Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sebuah kapal di perairan Karibia, Kamis (6/11), yang menewaskan tiga orang. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengonfirmasi operasi tersebut dilakukan atas perintah langsung Presiden Donald Trump.
“Hari ini, atas arahan Presiden Trump, Departemen Perang melaksanakan serangan kinetik mematikan terhadap kapal yang dioperasikan oleh organisasi teroris yang telah ditetapkan,” kata Hegseth melalui unggahan di platform X. Ia menambahkan bahwa kapal tersebut tengah menyelundupkan narkotika di perairan internasional.
Hegseth memastikan tidak ada personel militer AS yang terluka dalam operasi tersebut.
Serangan ini menjadi bagian dari kampanye militer AS untuk menekan arus perdagangan narkotika menuju Amerika Serikat. Sejak operasi dimulai pada awal September, militer AS telah melancarkan 17 serangan yang menewaskan 70 orang dan menghancurkan 18 kapal.
Dari seluruh insiden tersebut, hanya tiga orang yang dilaporkan selamat. Dua di antaranya sempat ditahan sementara oleh Angkatan Laut AS sebelum dikembalikan ke negara asal mereka, sementara satu lainnya dinyatakan hilang dan diduga tewas setelah pencarian oleh Angkatan Laut Meksiko.
Pemerintahan Trump memberi tahu Kongres Amerika Serikat kini berada dalam “konflik bersenjata” melawan kartel narkotika, dimulai sejak serangan pertama pada 2 September. Mereka menyebut para korban sebagai “kombatan ilegal” dan mengklaim memiliki kewenangan untuk melakukan serangan mematikan tanpa proses pengadilan, berdasarkan temuan rahasia dari Departemen Kehakiman.
Namun, sejumlah anggota Kongres dan kelompok hak asasi manusia mempertanyakan dasar hukum kebijakan tersebut. Mereka menilai bahwa tersangka penyelundup narkotika seharusnya diadili melalui proses hukum, sebagaimana kebijakan interdiksi narkotika AS sebelum Trump menjabat.
Hingga kini, pemerintahan Trump belum memberikan bukti publik yang menunjukkan keberadaan narkotika di kapal yang diserang, maupun keterkaitan langsung kapal tersebut dengan kartel narkotika.
Sementara itu, pejabat militer menegaskan tidak ada anggota pasukan AS yang terluka dalam seluruh rangkaian serangan tersebut.
Kebijakan agresif ini menambah daftar panjang tindakan militer AS yang menuai kontroversi, terutama terkait batas antara penegakan hukum dan operasi militer di luar negeri. (CNN/Z-2)
Ekspedisi CEFAS mengungkap rahasia laut dalam Karibia. Ditemukan gunung bawah laut, "blue hole" raksasa, hingga terumbu karang purba yang tak tersentuh perubahan iklim.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Laporan NYT mengungkap AS menggunakan pesawat samaran sipil dalam serangan kapal Venezuela, memicu dugaan kejahatan perang dan taktik terlarang 'perfidy'.
Presiden Donald Trump mengonfirmasi pengejaran tanker Bella 1 di lepas pantai Venezuela dan mengancam akan menyita minyak tersebut untuk cadangan strategis AS.
Pemerintahan Trump menyita kapal tanker 'Centuries' di perairan internasional. Venezuela menuding AS melakukan pembajakan dan menggandeng Iran untuk melawan.
Serangkaian serangan militer AS terhadap kapal yang diduga pengangkut narkotika memunculkan pertanyaan hukum setelah muncul laporan bahwa dua penyintas tewas dalam serangan lanjutan.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sebenarnya ingin bernegosiasi, meskipun tidak berani mengakuinya secara terbuka
Presiden AS Donald Trump resmi umumkan jadwal kunjungan ke Tiongkok untuk bertemu Xi Jinping. Kunjungan pertama dalam 10 tahun ini sempat tertunda akibat krisis Selat Hormuz.
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan Iran agar segera menerima kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
Donald Trump menyebut negosiator Iran takut dibunuh rakyatnya sendiri jika mengaku berunding dengan AS. Di sisi lain, Iran sebut negosiasi adalah kekalahan.
Iran bantah klaim Donald Trump soal negosiasi damai. Dugaan manipulasi pasar mencuat setelah adanya lonjakan trading mencurigakan sebelum klaim Trump di media sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved