Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesiapan untuk kembali turun tangan sebagai juru damai dalam meredakan ketegangan konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja yang kembali memanas baru-baru ini.
"Saya benci mengatakan ini, satu lagi (konflik) Kamboja-Thailand, baru mulai hari ini. Besok saya harus menelepon, dan saya rasa mereka akan mengerti," ucap Trump menanggapi sengketa perbatasan yang telah memicu gelombang evakuasi massal itu.
Tercatat setengah juta warga Thailand dan Kamboja harus mengungsi dari perbatasan akibat sengketa perbatasan yang kembali pecah pada awal pekan ini. Trump menyebut sejumlah konflik yang pernah ikut diselesaikan. Dia yakin konflik tersebut juga bisa segera beres.
"Siapa lagi yang bisa bilang, saya cukup menelepon untuk menghentikan perang dua negara yang sangat kuat?" tambahnya.
Thailand dan Kamboja sudah lama berseteru soal batas yang digambar ulang sejak masa kolonial Prancis. Sengketa batas sepanjang 800 km di sekitar kompleks candi kuno yang diklaim kedua negara beberapa kali memicu bentrokan bersenjata.
Trump sebelumnya ikut menandatangani kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara pada Oktober lalu saat melakukan kunjungan ke Asia. Namun, kesepakatan itu rapuh dan ketegangan kembali mencuat. Thailand menangguhkan perjanjian itu sebulan kemudian.
Washington belum menjelaskan secara rinci bentuk intervensi yang akan ditempuh namun Trump memastikan dirinya akan kembali memainkan peran.
Bentrokan terbaru antara militer Kamboja dan Thailand pada Rabu (10/12) telah memaksa lebih dari setengah juta warga sipil dari kedua negara meninggalkan rumah mereka akibat meningkatnya eskalasi konflik bersenjata di wilayah perbatasan.
Lebih dari 500 ribu penduduk dari kedua negara meninggalkan rumah mereka di wilayah yang menjadi lokasi baku tembak jet tempur, tank, dan drone. Insiden ini juga dilaporkan telah merenggut sedikitnya 11 korban jiwa yang terdiri atas prajurit Thailand dan warga sipil Kamboja.
Kamboja maupun Thailand saling tuding. Eskalasi terbaru pada Selasa meluas ke lima provinsi di masing-masing negara. Di Kota Samraong, Kamboja bagian barat laut, dentuman artileri dari arah kompleks candi tua yang terletak di zona sengketa terdengar jelas.
Bentrokan tersebut menjadi yang paling mematikan sejak pertempuran lima hari pada Juli yang menewaskan puluhan orang sebelum gencatan senjata rapuh disepakati berkat campur tangan Trump.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri, mengatakan pemindahan besar-besaran warga dilakukan karena ancaman keselamatan yang dinilai semakin nyata.
"Lebih dari 400.000 warga telah kami pindahkan ke tempat aman. Kami ingin mencegah terulangnya serangan terhadap warga sipil seperti yang kami alami pada Juli 2025," ungkapnya.
Di pihak Kamboja, juru bicara Kementerian Pertahanan Maly Socheata menyampaikan sebanyak 101.229 warga dievakuasi ke lokasi perlindungan maupun rumah keluarga di lima provinsi sejak Selasa malam.
Warga O’Smach, Lay Non, 55 tahun, yang bekerja sebagai petugas keamanan kasino, meninggalkan kota itu bersama keluarga. Ia merasa lebih tenang berlindung di kompleks wihara dekat patung Buddha besar.
“Pertempuran kali ini lebih keras. Pesawat Thailand menjatuhkan bom,” tuturnya.
Di Thailand, Pratuan Chuawong, petani yang tinggal kurang dari 500 meter dari perbatasan, kembali dihantui ketakutan serupa seperti pada pertempuran Juli lalu. Setelah insiden sebelumnya, warga desanya membangun bunker di area wihara untuk menghindari serangan artileri.
“Kali ini terasa lebih parah. Suara ledakan semakin keras tiap malam. Saya terus bertanya, apakah pelurunya akan jatuh di sini?" tuturnya.
Kamboja memutuskan menarik seluruh atletnya dari SEA Games Thailand 2025 setelah eskalasi konflik perbatasan dengan tuan rumah memicu korban jiwa dan eksodus massal warga.
Kamboja resmi menyatakan mundur dari seluruh cabang SEA Games setelah situasi keamanan di wilayah perbatasan kembali memanas. Kepala Komite Olimpiade Nasional Kamboja (NOCC) Vath Chamroeun mengirim surat kepada Federasi SEA Games pada Rabu dengan menyebut keputusan tersebut diambil semata demi keselamatan atlet.
“Karena kekhawatiran serius dan permintaan keluarga para atlet untuk memulangkan kerabat mereka segera, NOCC harus menarik seluruh delegasi dan mengatur kepulangan mereka ke Kamboja demi alasan keamanan,” tulis Chamroeun dikutip dari AFP.
Sebelumnya, Kamboja hanya menarik diri dari delapan cabang olahraga. Namun bentrokan yang kembali pecah membuat pemerintah mengambil langkah penuh. Delegasi kecil Kamboja masih sempat mengikuti parade atlet pada upacara pembukaan yang dihadiri keluarga Kerajaan Thailand dan menampilkan idola K-pop asal Thailand, BamBam. (Ndf/I-1)
Thailand menolak ancaman tarif AS sebagai tekanan untuk berunding dengan Kamboja, di tengah konflik perbatasan yang memaksa lebih dari 500 ribu warga mengungsi.
PM Malaysia Anwar Ibrahim dorong diplomasi Thailand–Kamboja untuk redakan ketegangan perbatasan yang memicu ratusan ribu pengungsian dan korban jiwa.
Menlu Thailand menilai deklarasi damai Thailand-Kamboja versi Trump dibuat tergesa-gesa, sementara bentrokan berlanjut dan klaim gencatan senjata dibantah AS.
Tiongkok ikut berperan dalam meredakan konflik Thailand dan Kamboja yang kembali meningkat di kawasan
ASEAN menyerukan deeskalasi total dan penghentian perseteruan Thailand-Kamboja setelah pertemuan khusus Menlu ASEAN di Kuala Lumpur.
Thailand dan Kamboja sepakat melanjutkan pembicaraan gencatan senjata pada 24 Desember dalam kerangka Komite Perbatasan Umum.
Thailand dan Kamboja belum mencapai kesepakatan gencatan senjata dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN yang digelar di Malaysia pada Senin (22/12).
Bentrokan bersenjata di perbatasan Thailand-Kamboja hingga Senin 22 Desember menewaskan puluhan orang, termasuk tentara dan warga sipil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved