Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Anwar Ibrahim Luncurkan Memoar dan Kumpulan Gagasan

Basuki Eka Purnama
08/12/2025 07:52
Anwar Ibrahim Luncurkan Memoar dan Kumpulan Gagasan
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim(AFP/Tobias Schwarz)

PERDANA Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meluncurkan buku terbarunya, Rethinking Ourselves: Justice, Reform and Ignorance in Postnormal Times. Karya ini tidak hanya berfungsi sebagai memoar pribadi, tetapi juga memuat kumpulan gagasannya yang matang sejak era 1970-an, menawarkan cetak biru filosofis bagi masa depan Malaysia.

Dalam keterangan resmi di Kuala Lumpur, Minggu (7/12), Anwar mengungkapkan bahwa catatan yang menjadi dasar buku ini lahir dari perenungannya yang mendalam saat ia menjalani masa tahanan di Penjara Sungai Buloh, Selangor. Di balik jeruji besi, ia banyak memikirkan konsep keadilan, harga diri bangsa, dan arah masa depan negara.

Buku ini, menurut Anwar, jauh melampaui sekadar catatan pribadi. Ini adalah manifesto gagasan untuk membentuk negara yang beradab. Ia menerjemahkan visinya tersebut sebagai pembangunan negara yang “berasaskan kekuatan nilai, keberanian moral, dan martabat rakyatnya.”

“Buku ini bukan sekadar memoar, tetapi sejumlah gagasan untuk membangun sebuah negara yang beradab, berasaskan kekuatan nilai, keberanian moral, dan martabat rakyatnya,” kata Anwar.

Secara spesifik, buku ini secara tajam mengangkat berbagai persoalan krusial yang dihadapi Malaysia, termasuk:

  • Pemberantasan Korupsi yang dianggap merampas martabat bangsa.
  • Upaya untuk menyembuhkan luka golongan dan menangkal ekstremisme agama.
  • Bagaimana sebuah negara pascakolonial dapat menemukan kembali kedaulatan pikiran dan martabat rakyatnya.

Anwar juga menegaskan bahwa karya ini merangkul tantangan kontemporer, atau zeitgeist zaman baru, yang harus direspons oleh Malaysia. Ini mencakup arus digitalisasi, perkembangan kecerdasan buatan (AI), dan transisi energi.

“Saya juga mengangkat zeitgeist atau tantangan zaman baru, termasuk arus digital, kecerdasan buatan, dan transisi energi, yang menuntut negara ini mengejar kemajuan tanpa kehilangan jiwanya,” ujarnya. 

Ia menambahkan sebuah pesan penting mengenai keseimbangan: “Teknologi memperkuat kita, tetapi nilai dan kemanusiaanlah yang memberi makna pada kemajuan.”

Catatan yang telah terkumpul selama lebih dari satu dekade ini berhasil terwujud menjadi buku berkat dukungan istrinya, Azizah. Oleh karena itu, Anwar mempersembahkan karya ini kepada sang istri.

Lebih dari sekadar peluncuran karya sastra dan politik, inisiatif ini juga mengusung misi kemanusiaan. Anwar mengumumkan bahwa setiap sen keuntungan dari royalti penjualan buku – yang rencananya akan diterbitkan secara global di Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Eropa – akan didonasikan sepenuhnya untuk membantu para pelajar miskin di Malaysia. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya