Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Militer AS Kembali Serang Kapal Terduga Pengedar Narkoba, 2 Orang Tewas

Thalatie K Yani
10/2/2026 08:45
Militer AS Kembali Serang Kapal Terduga Pengedar Narkoba, 2 Orang Tewas
Militer AS kembali meluncurkan serangan mematikan terhadap kapal terduga pengedar narkoba di Samudra Pasifik.(SOUTHCOM)

KOMANDO Selatan Amerika Serikat (SOUTHCOM) mengonfirmasi telah melancarkan serangan mematikan terhadap sebuah kapal yang diduga terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba di Samudra Pasifik bagian timur, Senin (9/2). Insiden ini mengakibatkan dua orang tewas dan satu orang lainnya selamat.

Pihak SOUTHCOM menyatakan serangan tersebut diperintahkan langsung oleh Komandan SOUTHCOM, Jenderal Francis L. Donovan. Operasi yang dinamakan Gugus Tugas Gabungan Southern Spear ini menyasar kapal yang dioperasikan oleh organisasi teroris yang telah ditetapkan.

"Pada 9 Februari, atas arahan komandan #SOUTHCOM Jenderal Francis L. Donovan, Gugus Tugas Gabungan Southern Spear melakukan serangan kinetik mematikan terhadap sebuah kapal yang dioperasikan oleh Organisasi Teroris Terpilih," ungkap pernyataan resmi SOUTHCOM melalui platform X.

Pihak militer juga telah berkoordinasi dengan Penjaga Pantai AS (US Coast Guard) untuk melakukan misi pencarian dan penyelamatan terhadap satu orang penyintas dalam serangan tersebut.

Kampanye Kontroversial di Bawah Pemerintahan Trump

Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 121 orang telah tewas dalam rangkaian serangan terhadap kapal-kapal terduga pengedar narkoba sebagai bagian dari Operasi Southern Spear. Pemerintahan Donald Trump mengeklaim operasi ini bertujuan untuk memutus rantai perdagangan narkotika internasional secara ekstrem.

Namun, operasi ini memicu perdebatan sengit mengenai aspek hukum dan kemanusiaan. Pemerintah AS melabeli para korban yang tewas sebagai "kombatan yang tidak sah" (unlawful combatants). Berdasarkan temuan rahasia Departemen Kehakiman, pemerintah mengeklaim memiliki wewenang untuk melancarkan serangan mematikan tanpa perlu melalui tinjauan yudisial.

Sorotan Terkait Legalitas Operasi

Serangan pada Senin ini merupakan serangan ketiga yang dipublikasikan sepanjang tahun ini. Meskipun pemerintah gencar melakukan serangan, bukti-bukti publik yang menunjukkan keterkaitan para korban dengan kartel narkoba masih sangat minim. Sering kali tidak ada bukti jelas apakah setiap kapal yang diserang benar-benar membawa muatan narkotika.

Legalitas serangan ini kini berada di bawah pengawasan ketat Kongres AS. Para anggota dewan memberikan perhatian khusus pada insiden pertama yang terjadi pada 2 September lalu, di mana serangan lanjutan dilakukan untuk menewaskan dua kru yang awalnya selamat.

Sejumlah pengacara militer, baik yang masih aktif maupun mantan, menyatakan kepada CNN bahwa rangkaian serangan dalam Operasi Southern Spear ini tampaknya tidak sesuai dengan koridor hukum internasional yang berlaku. (CNN/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya