Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Turki untuk Indonesia Talip Kucukcan menyampaikan bahwa hubungan Turki dan Indonesia tengah memasuki fase baru dengan kerja sama yang semakin erat di berbagai sektor.
Dia menyebut kolaborasi kedua negara terus meningkat, terutama di bidang pariwisata, pendidikan, dan ekonomi.
"Hubungan antara Turki dan Indonesia memiliki sejarah yang sangat panjang. Tentu saja, saat ini, hubungan kita juga berkembang dengan cepat ke arah yang lebih baik," katanya dalam peringatan 75 tahun hubungan diplomatik di Museum Tekstil Jakarta, Selasa (18/11).
Kucukcan menjelaskan bahwa Turki pertama kali mengirimkan duta besar ke Indonesia pada 1957 dan sejak itu hubungan bilateral terus berkembang. Tonggak terbaru terjadi melalui kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Februari lalu, disusul kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto pada April.
Dari rangkaian pertemuan tersebut, kedua negara menandatangani 16 perjanjian kerja sama yang mencakup pendidikan, sains, kesehatan, industri, dan pertahanan.
Menurut Kucukcan, peringatan 75 tahun hubungan diplomatik menandai peningkatan relasi ke level yang lebih tinggi. Namun ia menilai penguatan hubungan tetap membutuhkan kegiatan pendukung, termasuk program budaya seperti pemasangan plakat sejarah yang dilakukan pada acara tersebut.
Kucukcan mengungkapkan bahwa Kedutaan Besar Turki di Jakarta sedang menyiapkan buklet Sejarah Dokumenter Hubungan antara Turki dan Indonesia yang rencananya akan dipamerkan di Museum Sejarah Nasional. Selain itu, koleksi tekstil Turki akan dipamerkan di Museum Tekstil Jakarta sebagai bentuk upaya memperlihatkan keterhubungan budaya kedua bangsa.
Dia berharap kerja sama di masa depan dapat diperluas, terutama di sektor pendidikan, kesehatan dan pariwisata.
Dalam bidang pariwisata, Kucukcan menekankan peluang untuk meningkatkan pergerakan wisatawan antara kedua negara, termasuk melalui pengembangan pariwisata halal dan pariwisata kesehatan.
Dia juga menyoroti keberhasilan sektor pariwisata Turki dan kesiapan berbagi pengalaman dengan Indonesia. Menurutnya, sejumlah kota di Turki memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan Indonesia, tidak hanya Istanbul.
Pada sektor pendidikan, ia menekankan pentingnya memperkuat kerja sama akademik, termasuk program pertukaran universitas antara Indonesia dan Turki.
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Mochamad Miftahulloh Tamary menyampaikan bahwa peringatan 75 tahun hubungan RI-Turki memiliki arti khusus bagi Museum Tekstil.
"Plakat yang dipasang hari ini mengingatkan kita bahwa bangunan ini pernah menjadi Kantor Konsuler Kesultanan Utsmaniyah dan Kediaman Konsul Kehormatan di Batavia pada abad ke-19," ucapnya.
Dia menambahkan bahwa sejarah bangunan tersebut menggambarkan kedalaman hubungan antara kedua bangsa yang telah terjalin jauh sebelum hubungan diplomatik modern dibangun pada 1950.
"Sejarah bangunan ini mencerminkan bagaimana budaya, diplomasi dan sejarah saling terkait," pungkasnya. (I-2)
Ketiga destinasi wisata sejarah tersebut adalah Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, serta Museum Tekstil.
HUBUNGAN diplomatik Turki dan Indonesia yang kini memasuki usia 75 tahun ternyata menyimpan rekam jejak sejarah panjang di Jakarta.
MENTERI Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menerima Duta Besar Turki untuk Indonesia, Profesor Talip Küçükcan, untuk membahas penguatan hubungan pariwisata kedua negara.
Keduanya telah menetapkan target volume perdagangan tahunan sebesar US$10 miliar. Kucukcan juga menegaskan bahwa pertemuan pertama Dewan Kerja Sama Tingkat Tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved