Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa otoritas sementara Venezuela telah menyetujui penyerahan antara 30 hingga 50 juta barel minyak mentah berkualitas tinggi kepada Amerika Serikat, sebagai bagian dari kesepakatan strategis antara kedua negara. Pernyataan ini dilontarkan Trump melalui unggahan di platform Truth Social, Selasa (6/1).
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Otoritas Sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang berada di bawah sanksi kepada Amerika Serikat,” tulis Trump.
Trump menjelaskan bahwa minyak tersebut akan dijual sesuai harga pasar dan dana hasil penjualannya akan berada di bawah kendali langsung presiden. Ia menegaskan bahwa uang itu akan digunakan bagi kepentingan masyarakat kedua negara.
“Minyak ini akan dijual sesuai harga pasar, dan uang itu akan berada di bawah kendali saya sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan penggunaannya benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat Venezuela dan Amerika Serikat,” tambahnya.
Trump juga menyebut telah memerintahkan Menteri Energi AS, Chris Wright, untuk segera menindaklanjuti rencana tersebut. Menurutnya, minyak itu akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan sebelum dikirim ke pelabuhan-pelabuhan di Amerika Serikat.
“Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini,” ujar Presiden AS tersebut.
Sehari sebelumnya, Trump menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan minyak Amerika tertarik bekerja di Venezuela dan siap menanamkan investasi di sektor infrastruktur negara tersebut.
Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, kemudian membawa keduanya ke New York. Trump menyatakan Maduro dan Flores akan diadili terkait dugaan narko-terorisme dan dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat. (E-3)
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
IRAN menyatakan bahwa mereka masih mempertahankan kendali penuh atas wilayah darat, bawah laut, dan udara Selat Hormuz di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Teheran.
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
AMERIKA Serikat (AS) memperluas kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan kapal induk dan jet tempur tambahan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
PT Pertamina EP (PEP) Adera Field menemukan sumur minyak baru ABB-143 (U1) dengan potensi hingga 3.442 barel minyak per hari (BOPD).
Trump desak raksasa minyak AS restorasi energi Venezuela usai penangkapan Maduro. Analis ingatkan risiko tinggi akibat kerusakan infrastruktur yang parah.
Pengadaan kapal tersebut melalui negosiasi sehingga mendapatkan harga yang sesuai.
Pemerintah bakal memberikan izin kepada masyarakat untuk mengelola sumur-sumur tua.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif impor atas barang-barang dari India menyusul pembelian minyak dari Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved