Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Macron: AS di Bawah Trump Kian Agresif dan Tinggalkan Sekutu

 Gana Buana
08/1/2026 22:22
Macron: AS di Bawah Trump Kian Agresif dan Tinggalkan Sekutu
Presiden Prancis, Emmanuel Macron.(CNN)

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron mengeluarkan peringatan keras mengenai arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump. Dalam pidato tahunannya di hadapan para duta besar Prancis, Macron menyebut Washington kini "membebaskan diri dari aturan internasional" dan secara bertahap "berpaling" dari sekutu tradisionalnya.

Berbicara di Istana Élysée, Paris, Kamis (8/1), Macron menyoroti ketegangan yang meningkat dalam hubungan transatlantik. Ia menilai kebijakan AS yang semakin tegas dan unilateral telah melemahkan tatanan dunia yang selama ini dijaga bersama.

Institusi Multilateral Melemah

Menggemakan kritik serupa yang disampaikan oleh mitranya dari Jerman sebelumnya pada pukul 11:30 waktu setempat, Macron menekankan bahwa efektivitas kerja sama global sedang dipertaruhkan.

"Institusi multilateral berfungsi semakin kurang efektif," tegas Macron, dilansir dari AFP.

Ia menggambarkan situasi geopolitik saat ini sebagai era di mana kekuatan-kekuatan besar mendominasi dengan ambisi teritorial yang nyata.

"Kita hidup di dunia kekuatan-kekuatan besar dengan godaan nyata untuk membagi-bagi dunia," tambahnya, merujuk pada manuver agresif yang dilakukan oleh kekuatan global, termasuk langkah-langkah Washington baru-baru ini.

Konteks Ketegangan Baru

Pernyataan Macron ini muncul di tengah sorotan tajam Eropa terhadap kebijakan luar negeri pemerintahan Trump di periode keduanya. Kekhawatiran Eropa memuncak menyusul laporan mengenai pendekatan agresif AS terhadap kedaulatan wilayah di kawasan Arktik (Greenland) dan operasi sepihak di Amerika Latin yang dinilai mengabaikan kedaulatan negara lain.

Para pengamat menilai pidato ini sebagai sinyal bahwa Eropa, di bawah dorongan Prancis dan Jerman, mungkin perlu segera mengonsolidasikan kemandirian strategis mereka di tengah ketidakpastian payung keamanan Amerika Serikat. (AFP/CNN/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya