Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Air Mata Ribuan Keluarga Korban Iringi Satu Tahun Tragedi Jeju Air

Ferdian Ananda Majni
30/12/2025 11:02
Air Mata Ribuan Keluarga Korban Iringi Satu Tahun Tragedi Jeju Air
Kecelakaan Jeju Air yang menewaskan 179 dari 181 penumpang di Korea Selatan tahun lalu(Sosial media X)

KELUARGA para korban bersama pejabat pemerintah berkumpul, Senin (29/12), dalam upacara peringatan menandai satu tahun Tragedi kecelakaan pesawat Jeju Air di Korea Selatan. Bagi banyak keluarga, ketenangan batin yang diharapkan masih belum sepenuhnya mereka rasakan.

Sekitar 1.200 orang, yang terdiri atas anggota keluarga korban, pejabat pemerintah, serta para anggota parlemen, menghadiri upacara peringatan guna memberikan penghormatan terakhir kepada para korban kecelakaan pesawat Jeju Air yang terjadi di Bandara Internasional Muan pada 29 Desember tahun lalu.

Pesawat penumpang yang terbang dari Bangkok itu dilaporkan berupaya melakukan pendaratan darurat tanpa roda pendaratan setelah mengalami tabrakan dengan burung. 

Pesawat tersebut melampaui ujung landasan pacu dan menghantam struktur tanggul beton di area bandara. Benturan tersebut memicu ledakan seketika yang menewaskan seluruh penumpang dan awak, kecuali dua orang awak pesawat yang selamat.

Insiden ini tercatat sebagai salah satu bencana penerbangan paling mematikan dalam sejarah negara tersebut dan memicu dilakukannya penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan. 

Namun demikian, keluarga korban menyatakan kekecewaan terhadap proses penyelidikan yang dipimpin pemerintah, dengan alasan bahwa hasil sementara cenderung menyalahkan pilot yang telah meninggal dunia.

Menjelang dimulainya upacara, sirene dibunyikan selama satu menit tepat pada pukul 09.03 pagi waktu setempat, bertepatan dengan waktu terjadinya kecelakaan setahun lalu. Rangkaian peringatan diawali dengan penampilan musik klasik, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta serta prosesi peletakan bunga.

Para keluarga yang ditinggalkan dan tamu undangan lainnya secara bergiliran meletakkan bunga krisan putih di altar sebagai penghormatan kepada arwah 179 korban, sementara nama-nama mereka dibacakan satu per satu.

Terminal penumpang yang menjadi lokasi upacara dipenuhi suasana duka, dengan isak tangis dan ratapan terdengar setiap kali nama korban disebutkan. 

Para keluarga terlihat saling bersandar satu sama lain dalam kesedihan, beberapa di antaranya memegangi dada mereka, berusaha menahan emosi yang mendalam.

Kim Yoo-jin, ketua kelompok perwakilan keluarga korban, mengenang bagaimana hidupnya runtuh sepenuhnya saat mendengar pernyataan semua penumpang tewas, sambil menyaksikan ambulans meninggalkan lokasi kejadian dengan sirene yang tidak dinyalakan.

"Tragedi ini tidak akan pernah benar-benar berakhir kecuali tanggung jawab atas bencana ini sepenuhnya ditangani," ujarnya dalam pidato pada upacara peringatan tersebut.

Usai upacara, keluarga-keluarga korban mengunjungi lokasi tanggul beton yang ditabrak pesawat sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus untuk berpamitan dengan orang-orang tercinta yang telah pergi.

Dalam sebuah pesan video, Presiden Lee Jae Myung menyampaikan permohonan maaf kepada para korban dan keluarga yang berduka. Ia berjanji akan memastikan dilakukannya penyelidikan yang kredibel dan transparan atas kecelakaan tersebut, serta memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban.

"Saya tahu tidak ada kata-kata yang dapat sepenuhnya memberikan penghiburan," kata Lee dalam pesannya dikutip The Korea Times, Selasa (30/12).

"Sebagai presiden yang dipercayakan untuk melindungi nyawa dan keselamatan rakyat, saya menyampaikan permintaan maaf saya yang terdalam," tambahnya.

Partai berkuasa maupun oposisi turut menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan menegaskan komitmen mereka untuk melakukan segala upaya demi mengungkap kebenaran di balik tragedi tersebut.

Sejumlah kelompok masyarakat sipil juga mengeluarkan pernyataan yang mendesak pemerintah agar mengungkap fakta dan penyebab kecelakaan fatal itu secara menyeluruh dan bertanggung jawab. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya