Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) RI akan menggelar pertemuan perdana antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Indonesia dengan Turki dalam format 2+2 di Ankara, Jumat (9/1). Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kemitraan strategis kedua negara.
Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI, Grata Endah Werdaningtyas, menyampaikan pertemuan perdana Mekanisme 2+2 Indonesia-Turki akan melibatkan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan dari kedua negara.
"Pertemuan nanti diharapkan lancar dan konstruktif, serta mencerminkan semangat kedua pihak untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Turki, khususnya di sektor-sektor prioritas dan kerja sama pertahanan," katanya di Ankara, Jumat (9/1).
Pertemuan 2+2 merupakan forum dialog bilateral yang melibatkan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan dari masing-masing negara. Format ini dirancang untuk memfasilitasi diskusi komprehensif terkait isu-isu strategis di bidang diplomasi, kerja sama pertahanan dan keamanan, serta kepentingan bersama kedua negara dalam menghadapi isu global dan kawasan. Pertemuan perdana 2+2 RI-Turki ini pun merupakan bagian integral dari implementasi Kemitraan Strategis Indonesia-Turki melalui pendalaman hubungan bilateral strategis. Pun menjadi tindak lanjut dari hasil pertemuan pertama High Level Strategic Cooperation Council (HLSC) antara Presiden RI dan Presiden Turki yang berlangsung di Bogor pada 12 Februari 2025.
Pertemuan ini mengusung pendekatan komprehensif yang mencakup dialog mengenai isu-isu utama di bidang pertahanan, keamanan, kerja sama ekonomi dan pembangunan strategis, serta upaya bersama dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah. Selain itu, kedua negara akan membahas secara mendalam peluang penguatan kerja sama bilateral, konsolidasi kepentingan strategis bersama, serta komitmen terhadap nilai-nilai multilateralisme yang inklusif dan saling menguntungkan.
Untuk diketahui, saat ini, Indonesia telah memiliki mekanisme Pertemuan 2+2 tingkat Menteri dengan Australia, Jepang, Tiongkok, dan Prancis, serta Pertemuan 2+2 tingkat Senior Official dengan Amerika Serikat (AS).
Dengan terselenggaranya pertemuan ini, Turki menjadi negara mitra kelima Indonesia dalam format Pertemuan 2+2 tingkat menteri. Sementara bagi Turki, Indonesia merupakan negara mitra pertama dalam mekanisme 2+2. Delegasi Republik Indonesia dalam Pertemuan Perdana 2+2 Indonesia-Turki akan dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri RI dan Menteri Pertahanan RI, dengan dukungan pejabat dan perwakilan dari Kemlu RI, Kementerian Pertahanan, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia akan mengusung sejumlah substansi pokok prioritas bersama Turki, antara lain penguatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi, perdagangan, serta prioritas pembangunan. Selain itu, akan dibahas pula penguatan kerja sama pertahanan dan keamanan, termasuk perjanjian kerja sama pertahanan, joint exercise, modernisasi pertahanan, serta peluang joint venture dan joint production.
Dialog strategis mengenai dinamika keamanan regional juga menjadi agenda penting, mencakup situasi di Timur Tengah termasuk isu Palestina, Eropa Timur dan kawasan Asia-Pasifik, serta peran masing-masing negara dalam menjaga stabilitas kawasan. Pertemuan 2+2 ini direncanakan akan dirangkaikan dengan kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan RI kepada Presiden Republik Turki, Recep Tayyip Erdogan.
Partisipasi delegasi RI dalam Pertemuan Perdana 2+2 Indonesia-Turki diharapkan menunjukkan perhatian dan komitmen serius Pemerintah Indonesia dalam memperkuat kerja sama strategis dengan Turki. Sebagai hasil konkret, pertemuan ini akan menghasilkan outcome document berupa Joint Statement para Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Indonesia dan Turki yang merefleksikan hasil diskusi, komitmen bersama, serta arah penguatan kerja sama bilateral ke depan. Selain itu, kedua menteri juga akan menyampaikan Joint Press Statement pada akhir pertemuan sebagai bentuk komunikasi publik atas hasil pertemuan tersebut.
Pertemuan Perdana 2+2 Indonesia-Turki diharapkan menjadi momentum positif dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara sekaligus membangun komitmen kerja sama strategis jangka panjang.(M-2)
Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan Air Chief Marshal Zaheer Ahmad Babar Sidhu bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Australia sebagai mitra strategis utama Indonesia usai menandatangani Traktat Keamanan Bersama dengan PM Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka.
Menlu RI Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Erdogan di Istanbul untuk menyampaikan hasil Dialog 2+2 dan menegaskan kerja sama strategis bilateral.
Shehbaz menegaskan kembali bahwa Pakistan menginginkan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, tetapi terus menghadapi terorisme lintas batas yang berasal dari tanah Afghanistan.
INDONESIA dan Turki melakukan kerja sama strategis pertahanan dengan ditandatanganinya perjanjian pengembangan pesawat nirawak
Kedutaan Besar China di AS membantah keras tudingan uji coba nuklir Beijing, menyebutnya sebagai manipulasi politik Washington untuk menjaga hegemoni nuklir.
Indonesia dan Pakistan memperkuat komitmen kemitraan kedua negara di sektor pertahanan, investasi, hingga dukungan terhadap forum kerja sama negara berkembang atau Developing Eight
Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan Air Chief Marshal Zaheer Ahmad Babar Sidhu bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka.
KOLABORASI disebut sebagai salah satu hal utama yang harus dikuatkan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan lintas negara. khususnya antara Indonesia dan Malaysia.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden Xi Jinping umumkan kemitraan strategis baru. Upaya Kanada kurangi ketergantungan pada AS di tengah perang tarif Trump.
Menlu RI Sugiono menegaskan perlunya peningkatan hubungan ekonomi Indonesia–Turki dan meminta dukungan Presiden Erdogan untuk implementasi LPTA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved