Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari selusin demonstran ditangkap di kawasan Lower Manhattan, Sabtu (29/11). Penangkapan itu setelah berupaya menghentikan petugas federal yang sedang melakukan operasi imigrasi, menurut seorang pejabat penegak hukum.
Dalam rekaman yang beredar, para demonstran meneriakkan “ICE keluar dari New York” sambil berpegangan tangan membentuk barikade untuk menghalangi mobil petugas federal keluar dari garasi. Pejabat tersebut menyebut sejumlah demonstran juga melempar pot tanaman ke arah kendaraan federal. Konfrontasi itu membuat beberapa petugas menggunakan semprotan mirip pepper spray untuk mengendalikan massa.
Insiden ini menjadi bagian dari rangkaian aksi protes yang muncul di berbagai wilayah Amerika Serikat. Rangkapan protes penolakan terhadap tindakan penegakan imigrasi di bawah pemerintahan Trump.
Aksi pada Sabtu itu berlangsung tidak jauh dari Foley Square, lokasi demonstrasi lebih besar pada bulan Oktober. Protes sebelumnya digelar sehari setelah penggerebekan ICE yang kacau di Canal Street, kawasan Chinatown yang dikenal ramai dengan pedagang kaki lima dan wisatawan.
Menurut pejabat penegak hukum yang mengetahui percakapan antara kedua pihak, Kepala Kantor Investigasi Keamanan Dalam Negeri (HSI) New York meminta maaf kepada Komisaris NYPD Jessica Tisch atas jalannya operasi tersebut. Tisch menilai tindakan itu membahayakan publik, petugas federal, serta kepolisian.
Insiden itu terjadi sesaat sebelum tengah hari ketika petugas NYPD menanggapi panggilan 911 terkait “kelompok yang berperilaku tidak tertib” di dekat Chinatown. Polisi menemukan sejumlah orang memblokir jalan dan pintu keluar di beberapa titik serta “melemparkan berbagai benda”, menurut keterangan resmi.
“Mereka telah diberi instruksi berulang untuk membubarkan diri, namun tidak mematuhi. Akibatnya, beberapa individu diamankan,” demikian pernyataan NYPD.
Situasi awalnya berlangsung damai saat massa berkumpul di depan garasi tertutup sebelum bergerak ke sudut jalan sambil meneriakkan “ICE keluar dari New York” dan berteriak ke arah polisi yang tidak merespons. Di lokasi, petugas federal tampak bersenjata dan sebagian mengenakan penutup wajah.
Ketika pintu garasi terbuka, barikade demonstran tetap berdiri sambil menghalangi kendaraan yang hendak keluar. Massa juga menambah penghalang menggunakan kayu dan kardus dari tempat pembuangan konstruksi. Saat mobil keluar, kelompok demonstran mengejar dan berteriak, sementara polisi berusaha menghentikan mereka dan sempat menjatuhkan satu demonstran yang kemudian dilepaskan.
Anggota Dewan Kota Julie Menin mengecam tindakan petugas imigrasi federal sebagai “sangat tidak bertanggung jawab”. Ia mengatakan, “Hari ini, ICE kembali mengancam keselamatan publik, dan kali ini tindakan mereka menciptakan situasi berbahaya bagi masyarakat dan petugas NYPD.”
Koalisi Imigrasi New York, yang mewakili lebih dari 200 kelompok advokasi imigran dan pengungsi, juga mengkritik respons aparat terhadap demonstran dan menyerukan pembebasan segera bagi mereka yang ditangkap. (CNN/Z-2)
Protes terhadap pejabat ICE mengganggu ibadah di Cities Church, Minnesota. Jaksa Agung AS berjanji gunakan UU FACE untuk menindak pengunjuk rasa.
Ketegangan memuncak di Minnesota. 1.500 tentara disiagakan untuk menghadapi protes massal terhadap operasi ICE dan kebijakan imigrasi Donald Trump.
ACLU Minnesota melayangkan gugatan class-action terhadap pemerintah federal AS atas dugaan diskriminasi rasial dan penangkapan ilegal warga AS.
Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan militer AS (Insurrection Act) setelah protes anti-ICE di Minnesota berujung kekerasan dan penembakan.
Buntut penembakan warga dan protes besar di Minneapolis, Negara Bagian Minnesota resmi menggugat pemerintahan Trump terkait pengerahan ribuan agen ICE.
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, menambah ratusan personel ke Minneapolis menyusul tewasnya Renee Nicole Good. Noem sebut aksi korban sebagai terorisme domestik.
Seluruh WNA yang diamankan terancam sanksi tegas atas pelanggaran izin tinggal dan dugaan keterlibatan dalam kejahatan siber.
PENTAGON di bawah Donald Trump menginstruksikan sekitar 1.500 personel militer aktif yang bermarkas di Alaska untuk bersiaga menghadapi kemungkinan penugasan ke Minnesota,
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Republik Indonesia, Silmy Karim menegaskan bahwa kehadiran fungsi keimigrasian di pusat ekonomi seperti IWIP sangat strategis.
Kemenimipas melakukan evaluasi atas sejumlah kendala yang masih dihadapi sepanjang 2025, baik dalam aspek pelayanan, koordinasi, maupun adaptasi kelembagaan.
Imigrasi memperketat pengawasan keimigrasian di kawasan industri dan pertambangan yang melibatkan tenaga kerja asing (TKA). Operasi ini menyasar sejumlah lokasi, termasuk di PT IMIP
Ia menjelaskan, koordinasi melibatkan berbagai unsur aparat penegak hukum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved