Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Menlu Iran Pastikan Ayatullah Mojtaba Khamenei Sehat, IRGC Bersumpah Kejar Netanyahu

Haufan Hasyim Salengke
15/3/2026 17:38
Menlu Iran Pastikan Ayatullah Mojtaba Khamenei Sehat, IRGC Bersumpah Kejar Netanyahu
Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatullah Mojtaba Khamenei.(File)

PEMERINTAH Iran menegaskan bahwa transisi kepemimpinan di negara tersebut berjalan stabil di tengah meningkatnya ketegangan regional. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan jaminan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatullah Mojtaba Khamenei, berada dalam kondisi kesehatan yang baik dan memegang kendali penuh atas urusan negara.

Pernyataan ini muncul untuk meredam spekulasi global mengenai stabilitas internal Iran pascapergantian kepemimpinan dan klaim Amerika Serikat bahwa Mojtaba Khamenei telah terluka terkena serangan 'Paman Sam'. "Pemimpin Tertinggi berada dalam kesehatan yang baik dan secara aktif menjalankan tugas-tugas kenegaraan," ungkap Araghci dalam wawancara dengan Al Araby Al Jadeed sebagaimana dilansir TASS, Minggu (15/3).

Namun, di saat yang sama, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) justru mengeluarkan pernyataan keras yang meningkatkan tensi konflik. IRGC bersumpah untuk terus mengejar Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, seiring dengan merebaknya spekulasi mengenai keberadaan pemimpin Israel tersebut.

Dalam pernyataannya terbaru, IRGC menyoroti ketidakpastian nasib Netanyahu sebagai tanda krisis di internal Israel. "Nasib perdana menteri kriminal Zionis yang tidak diketahui, serta kemungkinan kematian atau pelariannya bersama keluarga dari wilayah pendudukan, menunjukkan situasi Zionis yang kian goyah," tegas pernyataan resmi IRGC.

Ketegangan ini merupakan buntut dari rangkaian konfrontasi militer yang kian terbuka antara kedua pihak dalam beberapa pekan terakhir. Iran mengisyaratkan bahwa operasi militer dan intelijen mereka tidak akan berhenti sebelum target-target strategis mereka tercapai.

Situasi di kawasan kini berada dalam pengawasan ketat komunitas internasional, mengingat setiap pergeseran kekuasaan atau serangan terhadap pemimpin negara dapat memicu eskalasi perang yang lebih luas di wilayah Teluk. (Fars News Agency/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya