Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Indonesia Paham Risiko Gabung Board of Peace, Tujuannya Tetap Palestina Merdeka

Dhika Kusuma Winata
05/2/2026 11:30
Indonesia Paham Risiko Gabung Board of Peace, Tujuannya Tetap Palestina Merdeka
Presiden Prabowo Subianto di Davos menandatangani Piagam Board of Peace(Biro Pers Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto disebut menyadari risiko besar yang menyertai keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP). Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengatakan aspek risiko menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan dengan Presiden di Jakarta, Rabu (4/2) malam.

“Waktu diskusi ini banyak dibahas mengenai risiko, banyak dibahas mengenai opsi, banyak dibahas mengenai ranjau,” kata Dino mengungkapkan pertemuan dengan presiden terkait Board of Peace.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo bertemu dengan para mantan Menlu dan Wamenlu. Menurut Dino, Prabowo memahami Board of Peace merupakan sebuah eksperimen dengan peluang gagal yang tinggi karena banyak faktor yang tidak dapat dikendalikan.

Presiden Prabowo, kata Dino, juga tidak memandang Board of Peace sebagai jaminan keberhasilan melainkan sebagai satu-satunya jalur yang tersedia saat ini.

“Risiko gagal tinggi loh, karena berbagai faktor. Bisa faktor Trump-nya, bisa faktor Amerika-nya, bisa faktor Israel-nya, bisa faktor lapangannya, bisa faktor Hamas-nya, dan lain sebagainya,” ujarnya.

“Ini satu-satunya the game in town pada saat ini. Tidak ada formula lain, tidak ada solusi lain, tidak ada jalur lain,” kata Dino

Prabowo juga disebut memahami tantangan persepsi publik terkait keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace.

Meski demikian, Prabowo tetap menegaskan tujuan utama Indonesia tidak berubah yaitu agar Palestina merdeka. Untuk mencapai tujuan tersebut, Dino menyampaikan Presiden menekankan perlunya pendekatan yang realistis salah satunya melalui Board of Peace.

“Tujuan dari semua ini Palestina Merdeka, tujuan dari semua ini. Kita harus berpolitik, kita harus berdiplomasi, kita harus melobi, kita harus berdebat, dan kita harus pragmatis dan realistis,” ujarnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik