Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
REPUBLIK Islam Iran memasuki era baru setelah Mojtaba Khamenei resmi terpilih menjadi Pemimpin Tertinggi (Rahbar) menggantikan mendiang ayahnya, Ayatullah Ali Khamenei. Pengangkatan ini mengakhiri spekulasi bertahun-tahun mengenai siapa yang akan memegang komando tertinggi di salah satu negara paling berpengaruh di Timur Tengah tersebut.
Mojtaba Khamenei lahir pada tahun 1969 di Mashhad, sebuah kota suci di timur laut Iran. Sebagai putra kedua Ali Khamenei, ia dibesarkan dalam lingkungan yang sangat politis dan religius. Sejak usia muda, Mojtaba telah dipersiapkan untuk memahami seluk-beluk kekuasaan di Iran.
Ia menempuh pendidikan teologi di seminari Qom, belajar di bawah bimbingan ulama-ulama besar seperti Ayatollah Mesbah Yazdi. Selain latar belakang agama yang kuat, Mojtaba juga memiliki catatan militer. Ia dilaporkan ikut serta dalam tahap akhir Perang Iran-Irak (1980-1988), sebuah pengalaman yang sangat dihargai dalam struktur kekuasaan Iran saat ini.
Berbeda dengan tokoh politik lain yang sering muncul di media, Mojtaba dikenal sebagai sosok misterius yang jarang tampil di publik. Namun, jangan salah sangka; pengaruhnya sangat menentukan.
Selama bertahun-tahun, ia mengelola kantor Pemimpin Tertinggi (Beit Rahbari), yang berfungsi sebagai pusat saraf politik Iran.
Salah satu pilar kekuatan utama Mojtaba adalah aliansinya dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Hubungan erat ini menjadikannya sosok yang disegani oleh faksi militer dan intelijen.
Ia dianggap sebagai jembatan antara otoritas keagamaan di Qom dan kekuatan senjata di Teheran.
Nama Mojtaba Khamenei pertama kali mencuat secara internasional pada Pemilu Presiden 2009. Saat itu, tokoh oposisi menuduhnya terlibat langsung dalam menekan protes massal yang dikenal sebagai Gerakan Hijau.
Sejak saat itu, ia sering dipandang sebagai sosok garis keras yang tidak kenal kompromi terhadap pembangkangan politik.
Kini, pengangkatannya memicu perdebatan mengenai masa depan sistem Republik Islam. Para kritikus berpendapat bahwa suksesi dari ayah ke anak menyerupai sistem monarki yang justru digulingkan oleh revolusi 1979.
Namun, bagi para pendukungnya, Mojtaba adalah simbol stabilitas dan kesinambungan ideologis yang dibutuhkan Iran untuk menghadapi tekanan sanksi Barat.
Tidak. Pemimpin Tertinggi Iran dipilih oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts), sebuah lembaga yang terdiri dari 88 ulama senior yang bertugas memantau dan memilih Rahbar.
Tantangan utamanya adalah memulihkan kondisi ekonomi Iran yang terpuruk akibat sanksi internasional, serta meredam gejolak sosial di dalam negeri yang menuntut reformasi gaya hidup dan kebebasan sipil.
Berdasarkan rekam jejaknya, Mojtaba diperkirakan akan mempertahankan garis keras ayahnya, yakni menolak negosiasi yang merugikan kedaulatan Iran dan tetap memperkuat pengaruh regional Iran di Timur Tengah. (Z-10)
Mohsen Rezaei, penasihat militer Mojtaba Khamenei, menegaskan Iran tidak akan berhenti berperang sebelum AS memberikan jaminan internasional dan mencabut sanksi.
Teka-teki absennya Mojtaba Khamenei pada salat Idulfitri 2026 memicu spekulasi global. Simak analisis kondisi sang Rahbar dan dampaknya bagi stabilitas Iran.
UMAT Muslim di Iran tetap melaksanakan salat Idulfitri pada Sabtu (21/3) waktu setempat meski situasi keamanan memburuk akibat perang melawan Amerika Serikat dan Israel yang terus berkecamuk.
Mojtaba Khamenei menyebutnya sebagai individu yang cerdas dan berdedikasi serta tokoh terkemuka dalam kancah politik Iran.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Tewasnya Ali Larijani dalam serangan udara Israel memperdalam krisis kepemimpinan di Iran. Simak dampaknya terhadap nasib perang dan gejolak domestik Teheran.
Menlu Iran pastikan Pemimpin Tertinggi baru dalam kondisi sehat. Di sisi lain, IRGC bersumpah terus incar Benjamin Netanyahu di tengah ketidakpastian nasibnya.
PEMIMPIN tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei pertama kalinya menyampaikan pernyataan kepada publik sejak menjabat. Ia akan membalas serangan dan menutup Selat Hormuz
Konflik Timur Tengah eskalasi! AS dan Israel luncurkan serangan udara ke Iran saat Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi gantikan ayahnya.
Presiden Pezeshkian dan seluruh kekuatan militer Iran resmi bersumpah setia kepada Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, guna memperkuat persatuan melawan agresi.
DITUNJUKNYA Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menarik perhatian global tidak hanya karena implikasi geopolitiknya, tetapi terungkapnya jaringan kerajaan properti global
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved