Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

PM Keir Starmer Minta Maaf Usai Dibohongi Lord Mandelson Terkait Skandal Jeffrey Epstein

Thalatie K Yani
06/2/2026 04:36
PM Keir Starmer Minta Maaf Usai Dibohongi Lord Mandelson Terkait Skandal Jeffrey Epstein
PM Inggris Keir Starmer meminta maaf kepada korban Jeffrey Epstein atas penunjukan Lord Mandelson sebagai Dubes AS. (Media Sosial X)

PERDANA Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada para korban predator seksual Jeffrey Epstein. Permintaan maaf ini menyusul gelombang kemarahan publik atas keputusannya menunjuk Lord Mandelson sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, yang kini terjerat skandal hubungan gelap dengan Epstein.

Dalam pidatonya mengenai pendanaan komunitas lokal, Starmer menyisihkan waktu khusus untuk meredam krisis politik yang mengancam kepemimpinannya. Ia mengakui telah melakukan kesalahan fatal karena mempercayai pernyataan Mandelson saat proses seleksi.

"Saya minta maaf. Maaf atas apa yang telah dilakukan terhadap Anda, maaf karena begitu banyak orang berkuasa yang mengecewakan Anda. Saya minta maaf karena telah mempercayai kebohongan Mandelson dan menunjuknya," ujar Starmer dengan nada menyesal.

Kebohongan di Balik Penunjukan

Lord Mandelson ditunjuk sebagai Dubes AS pada Desember 2024. Saat itu, meski publik mengetahui adanya hubungan pertemanan antara dirinya dan Epstein, Mandelson meyakinkan Starmer hubungan tersebut tidak mendalam.

Namun, bukti terbaru mengungkap fakta sebaliknya. Dokumen dari Departemen Kehakiman AS menunjukkan adanya aliran dana ribuan poundsterling dari Epstein kepada Mandelson dan pasangannya. Selain itu, Mandelson diduga mengirimkan informasi sensitif pasar kepada Epstein saat menjabat sebagai Menteri Bisnis pada krisis keuangan 2009.

"Informasi yang tersedia sekarang memperjelas jawaban yang dia berikan (saat proses vetting) adalah kebohongan. Dia menggambarkan Epstein sebagai seseorang yang nyaris tidak dia kenal. Begitu terungkap bahwa itu tidak benar, saya langsung memecatnya," tegas Starmer.

Posisi Perdana Menteri di Ujung Tanduk

Meski telah meminta maaf dan berjanji akan merilis dokumen transparan, posisi Starmer tetap digoyang. Pemimpin Konservatif, Kemi Badenoch, menyebut posisi PM "tidak lagi dapat dipertahankan." Sementara itu, Partai Liberal Demokrat menyerukan mosi tidak percaya.

Kritik pedas juga datang dari internal Partai Buruh. Anggota Parlemen Rachael Maskell menilai Starmer tidak punya pilihan selain mundur. Senada dengan itu, Jonathan Hinder menyebut penunjukan Mandelson sebagai "kesalahan katastrofik dalam penilaian politik dan moral."

Tekanan untuk Perombakan Internal

Selain tuntutan mundur, Starmer didesak memecat Kepala Stafnya, Morgan McSweeney, yang dianggap sebagai sosok yang melobi keras agar Mandelson mendapatkan jabatan Dubes tersebut.

Saat ini, kepolisian tengah menyelidiki dugaan pelanggaran jabatan publik yang dilakukan Mandelson. Di sisi lain, Lord Mandelson melalui sumber terdekatnya bersikeras bahwa ia tidak melakukan tindakan kriminal dan tidak dimotivasi oleh keuntungan finansial.

Starmer menutup pidatonya dengan menegaskan komitmennya untuk tetap menjabat. "Saya dipilih dengan mandat pada 2024 untuk mengubah negara ini menjadi lebih baik... itulah yang ingin saya lakukan." (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya