Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

RI-Turki Masuki Era Baru Kerja Sama Strategis

Ferdian Ananda Majni
18/11/2025 21:41
RI-Turki Masuki Era Baru Kerja Sama Strategis
Peringatan 75 tahun hubungan diplomatik di Museum Tekstil Jakarta, Selasa (18/11).(MI/Ferdian Ananda Majni)

DUTA Besar Turki untuk Indonesia Talip Kucukcan menyampaikan bahwa hubungan Turki dan Indonesia tengah memasuki fase baru dengan kerja sama yang semakin erat di berbagai sektor. 

Dia menyebut kolaborasi kedua negara terus meningkat, terutama di bidang pariwisata, pendidikan, dan ekonomi. 

"Hubungan antara Turki dan Indonesia memiliki sejarah yang sangat panjang. Tentu saja, saat ini, hubungan kita juga berkembang dengan cepat ke arah yang lebih baik," katanya dalam peringatan 75 tahun hubungan diplomatik di Museum Tekstil Jakarta, Selasa (18/11).

Kucukcan menjelaskan bahwa Turki pertama kali mengirimkan duta besar ke Indonesia pada 1957 dan sejak itu hubungan bilateral terus berkembang. Tonggak terbaru terjadi melalui kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Februari lalu, disusul kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto pada April. 

Dari rangkaian pertemuan tersebut, kedua negara menandatangani 16 perjanjian kerja sama yang mencakup pendidikan, sains, kesehatan, industri, dan pertahanan.

Menurut Kucukcan, peringatan 75 tahun hubungan diplomatik menandai peningkatan relasi ke level yang lebih tinggi. Namun ia menilai penguatan hubungan tetap membutuhkan kegiatan pendukung, termasuk program budaya seperti pemasangan plakat sejarah yang dilakukan pada acara tersebut.

Potensi Kerja Sama Masa Depan

Kucukcan mengungkapkan bahwa Kedutaan Besar Turki di Jakarta sedang menyiapkan buklet Sejarah Dokumenter Hubungan antara Turki dan Indonesia yang rencananya akan dipamerkan di Museum Sejarah Nasional. Selain itu, koleksi tekstil Turki akan dipamerkan di Museum Tekstil Jakarta sebagai bentuk upaya memperlihatkan keterhubungan budaya kedua bangsa.

Dia berharap kerja sama di masa depan dapat diperluas, terutama di sektor pendidikan, kesehatan dan pariwisata.

Kerja Sama Pariwisata dan Pendidikan

Dalam bidang pariwisata, Kucukcan menekankan peluang untuk meningkatkan pergerakan wisatawan antara kedua negara, termasuk melalui pengembangan pariwisata halal dan pariwisata kesehatan.

Dia juga menyoroti keberhasilan sektor pariwisata Turki dan kesiapan berbagi pengalaman dengan Indonesia. Menurutnya, sejumlah kota di Turki memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan Indonesia, tidak hanya Istanbul.

Pada sektor pendidikan, ia menekankan pentingnya memperkuat kerja sama akademik, termasuk program pertukaran universitas antara Indonesia dan Turki.

Makna Sejarah bagi Museum Tekstil

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Mochamad Miftahulloh Tamary menyampaikan bahwa peringatan 75 tahun hubungan RI-Turki memiliki arti khusus bagi Museum Tekstil. 

"Plakat yang dipasang hari ini mengingatkan kita bahwa bangunan ini pernah menjadi Kantor Konsuler Kesultanan Utsmaniyah dan Kediaman Konsul Kehormatan di Batavia pada abad ke-19," ucapnya.

Dia menambahkan bahwa sejarah bangunan tersebut menggambarkan kedalaman hubungan antara kedua bangsa yang telah terjalin jauh sebelum hubungan diplomatik modern dibangun pada 1950. 

"Sejarah bangunan ini mencerminkan bagaimana budaya, diplomasi dan sejarah saling terkait," pungkasnya. (I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya