Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Profil Mojtaba Khamenei: Pemimpin Tertinggi Baru Iran Pengganti Ali Khamenei

Suryani Wandari
09/3/2026 16:58
Profil Mojtaba Khamenei: Pemimpin Tertinggi Baru Iran Pengganti Ali Khamenei
Profil Mojtaba Khamenei.(Dok. BBC)

REPUBLIK Islam Iran memasuki era baru setelah Mojtaba Khamenei resmi terpilih menjadi Pemimpin Tertinggi (Rahbar) menggantikan mendiang ayahnya, Ayatullah Ali Khamenei. Pengangkatan ini mengakhiri spekulasi bertahun-tahun mengenai siapa yang akan memegang komando tertinggi di salah satu negara paling berpengaruh di Timur Tengah tersebut.

Profil Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei lahir pada tahun 1969 di Mashhad, sebuah kota suci di timur laut Iran. Sebagai putra kedua Ali Khamenei, ia dibesarkan dalam lingkungan yang sangat politis dan religius. Sejak usia muda, Mojtaba telah dipersiapkan untuk memahami seluk-beluk kekuasaan di Iran.

Ia menempuh pendidikan teologi di seminari Qom, belajar di bawah bimbingan ulama-ulama besar seperti Ayatollah Mesbah Yazdi. Selain latar belakang agama yang kuat, Mojtaba juga memiliki catatan militer. Ia dilaporkan ikut serta dalam tahap akhir Perang Iran-Irak (1980-1988), sebuah pengalaman yang sangat dihargai dalam struktur kekuasaan Iran saat ini.

Kekuasaan di Balik Layar dan Hubungan dengan IRGC

Berbeda dengan tokoh politik lain yang sering muncul di media, Mojtaba dikenal sebagai sosok misterius yang jarang tampil di publik. Namun, jangan salah sangka; pengaruhnya sangat menentukan.

Selama bertahun-tahun, ia mengelola kantor Pemimpin Tertinggi (Beit Rahbari), yang berfungsi sebagai pusat saraf politik Iran.

Salah satu pilar kekuatan utama Mojtaba adalah aliansinya dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Hubungan erat ini menjadikannya sosok yang disegani oleh faksi militer dan intelijen.

Ia dianggap sebagai jembatan antara otoritas keagamaan di Qom dan kekuatan senjata di Teheran.

Biodata Mojtaba Khamenei:

  • Usia: 56 Tahun (Lahir 1969).
  • Pendidikan: Seminari Teologi Qom.
  • Posisi Sebelumnya: Penasihat Senior di Kantor Pemimpin Tertinggi.
  • Afiliasi: Faksi Konservatif dan IRGC.

Kontroversi Pemilu 2009 dan Isu Dinasti

Nama Mojtaba Khamenei pertama kali mencuat secara internasional pada Pemilu Presiden 2009. Saat itu, tokoh oposisi menuduhnya terlibat langsung dalam menekan protes massal yang dikenal sebagai Gerakan Hijau.

Sejak saat itu, ia sering dipandang sebagai sosok garis keras yang tidak kenal kompromi terhadap pembangkangan politik.

Kini, pengangkatannya memicu perdebatan mengenai masa depan sistem Republik Islam. Para kritikus berpendapat bahwa suksesi dari ayah ke anak menyerupai sistem monarki yang justru digulingkan oleh revolusi 1979.

Namun, bagi para pendukungnya, Mojtaba adalah simbol stabilitas dan kesinambungan ideologis yang dibutuhkan Iran untuk menghadapi tekanan sanksi Barat.

Fakta Menarik tentang Mojtaba Khamenei

Apakah Mojtaba Khamenei dipilih melalui Pemilu?

Tidak. Pemimpin Tertinggi Iran dipilih oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts), sebuah lembaga yang terdiri dari 88 ulama senior yang bertugas memantau dan memilih Rahbar.

Apa tantangan terbesar Mojtaba Khamenei saat ini?

Tantangan utamanya adalah memulihkan kondisi ekonomi Iran yang terpuruk akibat sanksi internasional, serta meredam gejolak sosial di dalam negeri yang menuntut reformasi gaya hidup dan kebebasan sipil.

Bagaimana sikap Mojtaba terhadap Barat?

Berdasarkan rekam jejaknya, Mojtaba diperkirakan akan mempertahankan garis keras ayahnya, yakni menolak negosiasi yang merugikan kedaulatan Iran dan tetap memperkuat pengaruh regional Iran di Timur Tengah. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya