Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Komandan Senior Hizbullah Tewas, Garda Revolusi Iran Ancam Israel

Ferdian Ananda Majni
26/11/2025 10:49
Komandan Senior Hizbullah Tewas, Garda Revolusi Iran Ancam Israel
Pemakaman petinggi Hizbullah yang tewas akibat diserang Israel.(Al Jazeera)

KOMANDAN militer Hizbullah, Haytham Ali Tabatabai, dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel di Libanon. Garda Revolusi Iran (IRGC), sekutu utama Hizbullah, mengecam keras serangan tersebut dan memperingatkan bahwa balasan terhadap Tel Aviv tidak dapat dihindari.

Kematian Tabatabai dikonfirmasi oleh Hizbullah. Ia tewas setelah serangan udara Israel menghantam wilayah pinggiran selatan Beirut pada Minggu (23/11) waktu setempat. 

Hizbullah mengenangnya sebagai seorang komandan militer penting dan pemimpin yang bekerja untuk menghadapi musuh Israel hingga saat-saat terakhir hidupnya yang penuh berkah. 

Tabatabai menjadi komandan paling senior Hizbullah yang dibunuh Israel sejak gencatan senjata November 2024 yang mengakhiri pertempuran selama lebih dari setahun.

Garda Revolusi Iran Peringatkan Israel

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media pemerintah Iran, IRGC menyebut serangan itu sebagai kejahatan biadab dan menegaskan bahwa Hizbullah serta seluruh poros perlawanan memiliki hak penuh untuk membalas kematian Tabatabai. 

IRGC juga memperingatkan bahwa Israel akan menghadapi respons yang menghancurkan pada waktu yang mereka tentukan.

Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya juga mengecam serangan tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata November 2024 dan pelanggaran brutal terhadap kedaulatan nasional Libanon.

Israel terus melakukan serangan di Lebanon sejak gencatan senjata diberlakukan, dengan alasan bahwa operasi mereka menargetkan petempur serta fasilitas militer Hizbullah.

Dampak Regional dan Tekanan terhadap Iran

Hizbullah, yang bergantung pada dukungan Iran, menghadapi tekanan besar akibat rangkaian konfrontasi terbaru dengan Israel. Situasi ikut diperburuk oleh runtuhnya rezim Bashar al-Assad di Suriah, sekutu utama Teheran dan Hizbullah.

Tekanan ini juga berdampak pada Iran, terutama setelah fasilitas nuklirnya menjadi sasaran pengeboman oleh Israel dan Amerika Serikat selama perang 12 hari pada pertengahan Juni lalu. 

Meningkatnya ketegangan ini memicu kekhawatiran bahwa wilayah tersebut dapat menuju eskalasi baru yang lebih luas. (Al Arabiya/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik