Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Iran Balas Dendam! Serangan Kilat Hantam Israel Pasca Tewasnya Ali Larijani

Thalatie K Yani
18/3/2026 10:01
Iran Balas Dendam! Serangan Kilat Hantam Israel Pasca Tewasnya Ali Larijani
Iran meluncurkan serangan balasan besar-besaran ke Israel sebagai respons atas tewasnya Ali Larijani. IRGC janjikan serangan yang lebih menghancurkan.(Anadolu)

ESKALASI di Timur Tengah mencapai titik didih setelah Iran secara resmi melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Israel. Langkah ini diambil sebagai bentuk balas dendam atas terbunuhnya penasihat keamanan nasional tertinggi Iran, Ali Larijani.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi mereka telah memulai serangan "intens" terhadap wilayah Israel sebagai tindakan retribusi. Pengumuman ini menyusul pernyataan keras dari para petinggi militer Iran yang bersumpah akan memberikan konsekuensi berat bagi para pelaku pembunuhan tersebut.

Janji Serangan Kilat

Sebelum serangan dimulai, Sardar Mousavi, Komandan Pasukan Dirgantara IRGC, telah memberikan sinyal kuat mengenai operasi militer ini melalui media pemerintah Iran.

"Malam ini, langit musuh akan menjadi lebih spektakuler bagi kalian," ujar Mousavi saat mengumumkan rencana serangan cepat tersebut.

Senada dengan Mousavi, Panglima Angkatan Darat Iran, Mayjen Amir Hatami, menegaskan Teheran tidak akan tinggal diam atas hilangnya salah satu tokoh penting mereka. Mengutip kantor berita Tasnim, Hatami menyatakan bahwa respons Iran akan bersifat "menentukan dan disesalkan" bagi pihak lawan.

"Darah martir yang mulia ini dan martir-martir terhormat lainnya akan dibalaskan," tegas Hatami.

Peringatan untuk Amerika Serikat

Ketegangan ini tidak hanya menyasar Israel. Mayjen Ali Abdollahi, Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, melayangkan peringatan keras yang ditujukan langsung kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia mengklaim bahwa angkatan bersenjata Iran telah menyiapkan kejutan yang melampaui imajinasi musuh.

"Presiden AS Donald Trump harus menunggu kejutan dari kami. Respons angkatan bersenjata akan lebih menghancurkan daripada tindakan dan imajinasi musuh, dan jalur ini akan terus berlanjut hingga dia menyerah," kata Abdollahi.

Sementara itu, penasihat senior Iran, Ali Akbar Velayati, menyebut tindakan ini sebagai upaya Iran untuk memberikan "pukulan kuat terhadap wajah buruk kesombongan global," sebuah istilah yang merujuk pada aliansi Amerika Serikat dan Israel.

Hingga saat ini, situasi di kawasan masih sangat tegang. Belum ada laporan resmi mengenai skala kerusakan atau korban jiwa akibat serangan intens tersebut, namun Iran menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari komitmen mereka untuk mempertahankan kedaulatan dan kehormatan nasionalnya. (CNN/BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik