Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Minyak Tembus US$108 per Barel usai Pidato Trump

 Gana Buana
02/4/2026 20:08
Minyak Tembus US$108 per Barel usai Pidato Trump
Harga minyak dunia melonjak hingga Rp1,67 juta per barel sementara pasar saham global melemah usai pidato Trump.(Dok. CNN)

HARGA minyak dunia melonjak tajam sementara pasar saham global tertekan setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu kekhawatiran baru atas eskalasi perang yang sedang berlangsung.

Kenaikan harga minyak terjadi seiring memudarnya harapan investor terhadap kemungkinan berakhirnya konflik dalam waktu dekat. Pernyataan Trump dinilai tidak memberikan kepastian mengenai arah penyelesaian perang, sehingga mendorong pasar bereaksi negatif.

Minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, naik 6,6% pada awal perdagangan hingga mendekati US$108 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak Amerika Serikat, menguat 6,3% ke level hampir US$106,4 per barel.

Di saat yang sama, pasar saham justru bergerak turun setelah sebelumnya sempat mencatat penguatan pada awal pekan. Di Asia, indeks Kospi Korea Selatan memimpin pelemahan dengan ditutup anjlok 4,5%. Tekanan juga terlihat di Eropa, di mana mayoritas indeks utama berada di zona merah. Kontrak berjangka saham Amerika Serikat turut mengindikasikan pembukaan pasar yang lebih rendah.

Analis Deutsche Bank dalam catatannya menyebut sentimen pasar “memburuk dalam semalam” setelah pidato Trump tidak memberikan kejelasan mengenai kemungkinan jadwal maupun syarat untuk mengakhiri permusuhan terhadap Iran.

Menurut mereka, tidak ada sinyal bahwa Amerika Serikat sedang mencari jalan keluar cepat dari konflik tersebut. Ketiadaan kepastian itu memperkuat kekhawatiran investor terhadap potensi konflik yang lebih panjang dan dampaknya terhadap stabilitas pasar global.

Lonjakan harga minyak dan penurunan pasar saham menunjukkan bahwa investor kini semakin waspada terhadap risiko geopolitik yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi dan memicu volatilitas lebih besar di pasar keuangan internasional. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya