Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Trump Tunjuk Jeff Landry Sebagai Utusan Khusus untuk Greenland, Denmark Meradang dan Tuntut Penjelasan

Thalatie K Yani
23/12/2025 04:49
Trump Tunjuk Jeff Landry Sebagai Utusan Khusus untuk Greenland, Denmark Meradang dan Tuntut Penjelasan
Donald Trump memicu ketegangan diplomatik setelah menunjuk Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk Greenland(Media Sosial X)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu perselisihan diplomatik dengan Denmark setelah menunjuk seorang utusan khusus untuk Greenland. Langkah ini mempertegas ambisi lama Trump untuk menganeksasi pulau luas di wilayah Arktik tersebut menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Pada hari Minggu, Trump mengumumkan penunjukan Jeff Landry, Gubernur Louisiana dari Partai Republik, sebagai utusan khusus untuk Greenland, wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark. Melalui unggahan di platform X, Landry menyatakan kehormatannya mengemban tugas tersebut demi "menjadikan Greenland bagian dari AS".

Reaksi Keras Denmark dan Greenland

Keputusan ini memicu kemarahan di Kopenhagen. Pemerintah Denmark menyatakan akan segera memanggil duta besar AS untuk meminta penjelasan. Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, menyebut penunjukan tersebut "sangat mengecewakan" dan memperingatkan Washington untuk menghormati kedaulatan mereka.

"Selama kita memiliki kerajaan yang terdiri dari Denmark, Kepulauan Faroe, dan Greenland, kita tidak bisa menerima tindakan yang merusak integritas teritorial kami," tegas Rasmussen kepada penyiar Denmark, TV2.

Senada dengan Denmark, Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menegaskan nasib wilayahnya berada di tangan rakyatnya sendiri. "Penunjukan utusan khusus tidak mengubah apa pun bagi kami. Kami memutuskan masa depan kami sendiri. Greenland milik rakyat Greenland, dan integritas teritorial harus dihormati," ujar Nielsen.

Ambisi Strategis dan Kekayaan Mineral

Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari, Trump menghidupkan kembali minatnya pada Greenland karena lokasi strategis dan kekayaan mineralnya. Trump bahkan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk mengamankan kontrol atas pulau tersebut, sebuah sikap yang mengejutkan Denmark sebagai sekutu NATO.

Meskipun sebagian besar dari 57.000 penduduk Greenland mendukung kemerdekaan dari Denmark di masa depan, jajak pendapat menunjukkan penolakan besar-besaran untuk menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, turut memberikan dukungan melalui media sosial, menyatakan bahwa UE berdiri dalam "solidaritas penuh dengan Denmark dan rakyat Greenland."

Rekam Jejak Jeff Landry

Jeff Landry, veteran militer dan mantan perwira polisi, sebelumnya menyuarakan dukungannya terhadap ide Trump. Pada Januari lalu, ia menulis bergabungnya Greenland ke AS akan memberikan dampak "luar biasa bagi mereka dan bagi kita." Landry menyatakan peran barunya ini tidak akan mengganggu tugasnya sebagai Gubernur Louisiana.

Penunjukan utusan khusus merupakan posisi informal yang tidak memerlukan persetujuan negara tuan rumah, berbeda dengan diplomat resmi. Namun, langkah ini menjadi sinyal kuat  ambisi Trump untuk memperluas pengaruh AS di belahan bumi barat, khususnya di wilayah Arktik yang kini menjadi medan persaingan strategis global, tetap tidak meredup. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya