Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

3 Tewas Dalam Serangan Militer AS di Karibia

Thalatie K Yani
07/11/2025 11:42
3 Tewas Dalam Serangan Militer AS di Karibia
Militer AS melancarkan serangan mematikan terhadap kapal yang disebut terkait organisasi teroris di Karibia atas perintah Presiden Donald Trump. (Media Sosial X)

MILITER Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sebuah kapal di perairan Karibia, Kamis (6/11), yang menewaskan tiga orang. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengonfirmasi operasi tersebut dilakukan atas perintah langsung Presiden Donald Trump.

“Hari ini, atas arahan Presiden Trump, Departemen Perang melaksanakan serangan kinetik mematikan terhadap kapal yang dioperasikan oleh organisasi teroris yang telah ditetapkan,” kata Hegseth melalui unggahan di platform X. Ia menambahkan bahwa kapal tersebut tengah menyelundupkan narkotika di perairan internasional.

Hegseth memastikan tidak ada personel militer AS yang terluka dalam operasi tersebut.

Kampanye Anti-Narkotika yang Mematikan

Serangan ini menjadi bagian dari kampanye militer AS untuk menekan arus perdagangan narkotika menuju Amerika Serikat. Sejak operasi dimulai pada awal September, militer AS telah melancarkan 17 serangan yang menewaskan 70 orang dan menghancurkan 18 kapal.

Dari seluruh insiden tersebut, hanya tiga orang yang dilaporkan selamat. Dua di antaranya sempat ditahan sementara oleh Angkatan Laut AS sebelum dikembalikan ke negara asal mereka, sementara satu lainnya dinyatakan hilang dan diduga tewas setelah pencarian oleh Angkatan Laut Meksiko.

Pemerintah Trump Klaim “Konflik Bersenjata”

Pemerintahan Trump memberi tahu Kongres Amerika Serikat kini berada dalam “konflik bersenjata” melawan kartel narkotika, dimulai sejak serangan pertama pada 2 September. Mereka menyebut para korban sebagai “kombatan ilegal” dan mengklaim memiliki kewenangan untuk melakukan serangan mematikan tanpa proses pengadilan, berdasarkan temuan rahasia dari Departemen Kehakiman.

Namun, sejumlah anggota Kongres dan kelompok hak asasi manusia mempertanyakan dasar hukum kebijakan tersebut. Mereka menilai bahwa tersangka penyelundup narkotika seharusnya diadili melalui proses hukum, sebagaimana kebijakan interdiksi narkotika AS sebelum Trump menjabat.

Minim Bukti Publik

Hingga kini, pemerintahan Trump belum memberikan bukti publik yang menunjukkan keberadaan narkotika di kapal yang diserang, maupun keterkaitan langsung kapal tersebut dengan kartel narkotika.

Sementara itu, pejabat militer menegaskan tidak ada anggota pasukan AS yang terluka dalam seluruh rangkaian serangan tersebut.

Kebijakan agresif ini menambah daftar panjang tindakan militer AS yang menuai kontroversi, terutama terkait batas antara penegakan hukum dan operasi militer di luar negeri. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik