Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kecam Jepang Kirim Rudal Dekat Taiwan, Tiongkok: Peningkatan Ketegangan

Media Indonesia
25/11/2025 10:36
Kecam Jepang Kirim Rudal Dekat Taiwan, Tiongkok: Peningkatan Ketegangan
(Al Jazeera)

KEMENTERIAN Luar Negeri Tiongkok menegaskan bahwa pengerahan rudal Jepang ke Pulau Yonaguni dekat Taiwan hanya akan meningkatkan ketegangan kawasan dan memperumit hubungan kedua negara setelah pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi.

"Pengerahan senjata ofensif Jepang di kepulauan barat daya yang dekat dengan wilayah Taiwan milik Tiongkok merupakan langkah yang disengaja untuk memicu ketegangan regional dan mendorong konfrontasi militer," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada Minggu (23/11) mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan pengerahan rudal darat Jarak menengah tipe 03 yang mampu mencegat pesawat dan rudal balistik di Pulau Yonaguni yang hanya berjarak 110 km dari Taiwan.

Koizumi menyebut persiapan penempatan rudal tersebut berjalan dengan mantap dan menyatakan yakin keberadaan unit rudal itu dapat mengurangi kemungkinan serangan bersenjata terhadap Jepang.

Pulau Yonaguni, yang berjarak 2.000 km dari Tokyo, dihuni sekitar 1.700 penduduk lokal dan menjadi lokasi pangkalan Pasukan Bela Diri Jepang.

"Mengingat pernyataan keliru PM Jepang Sanae Takaichi tentang Taiwan, langkah ini sangat berbahaya dan seharusnya membuat negara-negara tetangga Jepang serta komunitas internasional waspada," kata Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Senin (24/11).

Ia mengatakan berdasarkan Perjanjian Potsdam, Jepang tidak diizinkan mempersenjatai kembali untuk perang dan konstitusi Jepang juga menjunjung pasifisme. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Jepang mengubah kebijakan keamanan dan pertahanannya secara drastis.

Jepang, ungkap Mao Ning, meningkatkan anggaran pertahanan setiap tahun, melonggarkan pembatasan ekspor senjata, mengembangkan senjata ofensif, dan berencana meninggalkan tiga prinsip nonnuklirnya.

"Para provokator sayap kanan di Jepang berupaya melepaskan diri dari konstitusi pasifis, membangun kekuatan militer, dan menyeret Jepang menuju bencana," tegas Mao.

Mao Ning juga menegaskan Tiongkok tidak akan membiarkan kelompok sayap kanan Jepang memutar balik roda sejarah.

"Kami tidak akan pernah membiarkan kekuatan eksternal menguasai Taiwan milik Tiongkok dan tidak akan pernah membiarkan kebangkitan militerisme Jepang. Tiongkok bertekad dan mampu mempertahankan kedaulatan nasional serta keutuhan wilayahnya," ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang meningkatkan pengerahan militernya di Yonaguni dengan alasan kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas Tiongkok di kawasan tersebut.

Koizumi mengatakan penempatan rudal Jepang di Yonaguni tidak menciptakan ketegangan di Kawasan. Namun ia tidak menjawab pertanyaan mengenai peran Yonaguni dalam strategi pertahanan Jepang jika terjadi sesuatu di Taiwan.

Rudal tipe 03 disebut menggunakan radar phased-array untuk melacak hingga 100 pesawat tempur, rudal balistik, atau drone secara bersamaan. Setiap unit dapat menyerang hingga selusin target pada jarak sekitar 30 mil dari pantai Taiwan.

Yonaguni adalah titik ujung Kepulauan Ryukyu, rangkaian pulau yang membentang sekitar 1.200 km dari Jepang. Dua bulan terakhir, Korps Marinir AS mengirim pasokan medis dan peralatan tanggap bencana ke Yonaguni sebagai bagian dari strategi rantai pulau pertama.

Jepang dan AS juga mengoperasikan pangkalan militer besar di Pulau Okinawa di timur laut Yonaguni.    

Pengerahan rudal itu kembali meningkatkan ketegangan Tiongkok-Jepang. Sebelumnya kedua negara memanas akibat PM Takaichi pada 7 November 2025 mengatakan bahwa penggunaan kekuatan militer Tiongkok terhadap Taiwan dapat mengancam kelangsungan hidup Jepang.

Tiongkok menilai pernyataan itu sebagai indikasi Jepang mungkin akan melakukan intervensi bersenjata di Selat Taiwan.

Sebagai tanggapan, Beijing menangguhkan rencana pemulihan impor produk laut Jepang, membatalkan pertemuan pejabat tinggi, mengimbau warganya tidak bepergian atau belajar di Jepang, menghentikan rilis film Jepang, hingga berjanji akan membalas tegas jika Tokyo terlibat secara militer dalam urusan Taiwan.

Tiongkok juga meningkatkan aktivitas militer, termasuk latihan Komando Teater Timur Angkatan Laut PLA pada Sabtu (22/11), serta latihan di Laut Kuning yang dimulai pertengahan November dan diperkirakan berlangsung hingga 7 Desember 2025. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya