Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Jejak Sejarah Hubungan Turki-RI Terkuak di Museum Tekstil Jakarta

Ferdian Ananda Majni
19/11/2025 09:51
Jejak Sejarah Hubungan Turki-RI Terkuak di Museum Tekstil Jakarta
Peringatan 75 tahun hubungan diplomatik di Museum Tekstil Jakarta, Selasa (18/11).(MI/Ferdian Ananda Majni)

HUBUNGAN diplomatik Turki dan Indonesia yang kini memasuki usia 75 tahun ternyata menyimpan rekam jejak sejarah panjang di Jakarta. Dalam rangka peringatan momentum tersebut, Kedutaan Besar Turki di Jakarta meresmikan pemasangan plakat di Museum Tekstil Jakarta, bangunan bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan diplomasi Turki di Nusantara.

Museum Tekstil diketahui merupakan bekas kantor sekaligus kediaman Konsulat Kehormatan Ottoman pertama di Batavia. Arsip Kesultanan Ottoman mencatat bahwa Konsulat Jenderal Ottoman dibuka ad interim di Batavia pada kisaran tahun 1881-1882. Sayyid Aziz Effendi atau Sayyid Abdulaziz Al-Bagdadi, ditunjuk sebagai Konsul Kehormatan ad interim sebelum kemudian menjadi Konsul Jenderal. Bangunan tersebut terus difungsikan sebagai kantor konsuler hingga 1923.

Hubungan Sejarah Berabad-abad

Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Kucukcan, menegaskan bahwa relasi kedua bangsa jauh melampaui batas diplomatik modern. Ia menyebut hubungan tersebut telah berlangsung hampir lima abad, dengan dukungan Ottoman kepada Kesultanan Aceh menjadi salah satu tonggak penting.

"Hubungan antara Turki dan Indonesia terbentang hampir 500 tahun. Menurut dokumen arsip Ottoman, hubungan historis dimulai pada abad ke-16, ketika Kesultanan Aceh meminta dukungan dari Kekaisaran Ottoman melawan tekanan Portugis," kata Dubes Kucukcan dalam acara peringatan 75 tahun hubungan diplomatik di Museum Tekstil Jakarta, Selasa (18/11).

Dia menyampaikan bahwa Kedubes Turki tengah menyiapkan penunjukan Konsul Kehormatan ad interim sebagai bagian dari upaya memperkuat kembali jejak sejarah tersebut, termasuk pemasangan plakat untuk mengenang Sayyid Aziz Effendi.

"Saya berharap bahwa sejarawan Turki dan Indonesia dapat bekerja sama dalam mempelajari dokumen-dokumen arsip yang relevan guna memperkaya sejarah hubungan sosial, politik, dan ekonomi kedua negara," ucapnya.

Plakat Sejarah Dipasang di Museum Tekstil

Plakat peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Turki-RI dipasang secara resmi di Museum Tekstil, yang pada era Ottoman menjadi kantor Konsul Jenderal sejak 1881. Dubes Kucukcan berharap langkah ini dapat memperkuat apresiasi atas hubungan historis kedua bangsa.

"Koneksi ini harus dihargai, untuk menunjukkan bahwa kontak antara negara kami memiliki masa lalu yang bermakna," ujarnya. 

Dia menambahkan bahwa laporan-laporan konsuler dari Jakarta ke Istanbul sejak 1881 tersimpan lengkap di arsip Ottoman.

Direktur Museum Tekstil, Sri Kusumawati mengapresiasi dan menyambut baik inisiatif tersebut. "Gedung ini digunakan oleh konsuler Turki sebagai kantor dan kediaman pada awal abad ke-19," katanya. 

Ia berharap kerja sama kebudayaan Turki-RI akan terus diperluas, termasuk melalui kolaborasi museum dan pusat kebudayaan Turki di Jakarta.

Berdasarkan arsip Kesultanan Utsmaniyah, Konsulat Jenderal Ottoman resmi beroperasi di Batavia sejak 1881-1882, dengan Sayyid Abdulaziz El-Bagdadi sebagai Konsul Kehormatan pertama dan aktivitas konsuler berlangsung hingga tahun 1923. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya