Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Presiden Meksiko Kirim 37 Anggota Kartel ke AS Redam Ancaman Trump

Thalatie K Yani
22/1/2026 08:38
Presiden Meksiko Kirim 37 Anggota Kartel ke AS Redam Ancaman Trump
Presiden Claudia Sheinbaum menyebut pengiriman 37 operator kartel ke AS sebagai 'keputusan berdaulat' demi meredam ancaman intervensi militer Donald Trump.(Instagram)

PRESIDEN Meksiko, Claudia Sheinbaum, menegaskan pemindahan 37 operator kartel ke Amerika Serikat merupakan sebuah "keputusan berdaulat". Langkah ini diambil saat pemerintahannya berupaya keras meredakan tekanan dari pemerintahan Donald Trump yang menuntut tindakan lebih nyata terhadap kelompok perdagangan narkoba.

Pengiriman ini menandai penerbangan ketiga dalam satu tahun sejak Trump kembali ke Gedung Putih. Meski dianggap sebagai strategi untuk meredam ketegangan, sejumlah analis memperingatkan bahwa efektivitas cara ini mulai berkurang.

Ancaman Militer dan Kedaulatan

Sejak kembali menjabat, Trump berulang kali menuding bahwa Meksiko "dijalankan oleh kartel" dan menuntut Sheinbaum melakukan tindakan drastis di bawah ancaman tindakan unilateral. Ancaman tersebut terasa lebih nyata setelah militer AS mengekstraksi Nicolás Maduro dari Venezuela awal tahun ini, ditambah serangan berkelanjutan terhadap kapal-kapal pengangkut narkoba di Pasifik dan Karibia.

Amerika Serikat kini dilaporkan melipatgandakan desakan agar militer AS diizinkan terlibat dalam operasi gabungan di tanah Meksiko untuk menghancurkan laboratorium fentanil, opioid sintetis penyebab krisis overdosis di AS. Namun, Sheinbaum secara konsisten menolak tawaran tersebut demi menjaga kedaulatan negara.

Sebagai gantinya, Meksiko mengirimkan tokoh-tokoh tingkat tinggi dari Cartel Jalisco Nueva Generación dan Cartel del Noreste. Termasuk di dalamnya adalah Pedro Inzunza Noriega, penyelundup fentanil yang pada Mei 2025 menjadi orang pertama yang didakwa dengan tuduhan narco-terorisme oleh Departemen Kehakiman AS.

Dilema Politik dan Perdagangan

Menteri Keamanan Meksiko, Omar García Harfuch, menyatakan lewat platform X bahwa mereka yang dikirim adalah "kriminal berdampak tinggi" yang "mewakili ancaman nyata bagi keamanan negara". Namun, pakar keamanan Rodrigo Peña menilai tekanan Trump kini lebih bersifat perang ketimbang kerja intelijen.

"Saya pikir mereka harus mencari solusi lain, dan masalah politisi (Meksiko) yang terhubung dengan jaringan kriminal akan memiliki bobot yang lebih besar," kata Peña. "Akan ada lebih banyak tekanan pada presiden untuk menghadapi jaringan ini."

Tekanan ini kian rumit karena bertepatan dengan renegosiasi perjanjian perdagangan bebas AS-Meksiko-Kanada (USMCA). Agenda keamanan dan perdagangan kini menjadi saling terkait.

“Agenda keamanan tidak lagi terpisah dari negosiasi perdagangan, dan hal itu bisa sepenuhnya mengotori atau menggagalkan negosiasi tersebut,” ujar Diego Marroquín Bitar dari Center for Strategic and International Studies.

Para ahli mempertanyakan apakah Sheinbaum berani melangkah lebih jauh dengan menyasar tokoh-tokoh politik yang memiliki hubungan dengan kartel, mengingat beberapa di antaranya mungkin berasal dari partainya sendiri. Bagi pemerintahan Trump, sekadar mengirim narapidana ke AS dianggap belum cukup untuk menyelesaikan akar masalah. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya