Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
KEDUTAAN Besar Republik Islam Iran di Jakarta memberikan pernyataan resmi terkait dinamika politik dan keamanan terbaru yang melanda negara tersebut. Di tengah situasi eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan rezim Zionis, Iran mengumumkan penetapan Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran.
"Pemilihan ini sekali lagi membuktikan bahwa Republik Islam Iran tidak bergantung pada satu individu, melainkan merupakan sebuah sistem yang berlandaskan supremasi hukum, suara rakyat, dan nilai-nilai Ilahi," demikian pertanyaan resmi yang dilansir, Senin (9/3/2026).
Pemilihan ini dilakukan oleh Majelis Khobregan Kepemimpinan (Dewan Pakar Kepemimpinan) setelah Ayatollah al-Udzma syahid Seyyed Ali Hosseini Khamenei gugur dalam serangan yang dilakukan oleh kubu Amerika Serikat dan Israel. Dalam proses demokrasi internal tersebut, Mojtaba Khamenei berhasil memperoleh dukungan lebih dari 85 persen suara dari para anggota dewan.
Pihak Kedutaan Besar Iran menekankan bahwa transisi kepemimpinan yang cepat dan konstitusional ini membawa pesan kuat kepada dunia internasional.
"Meskipun telah kehilangan seorang pemimpin besar, sejumlah pejabat tinggi, dan komandan militer seniornya, sistem ini akan tetap melanjutkan jalannya dengan keteguhan dan kekuatan di bawah kepemimpinan baru yang layak," tulis pernyataan resmi tersebut.
Anggota Dewan Pakar Kepemimpinan sendiri merupakan tokoh-tokoh yang dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum nasional untuk masa jabatan delapan tahun. Berdasarkan Pasal 107 dan 108 Konstitusi Iran, mereka tetap melaksanakan tugas konstitusionalnya meski berada di bawah risiko dan ancaman serangan.
"Langkah cepat dewan ini dinilai menjadi penghibur bagi rakyat Iran yang tengah berduka sekaligus menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan," lanjut pernyataan itu.
Di bawah komando kepemimpinan Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, Iran langsung mengambil langkah tegas dalam menjaga kedaulatan wilayahnya. Pihak Kedutaan mengonfirmasi bahwa tahap ke-30 dari Operasi "Janji Setia 4" (Va'deh Sadegh_4) telah dilaksanakan terhadap wilayah-wilayah zionis sebagai bentuk pertahanan diri.
Iran menegaskan hak legalnya sesuai Pasal 51 Piagam PBB untuk mempertahankan integritas teritorial dari agresi yang telah menyebabkan jatuhnya korban sipil dan kerusakan infrastruktur vital. Sejak serangan dimulai pada 28 Februari 2026, dilaporkan lebih dari 1.300 warga sipil, termasuk anak-anak, telah menjadi syahid. (I-1)
Pakar UI Prof Suzie Sudarman nilai terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi bukti Iran teguh pada sistem ulama di tengah tekanan Barat dan Israel.
Kenali profil Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei yang kini menjadi Pemimpin Tertinggi Iran. Simak rekam jejak, pengaruh di IRGC, dan kontroversinya.
Majelis Ahli resmi memilih Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan Ali Khamenei. Simak profil, peran IRGC, dan dampak bagi stabilitas dunia.
Iran mengklaim telah menghancurkan tangki bahan bakar dan gas pangkalan tersebut, landasan helikopter AS, fasilitas logistik dan pendukung.
Pakar UI Prof Suzie Sudarman nilai terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi bukti Iran teguh pada sistem ulama di tengah tekanan Barat dan Israel.
Kedubes Iran di Jakarta mengonfirmasi terpilihnya Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran ke-3 di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.
Teheran digempur, Iran tuding AS-Israel ingin pecah negara demi minyak. Harga minyak melonjak 25% sementara Mojtaba Khamenei resmi pimpin Iran gantikan Ali Khamenei.
Presiden Pezeshkian dan seluruh kekuatan militer Iran resmi bersumpah setia kepada Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, guna memperkuat persatuan melawan agresi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved