Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa otoritas sementara Venezuela telah menyetujui penyerahan antara 30 hingga 50 juta barel minyak mentah berkualitas tinggi kepada Amerika Serikat, sebagai bagian dari kesepakatan strategis antara kedua negara. Pernyataan ini dilontarkan Trump melalui unggahan di platform Truth Social, Selasa (6/1).
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Otoritas Sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang berada di bawah sanksi kepada Amerika Serikat,” tulis Trump.
Trump menjelaskan bahwa minyak tersebut akan dijual sesuai harga pasar dan dana hasil penjualannya akan berada di bawah kendali langsung presiden. Ia menegaskan bahwa uang itu akan digunakan bagi kepentingan masyarakat kedua negara.
“Minyak ini akan dijual sesuai harga pasar, dan uang itu akan berada di bawah kendali saya sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan penggunaannya benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat Venezuela dan Amerika Serikat,” tambahnya.
Trump juga menyebut telah memerintahkan Menteri Energi AS, Chris Wright, untuk segera menindaklanjuti rencana tersebut. Menurutnya, minyak itu akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan sebelum dikirim ke pelabuhan-pelabuhan di Amerika Serikat.
“Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini,” ujar Presiden AS tersebut.
Sehari sebelumnya, Trump menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan minyak Amerika tertarik bekerja di Venezuela dan siap menanamkan investasi di sektor infrastruktur negara tersebut.
Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, kemudian membawa keduanya ke New York. Trump menyatakan Maduro dan Flores akan diadili terkait dugaan narko-terorisme dan dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat. (E-3)
FBI kirim memo peringatan potensi serangan drone Iran dari laut ke California.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Spanyol.
Ancaman Iran menyerang kapal tanker di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasar energi global di tengah konflik dengan AS.
Biaya perang AS-Israel melawan Iran mencapai $11,3 miliar dalam satu minggu. Di tengah inflasi domestik, pengeluaran militer ini memicu kecaman keras dari Kongres.
Presiden Donald Trump menegaskan militer AS telah melumpuhkan kekuatan Iran dalam hitungan jam, namun ia menolak untuk menarik pasukan lebih awal.
Eskalasi konflik di Timur Tengah kian mencekam. Tiga kapal kargo diserang di Selat Hormuz saat Iran mengancam akan memblokir total pasokan minyak ke AS dan Israel.
Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari mendorong pemerintah untuk memperkuat cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) telah beranjak dari kawasan sekitar Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut upaya diplomasi tengah dilakukan untuk mengeluarkan dua kapal tanker milik PIS yang saat ini berada di Selat Hormuz.
Pertamina melakukan mitigasi untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika yang berkembang di kawasan Timur Tengah, yakni perang antara AS dan Israel melawan Iran.
Selat Hormuz kembali menjadi sorotan utama dalam dinamika geopolitik internasional seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved