Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kecam Ancaman AS, Venezuela Sebut Tuduhan Terorisme sebagai Kebohongan

Dhika Kusuma Winata
01/12/2025 14:09
Kecam Ancaman AS, Venezuela Sebut Tuduhan Terorisme sebagai Kebohongan
Nicolas Maduro.(Al Jazeera)

PEMERINTAH Venezuela mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut wilayah udara Venezuela harus dianggap tertutup. Caracas menilai peringatan tersebut sebagai ancaman berbau kolonialisme dan tindakan agresif yang melanggar kedaulatan.

"Venezuela menolak dan mengecam ancaman kolonialis yang berupaya menggoyahkan kedaulatan atas ruang udaranya. Pernyataan ini merupakan tindakan agresif yang berlebihan, ilegal, dan tidak beralasan terhadap rakyat Venezuela," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Venezuela.

Ketegangan meningkat seiring pengerahan besar-besaran militer AS di Karibia, termasuk kehadiran kapal induk terbesar di dunia. Langkah itu memperkuat spekulasi Washington tengah mempersiapkan upaya untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Dalam perkembangan terpisah, Caracas juga membantah penetapan organisasi teroris terhadap kelompok yang dituduh sebagai kartel narkoba Venezuela. 

Pemerintah Venezuela menyebut tuduhan ada Cartel de los Soles (Kartel Matahari) sebagai kebohongan konyol yang ditujukan untuk membuka jalan bagi intervensi militer.

Washington menuding Maduro memimpin sindikat narkoba tersebut dan memasukkan kelompok itu ke daftar organisasi teroris asing. AS bahkan menawarkan hadiah hingga US$50 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro. 

Namun, Caracas dan negara-negara pendukungnya menegaskan kartel tersebut tidak pernah ada. Sejumlah analis menilai istilah Cartel de los Soles merujuk pada dugaan korupsi sejumlah pejabat, bukan jaringan narkoba terstruktur sebagaimana dituduhkan Washington.

Di tengah eskalasi, Kepala Staf Gabungan Militer AS, Dan Caine, dijadwalkan berkunjung ke Trinidad dan Tobago, sekutu dekat AS yang letaknya hanya beberapa mil dari perbatasan Venezuela. Pihak kedutaan AS menyatakan kunjungan tersebut fokus pada upaya memerangi penyelundupan ilegal dan kejahatan lintas negara.

Sementara itu, Maduro tampil dalam dua agenda publik tanpa menyinggung tuduhan terorisme tersebut. Ia justru menyampaikan optimisme Venezuela tidak akan tumbang oleh tekanan luar. 

"Apa pun yang mereka lakukan, di mana pun, dan bagaimana pun caranya, mereka tidak akan mampu menaklukkan Venezuela. Kita tidak terkalahkan," ujarnya dalam program televisi mingguannya. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik