Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Board of Peace, Eksperimen Diplomasi Terbesar Abad Ini

mediaindonesia.com
20/2/2026 13:49
Board of Peace, Eksperimen Diplomasi Terbesar Abad Ini
Rombongan Presiden Prabowo Subianto tiba di US Institute of Peace untuk menghadiri KTT Board of Peace (BoP) di Washington, D.C., 19 Februari 2026.(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)

Mengenal Board of Peace: Inisiatif Perdamaian Global yang Diusulkan Donald Trump

Inisiatif Board of Peace muncul sebagai salah satu gagasan geopolitik terbaru yang dikaitkan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Gagasan ini diperkenalkan sebagai forum internasional baru yang disebut bertujuan mempercepat penyelesaian konflik dan rekonstruksi wilayah pascaperang, dengan fokus awal pada kawasan Gaza.

Berbeda dari organisasi multilateral tradisional, konsep Board of Peace dipresentasikan sebagai mekanisme yang lebih fleksibel dan cepat dalam pengambilan keputusan. Pendekatan ini sering diposisikan sebagai alternatif terhadap model diplomasi klasik yang diasosiasikan dengan lembaga seperti United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang kerap dikritik lamban karena proses konsensus antarnegara.

Janji Pendanaan Awal

Dalam pengumuman resminya pada Februari 2026, Trump menyatakan komitmen kontribusi awal sebesar US$10 miliar dari Amerika Serikat atau setara Rp168,71 triliun untuk mendukung program awal lembaga tersebut, terutama terkait rekonstruksi infrastruktur sipil di wilayah konflik. Pernyataan ini dilaporkan sejumlah media internasional sebagai bagian dari agenda diplomasi ekonomi dan keamanan yang ingin dipromosikan pemerintahannya.

Namun, seperti banyak inisiatif internasional baru, realisasi dana tersebut masih bergantung pada mekanisme politik domestik, termasuk proses persetujuan anggaran pemerintah federal.

Tujuan dan Konsep Dasar

Secara konseptual, Board of Peace digambarkan memiliki tiga fungsi utama:

  1. Mendukung stabilitas wilayah pascakonflik.

  2. Membiayai rekonstruksi infrastruktur sipil.

  3. Menyediakan kerangka koordinasi keamanan internasional.

Pendekatan ini menggabungkan unsur diplomasi, ekonomi, dan keamanan dalam satu struktur, sesuatu yang biasanya dipisah di organisasi global konvensional.

Respons Internasional

Reaksi dunia terhadap gagasan tersebut beragam. Sebagian negara melihatnya sebagai eksperimen baru dalam diplomasi global, sementara yang lain memandangnya dengan hati-hati karena struktur, mandat hukum, dan mekanisme pengawasan lembaga itu belum sepenuhnya jelas.

Sejumlah pemerintah menilai bahwa efektivitas lembaga semacam ini akan sangat bergantung pada transparansi tata kelola, partisipasi multilateral yang luas, dan keselarasan dengan hukum internasional yang sudah ada.

Posisi Negara Mitra

Beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia, disebut terbuka terhadap gagasan kerja sama keamanan dan kemanusiaan internasional selama tetap selaras dengan prinsip kedaulatan, hukum internasional, dan mandat perdamaian global.

Signifikansi Jangka Panjang

Terlepas dari pro dan kontra, kemunculan konsep seperti Board of Peace mencerminkan tren baru dalam hubungan internasional: munculnya model lembaga global alternatif di luar kerangka institusi multilateral klasik. Apakah model semacam ini akan efektif atau justru menambah kompleksitas tata kelola global masih menjadi pertanyaan terbuka yang hanya bisa dijawab oleh perkembangan waktu dan implementasi nyata di lapangan.

BOARD OF PEACE

Inisiatif Perdamaian Global Donald Trump | Februari 2026

Fokus Utama Rekonstruksi Gaza & wilayah pascakonflik melalui mekanisme fleksibel (Non-PBB).
Komitmen Awal Janji kontribusi awal sebesar US$10 Miliar dari Amerika Serikat.

3 Fungsi Strategis

🛡️
Stabilitas Wilayah
🏗️
Infrastruktur Sipil
🤝
Koordinasi Keamanan
Pihak Posisi Per 20 Februari 2026
Negara Mitra (Indonesia) Terbuka dengan syarat selaras kedaulatan & hukum internasional.
Komunitas Global Waspada terhadap struktur hukum dan transparansi lembaga.
Sumber: Data Verifikasi Geopolitik 2026



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya