Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Pintu Megah Mercusuar Alexandria Kembali ke Permukaan Setelah 1.600 Tahun

Thalatie K Yani
12/2/2026 14:00
Pintu Megah Mercusuar Alexandria Kembali ke Permukaan Setelah 1.600 Tahun
Arkeolog berhasil mengangkat blok granit raksasa seberat 77 ton dari dasar laut Alexandria. Temuan pintu masuk utama ini mengungkap rahasia konstruksi salah satu Tujuh Keajaiban Dunia Kuno.(GEDEON Programmes / CEAlex)

SETELAH lebih dari 1.600 tahun terbaring di dasar Laut Mediterania, fragmen raksasa dari Mercusuar Alexandria akhirnya kembali melihat cahaya matahari. Penemuan blok-blok batu masif ini menjadi pengembalian fisik monumen yang paling lengkap sejak keruntuhannya akibat rangkaian gempa bumi di masa abad pertengahan.

Tim peneliti yang dipimpin arkeolog dan arsitek Isabelle Hairy dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis (CNRS), berhasil mengidentifikasi artefak yang ditemukan merupakan bagian dari pintu masuk utama mercusuar. Penemuan ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai bentuk akhir dan struktur salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno tersebut.

Teknologi Canggih di Balik Pengangkatan

Proses evakuasi ini melibatkan pengangkatan 22 blok granit dan batu kapur, di mana beberapa bagian beratnya mencapai hampir 170.000 pon (sekitar 77 ton). Blok-blok ini mencakup ambang pintu (lintel), balok horisontal, serta pilar tegak yang membentuk struktur gerbang utama.

Untuk memetakan lokasi, tim CNRS telah menelusuri dasar laut sejak 2014 dan mendokumentasikan hampir 5.000 fragmen yang tersebar di area seluas empat hektar. Mengingat visibilitas bawah laut yang rendah, para peneliti menggunakan teknologi photogrammetry untuk menciptakan model 3D digital yang presisi dari setiap sudut batu.

"Peta detail tersebut membuat proses pengangkatan baru ini lebih cepat, karena kru dapat menargetkan batu-batu pintu masuk daripada mencari secara membabi buta," tulis laporan penelitian tersebut.

Perpaduan Budaya dalam Arsitektur

Analisis terhadap pola pahatan pada batu menunjukkan perpaduan unik antara tradisi Mesir kuno dan teknik bangunan Yunani. Hal ini mencerminkan era Hellenistik, masa di bawah pemerintahan Yunani setelah penaklukan Alexander Agung, di mana mercusuar ini dibangun untuk memandu kapal selama berabad-abad.

Fakta menarik lainnya terungkap dari lubang soket pada permukaan batu. Para pembangun kuno ternyata mengandalkan pengikat logam daripada mortar tebal. Penggunaan klem logam ini memungkinkan proyek raksasa tersebut selesai hanya dalam waktu 15 tahun. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa material granit yang digunakan kemungkinan berasal dari situs Kerajaan Lama di Abu Rawash, yang berarti mercusuar ini membawa sejarah Mesir yang jauh lebih tua di dalam dindingnya.

Konservasi dan Masa Depan Digital

Proses pengangkatan membawa tantangan baru: paparan udara. Kristal garam dapat tumbuh dan merusak batu saat mengering di bawah sinar matahari. Oleh karena itu, tim konservator melakukan stabilisasi permukaan secara perlahan untuk mencegah retakan.

Karena regulasi Mesir membatasi pengangkatan permanen untuk benda yang sangat berat, sebagian besar fragmen tetap dibiarkan di dasar laut setelah dipindai secara digital. Dasar laut dianggap sebagai pelindung yang lebih stabil bagi batu-batu bersejarah tersebut daripada udara terbuka.

Melalui penggabungan blok yang diangkat dan pemindaian bawah laut selama bertahun-tahun, para peneliti kini dapat menyusun cetak biru yang konsisten dari mercusuar yang telah lenyap ini. Meski beberapa bagian mungkin tidak akan pernah ditemukan, replika digital ini akan memberikan gambaran nyata bagi publik mengenai kemegahan teknik rekayasa kuno yang pernah berdiri tegak di Alexandria. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya