Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETANGGUHAN manufaktur Tiongkok kembali teruji. Meski menghadapi tekanan tarif impor yang masif dari pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat (AS), Tiongkok berhasil membukukan rekor surplus perdagangan sebesar US$1,2 triliun (sekitar Rp20.244 triliun) sepanjang 2025.
Angka surplus yang melampaui Produk Domestik Bruto (PDB) Arab Saudi ini menjadi bukti keberhasilan Beijing dalam mendiversifikasi pasar ke wilayah Global South, sekaligus memicu kekhawatiran global mengenai isu overkapasitas industri.
Melampaui Ekspektasi
Data administrasi bea cukai China yang dirilis Rabu (14/1) menunjukkan ekspor tumbuh 6,6% secara tahunan (YoY) pada Desember 2025, jauh melampaui prediksi para ekonom sebesar 3,0%. Impor juga mencatatkan pertumbuhan mengejutkan sebesar 5,7%, di tengah upaya domestik untuk mengimbangi kelesuan sektor properti.
Wakil Menteri Administrasi Bea Cukai China, Wang Jun, menyatakan bahwa meskipun lingkungan eksternal tetap parah dan kompleks, kemampuan 'Negeri Panda; dalam menahan risiko telah meningkat signifikan. "Fundamental perdagangan luar negeri kami tetap solid karena mitra dagang yang kini jauh lebih beragam," ujar Wang.
Siasat Menghadapi Tarif
Kemenangan Trump pada Januari 2025 diikuti dengan penerapan tarif rata-rata sebesar 47,5% pada barang-barang Tiongkok. Angka ini jauh di atas ambang batas profitabilitas ekspor sebesar 35% yang diperkirakan para analis. Namun, produsen 'Negeri Tirai Bambu' merespons dengan mengalihkan pesanan ke Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin.
Selain itu, perusahaan-perusahaan Tiongkok kian masif membangun pusat produksi di luar negeri. Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan akses tarif yang lebih rendah ke pasar AS dan Uni Eropa, sekaligus memperkuat dominasi di sektor strategis.
Dominasi Otomotif dan Perubahan Haluan
Sektor otomotif kembali menjadi tulang punggung. Ekspor kendaraan Tiongkok melonjak 19,4% menjadi 5,79 juta unit tahun lalu, dengan pengiriman kendaraan listrik (EV) murni melesat hingga 48,8%. Prestasi ini mengukuhkan posisi Tiongkok sebagai eksportir otomotif nomor satu dunia selama tiga tahun berturut-turut sejak 2023.
Namun, Beijing mulai menunjukkan tanda-tanda moderasi untuk meredam tensi geopolitik. Perdana Menteri Li Qiang baru-baru ini menyerukan perlunya "perkembangan perdagangan yang seimbang" dengan memperluas impor. Sebagai langkah nyata, Tiongkok telah menghapus skema rabat pajak ekspor untuk industri tenaga surya dan merevisi Undang-Undang Perdagangan Luar Negeri demi menyelaraskan diri dengan standar perdagangan bebas trans-Pasifik.
Respons pasar modal menyambut positif data ini, dengan indeks Shanghai Composite dan CSI300 naik lebih dari 1% pada sesi perdagangan Rabu pagi. (NBC/The Guardian/B-3)
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Simak prediksi harga emas Antam Rabu 25 Februari 2026. Waspada potensi koreksi harga usai pecah rekor Rp3,06 juta akibat aksi ambil untung di pasar global.
Prediksi harga emas Senin 23 Februari 2026 diperkirakan masih dalam tren positif. Simak faktor dolar AS, suku bunga, dan sentimen global yang memengaruhi pasar.
Harga emas dunia diperkirakan bergerak di kisaran US$4.800–US$5.100 per troy ounce. Emas Antam diproyeksikan Rp3,0–Rp3,2 juta per gram.
Prediksi harga emas Sabtu 14 Februari 2026 diperkirakan stabil hingga menguat terbatas, dipengaruhi harga emas dunia dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved