Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Kematian Ali Larijani Diperkirakan Ubah Arah Politik Iran

Ferdian Ananda Majni
18/3/2026 11:32
Kematian Ali Larijani Diperkirakan Ubah Arah Politik Iran
Ilustrasi(Dok Freepik)

POLITIKUS senior Iran, Ali Larijani, dilaporkan tewas akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Selasa (17/3). 

Kematian pejabat kunci keamanan nasional itu dinilai sebagai pukulan besar bagi Iran karena perannya yang sangat strategis dalam struktur kekuasaan di tengah konflik.

Larijani menjadi korban saat serangan terjadi ketika ia sedang mengunjungi putrinya di kawasan timur Teheran. 

Saat ini, ia menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, posisi penting yang menempatkannya di pusat pengambilan keputusan strategis negara.

Setelah wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada awal konflik, Larijani muncul sebagai salah satu figur paling dominan dalam struktur kekuasaan baru. Ia berperan penting dalam dewan transisi yang mengelola pemerintahan di tengah krisis terbesar sejak Revolusi Iran 1979.

Larijani dikenal luas sebagai tokoh kunci di balik berbagai kebijakan strategis Iran, mulai dari program nuklir hingga hubungan regional dengan negara-negara besar seperti Rusia dan Tiongkok serta kawasan Teluk. 

Ia juga menjadi salah satu wajah utama dalam merespons serangan Amerika Serikat dan Israel, termasuk melalui pernyataan-pernyataan keras yang menegaskan sikap perlawanan Iran.

Tokoh Berpengaruh

Dilansir Euronews, Rabu (18/3), Larijani disebut sebagai figur yang dipercaya mewakili kepentingan pemimpin tertinggi dalam mengelola hubungan luar negeri Iran. Kepercayaan tersebut menunjukkan kedudukannya yang sangat tinggi di lingkar kekuasaan.

Ia juga berperan dalam membangun dan menjaga hubungan Iran dengan kekuatan global seperti Rusia dan Tiongkok serta negara-negara di Timur Tengah. Meski dikenal sebagai tokoh pragmatis, Larijani memiliki posisi unik karena mampu menjembatani pendekatan diplomasi dengan kebijakan garis keras.

Dalam kariernya, ia terlibat langsung dalam negosiasi nuklir dengan Barat, termasuk kesepakatan nuklir 2015 atau JCPOA. Pada saat yang sama, ia tetap menjadi bagian dari elite yang mempertahankan sistem teokrasi Iran.

Dalam perkembangan terakhir sebelum kematiannya, sikap Larijani disebut semakin tegas, termasuk ancaman terhadap Amerika Serikat dan Israel serta penolakan terhadap kemungkinan perundingan baru.

Kennedys dari Iran

Larijani berasal dari keluarga ulama berpengaruh yang kerap dijuluki sebagai Kennedys of Iran. Jaringan keluarganya menempati berbagai posisi penting di pemerintahan, mulai dari lembaga yudikatif hingga dewan ulama, yang memperkuat pengaruh politiknya selama puluhan tahun.

Kedekatannya dengan lingkar dalam kepemimpinan tertinggi, termasuk figur yang disebut-sebut sebagai penerus kekuasaan, semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu elite paling berpengaruh di negara tersebut.

Dengan pengaruh besar yang dimilikinya, Larijani dianggap sebagai target bernilai tinggi dalam konflik dengan Israel. Perannya sebagai figur sentral dalam kebijakan keamanan dan militer membuatnya menjadi sasaran strategis dalam upaya melemahkan struktur kekuasaan Iran.

Selain itu, sikap kerasnya terhadap Amerika Serikat dan Israel menempatkannya di garis depan ketegangan geopolitik yang terus meningkat. 

Kematian Larijani diperkirakan tidak hanya mengguncang struktur politik Iran, tetapi juga berpotensi memengaruhi arah kebijakan keamanan dan diplomasi negara tersebut di masa mendatang. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik