Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBIJAKAN luar negeri unilateralisme yang agresif dari Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump memicu keretakan tatanan global. Indonesia didesak untuk memperkuat kesiapan pertahanan nasional sekaligus mengedepankan diplomasi berbasis nilai guna menjaga stabilitas di tengah gejolak geopolitik yang kian tak menentu.
Dalam pernyataan yang mengejutkan publik dan komunitas internasional saat wawancara baru dengan New York Times, Trump mengatakan "Saya tidak membutuhkan hukum internasional" dan satu-satunya batasan kekuasaannya sebagai presiden AS adalah "moralitas saya sendiri, pikiran saya sendiri".
Duta Besar RI untuk Austria merangkap PBB Ke-19 (2017-2021), Darmansjah Djumala, menyoroti dampak domino dari kebijakan sepihak AS ini. Menurutnya, tindakan Washington memberikan ‘lampu hijau’ bagi kekuatan regional lain, seperti Rusia dan Tiongkok, untuk bertindak serupa di kawasan masing-masing.
"Unilateralisme regional akan menghasilkan resultante berupa unilateralisme global. Semua negara kekuatan regional akan bertindak sepihak, melanggar pakem politik luar negeri yang sudah ada," ujar Darmansjah dalam acara Focus GREAT Discussion (FGD) bertajuk "Amerika Era Donald Trump dan Gejolak Geopolitik Multiblok di Ambang Perang" di Jakarta, Jumat (30/1).
Menghadapi situasi ini, kata Darmansjah, Indonesia perlu mengedepankan soft diplomacy yang mengutamakan perundingan damai. Ia juga mengusulkan pendekatan metadiplomasi, yakni sebuah diplomasi yang melampaui kepentingan transaksional dan berpijak pada nilai moral serta etika.
Dalam hal ini, kata dia, Indonesia memiliki modal besar. Seperti semangat Konferensi Asia Afrika (KAA), Gerakan Non-Blok, serta reputasi sebagai bangsa moderat dan toleran yang masih sangat relevan sebagai penyeimbang kekuatan besar.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lespesssi), Rizal Darma Putra, menyatakan realitas politik internasional menunjukkan pergeseran ke arah personalistik. Ia mencatat bahwa pemimpin dunia saat ini, mulai dari Donald Trump, Vladimir Putin, hingga Xi Jinping, cenderung mengambil keputusan berbasis faktor idiosinkratik atau kepribadian individu. Contoh ekstremnya, kata Rizal, adalah intervensi AS terhadap kepemimpinan di Venezuela.
Senada, Direktur Geopolitik GREAT Institute, Teguh Santosa, menekankan kembali prinsip klasik Si vis pacem, para bellum. Ia menegaskan bahwa Indonesia harus mandiri dalam pertahanan (inclusive security) dan tidak boleh bergantung pada negara kuat mana pun.
"Kita memerlukan prinsip inclusive security di mana tidak boleh lagi ada negara yang mengandalkan pertahanannya ke negara yang lebih kuat, yang dengan kekuatannya memaksakan kehendak ke negara lain, seperti yang dilakukan AS terhadap Venezuela," tandas Teguh. (B-3)
F-15 AS ditembak jatuh di Iran. Satu pilot selamat, satu masih dicari. Dua Black Hawk rusak ditembaki saat misi evakuasi di tengah eskalasi perang.
Iran tembak jatuh jet F-15 AS dan tawarkan imbalan US$60.000 untuk tangkap pilot. AS kerahkan misi penyelamatan di tengah penolakan gencatan senjata oleh Teheran.
Pendeta Franklin Graham memicu kontroversi di Gedung Putih setelah mengklaim Iran ingin memusnahkan Yahudi dan menyebut Donald Trump dipilih Tuhan.
Penilaian tersebut juga menunjukkan bahwa Iran masih menyimpan banyak rudal serta rudal jelajah pertahanan pesisir dalam jumlah yang signifikan.
Menurut sumber tersebut, Trump tiba di kediamannya di Mar-a-Lago pada 27 Februari, di mana para ajudannya berkumpul di pusat operasi sementara.
Medvedev menyebut pernyataan Trump itu hanya sekadar “gertakan”.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti memberikan catatan atas rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan
Keputusan Presiden Prabowo menahan harga BBM adalah bukti nyata keberpihakan kepada rakyat.
Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan investasi Rp574 triliun.
PRABOWO Prabowo Subianto meminta agar keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana gempa Sulut dan Maluku Utara.
Presiden Prabowo Subianto instruksikan BNPB dan Basarnas segera kirim bantuan ke lokasi gempa M 7,6 di Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Simak langkah darurat pemerintah di sini.
Lee juga membuka ruang dialog yang lebih luas, tidak hanya terkait hubungan bilateral, tetapi juga kontribusi bersama dalam tatanan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved