Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
HUBUNGAN diplomatik antara Amerika Serikat dan Venezuela mencapai titik didih setelah pasukan AS kembali menyita sebuah kapal tanker bermuatan minyak di lepas pantai Venezuela, Sabtu (20/12/2025). Menanggapi aksi tersebut, Pemerintah Venezuela segera menjalin komunikasi dengan Iran untuk melawan apa yang mereka sebut sebagai "tindakan bajak laut" dan "terorisme internasional" oleh Washington.
Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, mengungkapkan telah berbicara via telepon dengan Menlu Iran, Abbas Araghchi. Dalam pembicaraan tersebut, Teheran menyatakan "solidaritas penuh" dan menawarkan kerja sama di segala bidang untuk menghadapi tekanan AS yang dinilai melanggar hukum internasional.
"Kami membahas perkembangan terbaru di Karibia, khususnya ancaman dan pencurian kapal-kapal bermuatan minyak Venezuela," ujar Gil melalui pernyataan resmi di Telegram.
Penyitaan terbaru ini menimpa kapal bernama Centuries, sebuah tanker berbendera Panama. Operasi dipimpin oleh Penjaga Pantai AS (US Coast Guard) dengan dukungan Departemen Perang di perairan internasional. Sekretaris Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, mengunggah video berdurasi tujuh menit yang memperlihatkan helikopter militer AS mendarat di dek kapal tersebut dalam operasi sebelum fajar.
"Amerika Serikat akan terus mengejar pergerakan minyak terlarang yang digunakan untuk mendanai narkoterorisme di kawasan ini. Kami akan menemukan Anda, dan kami akan menghentikan Anda," tegas Noem melalui platform X.
Meski demikian, penelusuran catatan menunjukkan bahwa kapal Centuries tidak masuk dalam daftar hitam sanksi Departemen Keuangan AS. Hal ini menambah kontroversi di tengah perintah Presiden Donald Trump yang menginstruksikan "blokade total dan lengkap" terhadap tanker minyak yang keluar-masuk Venezuela.
Pemerintah Venezuela mengecam keras operasi tersebut dan menyebutnya sebagai aksi penculikan kru serta pencurian sumber daya alam. Caracas menyatakan akan membawa kasus ini ke Dewan Keamanan PBB dan lembaga multilateral lainnya.
"Tindakan ini tidak akan dibiarkan tanpa hukuman," bunyi pernyataan resmi Pemerintah Venezuela.
Aksi penyitaan ini terjadi di tengah peningkatan kehadiran militer AS di perairan Karibia dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, AS juga menyita kapal tanker Skipper yang dituduh sebagai bagian dari "armada hantu" pengangkut minyak ilegal.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa AS tidak akan gentar melakukan operasi interdisi maritim untuk membongkar jaringan kriminal. Namun, agresi AS ini mulai mendapat sorotan tajam dari Kongres, menyusul serangan mematikan terhadap kapal-kapal yang diduga penyelundup narkoba yang telah menewaskan sekitar 100 orang tanpa bukti publik yang jelas.
Venezuela, sebagai pemilik cadangan minyak terbesar di dunia, kini berada dalam posisi terjepit karena ekonomi mereka sangat bergantung pada ekspor minyak yang tengah diblokade oleh pemerintahan Trump. (CNN/BBC/Z-2)
Pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado menyerahkan medali Nobel Perdamaian militer kepada Donald Trump.
Militer AS menyita kapal tanker Veronica di Laut Karibia sebagai bagian dari blokade minyak Venezuela. Pemerintahan Trump mulai menjual minyak hasil sitaan senilai US$500 juta.
SATU tahun memasuki masa jabatan keduanya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghancurkan tatanan usai Perang Dunia II yang belum pernah terjadi.
Drama di Capitol Hill berakhir dengan kemenangan Donald Trump. Republikan gagalkan resolusi pembatasan wewenang militer di Venezuela lewat suara penentu JD Vance.
Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez mengumumkan pembebasan ratusan tahanan. Donald Trump klaim hubungan AS-Venezuela kini membaik.
INDONESIA menyatakan keprihatinan besar terhadap kondisi tatanan dunia dan penegakan hukum internasional yang semakin rapuh.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
Reza Pahlavi menyatakan keyakinannya bahwa keruntuhan Republik Islam Iran hanyalah masalah waktu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved