Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Trump Klaim Kesuksesan Besar Satu Tahun Menjabaat dan Kembali Sentil Denmark Soal Greenland

Thalatie K Yani
20/1/2026 13:05
Trump Klaim Kesuksesan Besar Satu Tahun Menjabaat dan Kembali Sentil Denmark Soal Greenland
Donald Trump menyebut tahun pertama masa jabatan keduanya paling sukses. Ia juga kembali menyinggung isu Greenland dan mengecilkan peran Hadiah Nobel.(White House)

MENJELANG peringatan satu tahun pelantikan keduanya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan penilaian tinggi terhadap kinerjanya selama setahun terakhir. Berbicara kepada wartawan sebelum bertolak dari Miami pada Senin (19/1) malam, Trump menyebut pencapaiannya sebagai yang terbaik dalam sejarah kepresidenan AS.

"Saya rasa tidak ada Presiden yang memiliki tahun pertama lebih baik daripada yang kami jalani dalam hal kesuksesan," ujar Trump.

Ia menyoroti tindakan keras pemerintahannya terhadap imigrasi sebagai salah satu keberhasilan utama. Meski banyak warga Amerika masih mengeluhkan biaya hidup, Trump mengklaim ekonomi dalam kondisi sangat baik. "Kita memiliki ekonomi yang hebat, dan harga-harga terus turun. Saya mewarisi kekacauan, dan sekarang kita memiliki negara yang paling 'panas' di mana pun di dunia," tambahnya.

Perselisihan Hak Milik Greenland

Selain membahas isu domestik, Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait ambisinya menguasai Greenland. Ia meremehkan klaim sejarah Denmark atas wilayah otonom tersebut, dengan menyebut dasar hukum Denmark sudah kedaluwarsa.

“Hanya karena ada kapal yang datang ke sana 500 tahun lalu lalu pergi, itu tidak memberi Anda hak atas properti tersebut,” kata Trump. Ia berargumen Denmark tidak mampu melindungi Greenland dan jarang mengunjungi wilayah itu. “Denmark dihuni orang-orang yang luar biasa... tapi mereka bahkan tidak pergi ke sana.”

Secara historis, kolonisasi Denmark di Greenland dimulai tahun 1721 ketika seorang misionaris mendarat di sana. Namun, Trump bersikeras akan terus membicarakan pengalihan kontrol wilayah tersebut dengan berbagai pihak terkait, seraya meyakini para pemimpin Eropa tidak akan melakukan perlawanan besar.

Komentar Soal Hadiah Nobel dan Norwegia

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung soal Hadiah Nobel Perdamaian. Hal ini dipicu aksi pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado, yang secara simbolis menyerahkan medali Nobel miliknya kepada Trump saat berkunjung ke Gedung Putih pekan lalu.

Meski menghargai sikap Machado, Trump melayangkan kritik terhadap Komite Nobel. Ia menuduh pemerintah Norwegia memegang kendali penuh atas penghargaan tersebut.

“Jika ada yang berpikir Norwegia tidak mengendalikan Hadiah Nobel, mereka hanya bercanda. Saya tidak peduli apa yang dikatakan Norwegia, saya benar-benar tidak peduli tentang itu (hadiah). Yang saya pedulikan adalah menyelamatkan nyawa,” tegasnya.

Pernyataan ini semakin mempertegas gaya diplomasi Trump yang blak-blakan terhadap sekutu-sekutu Eropa di tengah berbagai ambisi politik luar negerinya pada periode kedua ini. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya