Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Pernyataan Kedubes: Terpilihnya Mojtaba Khamenei Bukti Iran tidak Tergantung Figur

Irvan Sihombing
09/3/2026 18:03
Pernyataan Kedubes: Terpilihnya Mojtaba Khamenei Bukti Iran tidak Tergantung Figur
Di tengah situasi eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan rezim Zionis, Iran mengumumkan penetapan Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran.(Anadolu)

KEDUTAAN Besar Republik Islam Iran di Jakarta memberikan pernyataan resmi terkait dinamika politik dan keamanan terbaru yang melanda negara tersebut. Di tengah situasi eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan rezim Zionis, Iran mengumumkan penetapan Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran.

"Pemilihan ini sekali lagi membuktikan bahwa Republik Islam Iran tidak bergantung pada satu individu, melainkan merupakan sebuah sistem yang berlandaskan supremasi hukum, suara rakyat, dan nilai-nilai Ilahi," demikian pertanyaan resmi yang dilansir, Senin (9/3/2026).

Pemilihan ini dilakukan oleh Majelis Khobregan Kepemimpinan (Dewan Pakar Kepemimpinan) setelah Ayatollah al-Udzma syahid Seyyed Ali Hosseini Khamenei gugur dalam serangan yang dilakukan oleh kubu Amerika Serikat dan Israel. Dalam proses demokrasi internal tersebut, Mojtaba Khamenei berhasil memperoleh dukungan lebih dari 85 persen suara dari para anggota dewan.

Pihak Kedutaan Besar Iran menekankan bahwa transisi kepemimpinan yang cepat dan konstitusional ini membawa pesan kuat kepada dunia internasional.  

"Meskipun telah kehilangan seorang pemimpin besar, sejumlah pejabat tinggi, dan komandan militer seniornya, sistem ini akan tetap melanjutkan jalannya dengan keteguhan dan kekuatan di bawah kepemimpinan baru yang layak," tulis pernyataan resmi tersebut.

Anggota Dewan Pakar Kepemimpinan sendiri merupakan tokoh-tokoh yang dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum nasional untuk masa jabatan delapan tahun. Berdasarkan Pasal 107 dan 108 Konstitusi Iran, mereka tetap melaksanakan tugas konstitusionalnya meski berada di bawah risiko dan ancaman serangan.

"Langkah cepat dewan ini dinilai menjadi penghibur bagi rakyat Iran yang tengah berduka sekaligus menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan," lanjut pernyataan itu.

Kelanjutan Operasi Pertahanan

Di bawah komando kepemimpinan Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, Iran langsung mengambil langkah tegas dalam menjaga kedaulatan wilayahnya. Pihak Kedutaan mengonfirmasi bahwa tahap ke-30 dari Operasi "Janji Setia 4" (Va'deh Sadegh_4) telah dilaksanakan terhadap wilayah-wilayah zionis sebagai bentuk pertahanan diri.

Iran menegaskan hak legalnya sesuai Pasal 51 Piagam PBB untuk mempertahankan integritas teritorial dari agresi yang telah menyebabkan jatuhnya korban sipil dan kerusakan infrastruktur vital. Sejak serangan dimulai pada 28 Februari 2026, dilaporkan lebih dari 1.300 warga sipil, termasuk anak-anak, telah menjadi syahid. (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya