Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Metropolitan Inggris (Met Police) kini tengah meninjau laporan dugaan pelanggaran jabatan publik yang melibatkan Lord Mandelson. Mantan menteri senior tersebut dituduh membocorkan informasi sensitif pemerintah kepada mendiang terpidana kasus asusila, Jeffrey Epstein.
Langkah kepolisian ini menyusul desakan dari berbagai pihak, termasuk SNP, Reform UK, Liberal Demokrat, hingga sejumlah anggota parlemen dari Partai Labour. Penyelidikan dipicu rilis dokumen pengadilan dari Departemen Kehakiman AS (DoJ) yang mengungkap korespondensi email antara Mandelson dan Epstein pada tahun 2009, saat Mandelson menjabat sebagai Menteri Bisnis di bawah pemerintahan Gordon Brown.
Komandan Met Police, Ella Marriott, mengonfirmasi pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran tersebut. "Laporan-laporan ini akan ditinjau untuk menentukan apakah mereka memenuhi ambang batas kriminal untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
Dokumen yang dirilis mengungkap rangkaian interaksi yang mencengangkan. Mandelson diduga memberikan informasi awal kepada Epstein mengenai rencana pajak bonus bankir serta dana talangan (bailout) Uni Eropa senilai €500 miliar (Sekitar Rp10 kuadriliun) untuk menyelamatkan Euro.
Dalam satu percakapan email, Mandelson bahkan diduga menyarankan Epstein agar bos bank JP Morgan "memberi sedikit ancaman" kepada Menteri Keuangan Inggris terkait rencana pajak bonus tersebut. Selain itu, dokumen juga mencatat adanya aliran dana sebesar US$75.000 (sekitar Rp1,2 miliar) dari Epstein kepada Mandelson pada 2003-2004, serta £10.000 (sekitar Rp238 juta) kepada pasangan Mandelson di tahun 2009.
Kepala Sekretaris Perdana Menteri, Darren Jones, memberikan pernyataan keras di hadapan Parlemen. "Pertukaran dana yang tidak dideklarasikan, pemberian informasi pemerintah, apalagi fakta bahwa pertukaran tersebut dilakukan dengan seorang pedofil terpidana, sepenuhnya tidak dapat dibenarkan," tegas Jones.
Dampak dari skandal ini terasa cepat. Lord Mandelson telah mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Labour pada hari Minggu lalu, mengakhiri empat dekade kariernya sebagai tokoh kunci partai. Sebelumnya, ia juga telah dicopot dari posisinya sebagai Duta Besar Inggris untuk AS pada September lalu setelah rincian hubungannya dengan Epstein mulai terkuak.
Perdana Menteri Sir Keir Starmer menyatakan bahwa Mandelson seharusnya tidak lagi berada di House of Lords atau menggunakan gelarnya. Namun, pemerintah mencatat bahwa diperlukan undang-undang baru untuk mencabut gelar bangsawan tersebut secara permanen.
Dalam pernyataan pengunduran dirinya, Lord Mandelson membantah tuduhan mengenai pembayaran uang dari Epstein dua dekade lalu. Meski demikian, ia kembali mengungkapkan penyesalannya karena terus berhubungan dengan Epstein setelah terpidana tersebut dinyatakan bersalah.
"Saya meminta maaf tanpa syarat kepada para perempuan dan gadis yang menderita akibat perbuatan Epstein," ungkap Mandelson.
Mantan Perdana Menteri Gordon Brown juga telah meminta Sekretaris Kabinet untuk melakukan penyelidikan lebih luas mengenai kebocoran dokumen pemerintah yang bersifat sensitif terhadap pasar selama krisis keuangan tersebut. (BBC/Z-2)
Kepolisian Essex menilai informasi penerbangan jet pribadi Jeffrey Epstein di Bandara Stansted. Mantan PM Gordon Brown desak penyelidikan perdagangan manusia.
Polisi Prancis selidiki hubungan mantan Menteri Jack Lang dengan Jeffrey Epstein. Geledah kantor IMA terkait dugaan pencucian uang dan perusahaan offshore.
Hillary Clinton menuntut transparansi penuh atas file Jeffrey Epstein dan siap bersaksi di depan Kongres.
Enam bisnis Sarah Ferguson resmi dibubarkan. Dokumen mengungkap curhatan mantan Duchess of York kepada Jeffrey Epstein soal utang Rp120 miliar.
Departemen Kehakiman AS menyerahkan daftar 300 lebih tokoh yang muncul dalam dokumen Jeffrey Epstein ke Kongres.
Tom Pritzker resmi mengundurkan diri sebagai Ketua Eksekutif Hyatt Hotels setelah dokumen Departemen Kehakiman AS mengungkap kedekatannya dengan Jeffrey Epstein.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved