Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Indonesia-Turki Perkuat Kerja Sama Ekonomi hingga Pertahanan

Ferdian Ananda Majni
10/1/2026 11:43
Indonesia-Turki Perkuat Kerja Sama Ekonomi hingga Pertahanan
Sugiono.(Antara/Bayu Pratama S)

MENTERI Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono menegaskan posisi Turki sebagai mitra strategis Indonesia sekaligus menyampaikan komitmen pemerintah memperdalam kerja sama bilateral di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, energi, hingga pertahanan.

Dia menilai pertemuan tersebut sebagai dialog bilateral yang memiliki arti penting bagi penguatan hubungan kedua negara. "Pertemuan ini merupakan dialog bilateral yang sangat penting untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Turki," kata Sugiono dalam pernyataan pers bersama di Ankara, Turki, Jumat (9/1).

Dalam pertemuan itu, pembahasan utama difokuskan pada agenda prioritas ekonomi, antara lain peningkatan akses pasar bagi produk-produk strategis, peluang pembentukan perjanjian perdagangan preferensial, serta penguatan kolaborasi di sektor energi terbarukan.

Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia dan Turki sepakat menugaskan lembaga-lembaga terkait untuk membentuk dana bersama yang ditujukan mendukung sejumlah proyek strategis. 

Proyek tersebut mencakup pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV), investasi bersama di industri petrokimia, serta berbagai proyek strategis di bidang energi dan pertambangan.

"Kami sepakat mengenai pentingnya segera menyelesaikan kesepakatan preferensial terbatas sebagai pijakan awal menuju kemitraan ekonomi strategis komprehensif yang membuka potensi dan manfaat ekonomi bagi rakyat kedua negara," ujar Sugiono.

Dia juga menegaskan komitmen bersama Indonesia dan Turki untuk meningkatkan kerja sama di sektor energi baru dan terbarukan. Di luar bidang ekonomi, Sugiono menekankan tekad kedua negara untuk memperkuat kolaborasi pertahanan guna mendukung kemandirian industri pertahanan masing-masing.

Dalam Dialog 2+2 tersebut, delegasi Indonesia dan Turki turut bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional dan global, termasuk dinamika di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta ASEAN.

Kedua negara juga kembali menegaskan komitmen bersama untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina dan meningkatkan upaya kolektif demi terwujudnya kemerdekaan Palestina.

Pada kesempatan yang sama, Sugiono mengundang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serta Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D8 yang akan datang di Jakarta.

Indonesia dijadwalkan menjadi presiden bergilir D8, dengan KTT negara-negara berkembang tersebut direncanakan berlangsung pada April 2026.

Sugiono turut menyampaikan dukungan Indonesia terhadap ambisi Turki untuk menjadi mitra dialog ASEAN, sekaligus menyatakan harapan agar kerja sama ekonomi konkret antara ASEAN dan Turki dapat segera direalisasikan.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kerja sama pertahanan Indonesia-Turki akan ditingkatkan melalui perjanjian formal. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi ke depan akan diperluas, termasuk pada pengembangan teknologi canggih dan kemampuan jet tempur.

Sjamsoeddin menambahkan, program pertukaran pendidikan guna meningkatkan profesionalisme militer serta pembangunan kapasitas pertahanan juga menjadi bagian penting dari kerja sama yang diharapkan kedua negara.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyatakan bahwa Turki dan Indonesia sepakat untuk mendorong peningkatan perdagangan bilateral serta memperkuat kerja sama di sektor energi dan pangan, sembari mengidentifikasi sektor-sektor lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Fidan menegaskan bahwa Turki memiliki visi yang menyeluruh untuk memperkuat keterlibatan dengan kawasan Asia Pasifik dan memandang Indonesia sebagai mitra kunci dalam merealisasikan visi tersebut.

Dengan terselenggaranya pertemuan ini, Turki menjadi mitra kelima Indonesia dalam mekanisme pertemuan tingkat menteri format 2+2. Sementara bagi Turki, Indonesia tercatat sebagai mitra pertama yang menjalin dialog strategis 2+2, menandai babak baru dalam penguatan hubungan bilateral kedua negara. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya