Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Donald Trump Klaim Pasukan AS Hancurkan Fasilitas Besar di Venezuela

Thalatie K Yani
30/12/2025 06:09
Donald Trump Klaim Pasukan AS Hancurkan Fasilitas Besar di Venezuela
Presiden Donald Trump mengklaim pasukan AS telah menghancurkan fasilitas besar di Venezuela yang diduga sebagai pusat distribusi narkoba. Simak detail pernyataannya.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim pasukan militer AS telah menyerang sebuah "fasilitas besar" di Venezuela pekan lalu. Meski demikian, Trump tidak merinci lokasi pasti maupun jenis fasilitas yang dimaksud dalam pernyataan yang belum dikonfirmasi oleh Gedung Putih tersebut.

Pengakuan ini pertama kali disampaikan Trump saat berbicara dengan donor Partai Republik, John Catsimatidis, pada Jumat lalu. "Kami baru saja melumpuhkan, saya tidak tahu apakah Anda sudah membaca atau melihatnya, mereka punya pabrik besar, atau fasilitas besar, tempat kapal-kapal berasal. Dua malam lalu, kami melumpuhkannya. Jadi kami memukul mereka sangat keras," ujar Trump.

Pada Senin (29/12), usai bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Trump memberikan keterangan tambahan mengenai karakteristik serangan tersebut. "Yah, itu tidak masalah. Tapi terjadi ledakan besar di area dermaga tempat mereka memuat narkoba ke kapal. Kami menyerang area tersebut," tuturnya.

"Jadi kami menyerang semua kapal dan sekarang kami menyerang area implementasi... tempat mereka beroperasi, dan itu kini sudah tidak ada lagi."

Otoritas Operasi Terselubung dan Narkoba

Sebelumnya pada Oktober, Trump telah mengonfirmasi memberikan otorisasi kepada Central Intelligence Agency (CIA) untuk melakukan operasi terselubung di Venezuela. Ia menyebut dua alasan utama di balik keputusan tersebut: arus migran dari penjara Venezuela ke AS melalui perbatasan yang terbuka, serta masalah penyelundupan narkoba.

Jika klaim serangan atau aksi terselubung ini terkonfirmasi, maka ini akan menandai serangan darat pertama AS ke Venezuela sejak Pentagon mulai meningkatkan kekuatan tempur di wilayah tersebut. Pemerintahan Trump menuding Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, mengarahkan langsung jaringan perdagangan narkoba di wilayah tersebut.

Ketidakpastian dan Bukti Lapangan

Meski Trump telah bersuara lantang, Pemerintah Venezuela hingga saat ini belum memberikan komentar resmi. Belum ada pula laporan independen dari dalam negeri Venezuela yang mengonfirmasi insiden yang dideskripsikan oleh Trump.

Namun, sebuah rekaman video yang diunggah secara daring pada 24 Desember lalu sempat menunjukkan ledakan yang disebut-sebut terjadi di zona industri kotamadya San Francisco, negara bagian Zulia. Hingga kini, keaslian video maupun keterkaitan fasilitas tersebut dengan serangan AS belum diverifikasi secara independen.

Saat ini, AS menempatkan sekitar 15.000 personel di Karibia dan Teluk Meksiko, termasuk gugus tempur kapal induk, jet tempur F-35, dan kapal penjaga pantai. Gedung Putih menyebut postur militer ini sebagai "karantina" maritim, yang bertujuan untuk menegakkan sanksi dan mengganggu ekspor minyak serta jalur perdagangan ilegal di negara tersebut. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik