Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Operasi Dihentikan, Penjaga Pantai AS Setop Pencarian Korban Serangan Kapal Narkoba

Thalatie K Yani
03/1/2026 11:11
Operasi Dihentikan, Penjaga Pantai AS Setop Pencarian Korban Serangan Kapal Narkoba
Penjaga Pantai AS resmi menghentikan pencarian korban di Samudra Pasifik setelah serangan militer terhadap konvoi kapal penyelundup narkoba.(US coast guard)

PASUKAN Penjaga Pantai Amerika Serikat (US Coast Guard) mengumumkan penghentian operasi pencarian korban hilang di perairan Samudra Pasifik Timur pada Jumat malam waktu setempat. Keputusan ini diambil menyusul serangan militer AS terhadap sejumlah kapal yang diduga mengangkut narkoba di awal pekan ini.

Sebelumnya, militer AS melaporkan telah menyerang sebuah "konvoi" yang terdiri dari tiga kapal penyelundup narkoba di perairan internasional pada Selasa lalu. Serangan tersebut menewaskan tiga orang di salah satu kapal, sementara awak di dua kapal lainnya memilih meninggalkan kapal mereka dan terjun ke laut.

Komando Selatan AS (US Southern Command) menyatakan telah berkoordinasi dengan Penjaga Pantai sesaat setelah serangan untuk mengaktifkan upaya pencarian dan penyelamatan (SAR). Meski demikian, lokasi pasti serangan tersebut sempat tidak dipublikasikan secara mendetail.

Kendala Jarak dan Cuaca

Dalam rilis resmi pada hari Jumat, Penjaga Pantai AS menjelaskan mereka telah memimpin upaya pencarian selama lebih dari 65 jam. Operasi difokuskan pada area sekitar 400 mil laut di sebelah barat daya perbatasan Meksiko-Guatemala.

Namun, operasi ini menghadapi tantangan besar. Penjaga Pantai mengakui bahwa sumber daya yang tersedia sangat terbatas karena kendala jarak tempuh dan jangkauan lokasi yang sangat jauh dari pangkalan.

"Menghentikan pencarian bukanlah hal yang mudah. Mengingat upaya pencarian yang telah dilakukan secara menyeluruh, tidak adanya tanda-tanda positif, serta menurunnya probabilitas kelangsungan hidup, kami menghentikan upaya pencarian aktif sambil menunggu perkembangan lebih lanjut," ujar Kapten Penjaga Pantai, Patrick Dill, dalam rilis tersebut.

Probabilitas Keselamatan Rendah

Pihak berwenang menilai bahwa peluang untuk menemukan korban dalam keadaan selamat saat ini sangatlah kecil. Faktor waktu yang telah berlalu sejak insiden terjadi, kondisi lingkungan laut yang ekstrem, serta keterbatasan logistik di lokasi menjadi pertimbangan utama penghentian operasi ini.

"Pada tahap respons saat ini, kemungkinan hasil yang sukses, berdasarkan waktu yang telah berlalu, kondisi lingkungan, dan sumber daya yang tersedia bagi seseorang di air, sangatlah rendah," tambah Kapten Dill.

Hingga saat ini, belum ada informasi tambahan mengenai identitas para korban maupun asal negara kapal-kapal yang terlibat dalam konvoi penyelundupan tersebut. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya