ada produksi senjata nuklir tambahan, tidak ada transfer bahan nuklir ke luar negeri, dan tidak ada pengembangan ICBM lebih lanjut, sudah merupakan sebuah keuntungan," ujar Lee.
Ia menambahkan jika tahap pembekuan tersebut berhasil dicapai, maka langkah selanjutnya adalah pengurangan senjata secara bertahap.
"Jika tahapan tersebut tercapai, maka dalam jangka menengah kita dapat beralih menuju pengurangan bertahap. Dan dalam jangka panjang, kita tidak boleh menyerah pada tujuan Semenanjung Korea yang bebas nuklir," tambahnya.
Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Lee juga mengungkapkan telah meminta secara khusus kepada Beijing untuk mengambil peran sebagai mediator. Peran ini diharapkan mencakup penyelesaian isu senjata nuklir Korea Utara dan stabilitas kawasan secara umum.
Permintaan ini disampaikan langsung kepada Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dalam pertemuan puncak yang berlangsung awal pekan ini. Menurut penuturan Lee saat acara makan siang bersama awak media, Presiden Xi Jinping menanggapi isu Korea Utara tersebut dengan menekankan pentingnya memiliki sikap "sabar".
Kunjungan Lee Jae-myung ke Tiongkok ini menjadi sorotan internasional sebagai upaya diplomasi terbaru Korea Selatan untuk memecah kebuntuan komunikasi dengan Pyongyang melalui dukungan kekuatan regional Beijing. (AFP/Yonhap/Z-2)
Korea Utara sukses uji coba sistem peluncur roket kaliber besar dengan teknologi pemandu presisi. Kim Jong Un sebut ini pencegah perang nuklir.
Pemimpin Korut Kim Jong-un memecat Wakil Perdana Menteri Yang Sung-ho secara langsung karena dinilai tidak bertanggung jawab dalam proyek modernisasi pabrik mesin.
Kim Jong-un pantau uji rudal hipersonik 1.000km di Laut Timur. Aksi ini respons atas krisis global & penguatan nuklir Pyongyang hadapi ancaman AS serta sekutu.
Korea Utara menyebut tindakan Washington tersebut sebagai bentuk pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan bukti nyata dari kebijakan hegemoni yang biadab.
Kim Jong-un meninjau industri pertahanan Korea Utara dan memerintahkan perluasan produksi rudal serta peluru kendali menjelang Kongres Partai tahun depan.
Amerika Serikat dan Rusia sepakat memulihkan komunikasi militer tingkat tinggi guna mencegah eskalasi nuklir. Simak detail kesepakatan di Abu Dhabi ini.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa Program FIRST bukan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved