Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tiongkok Peringatkan Warganya tak Berwisata ke Jepang usai Pernyataan Takaichi soal Taiwan

Thalatie K Yani
16/11/2025 07:45
Tiongkok Peringatkan Warganya tak Berwisata ke Jepang usai Pernyataan Takaichi soal Taiwan
Tiongkok mengeluarkan imbauan perjalanan ke Jepang sebagai respons atas pernyataan PM Jepang Sanae Takaichi mengenai Taiwan. Ketegangan diplomatik meningkat.(Media Sosial X)

TIONGKOK mengeluarkan peringatan perjalanan kepada warganya agar tidak bepergian ke Jepang, sebagai langkah respons terhadap pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai Taiwan. Langkah ini menjadi bentuk pembalasan paling signifikan dari Beijing atas ucapan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan ucapan Takaichi merupakan “komentar provokatif tentang Taiwan” yang dinilai telah “merusak atmosfer pertukaran antarwarga dan menimbulkan risiko tambahan bagi keselamatan warga negara Tiongkok di Jepang.” Pemerintah Tiongkok dan seluruh perwakilannya pun “mengingatkan warga Tiongkok untuk menunda perjalanan ke Jepang sementara waktu.”

Setelah imbauan tersebut dirilis, sejumlah maskapai asal Tiongkok seperti Air China, China Eastern, dan China Southern menawarkan pengembalian dana atau perubahan jadwal gratis bagi penumpang dengan tujuan Jepang, menurut laporan CCTV.

Ketegangan memanas sejak lebih dari sepekan lalu ketika Takaichi menyatakan di parlemen bahwa serangan Tiongkok terhadap Taiwan dapat dianggap sebagai “situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang,” sehingga memungkinkan Tokyo memberikan respons militer.

Bagi Beijing, Taiwan adalah wilayah yang harus disatukan kembali, dan menjadi isu paling sensitif dalam hubungan Tiongkok dengan negara lain. Kementerian Pertahanan Tiongkok bahkan memperingatkan bahwa Jepang akan “menderita kekalahan telak” jika ikut campur secara militer di Selat Taiwan.

Data resmi yang dikutip NHK menunjukkan sekitar 7,5 juta wisatawan asal Tiongkok berkunjung ke Jepang sepanjang Januari-September tahun ini, jumlah tertinggi dari negara manapun.

Panggil Duta Besar

Peringatan perjalanan ini dikeluarkan setelah kedua negara saling memanggil duta besar masing-masing. Pemanggilan itu di tengah meningkatnya sentimen nasionalis dan anti-Jepang di Tiongkok beberapa tahun terakhir.

Perselisihan ini muncul kurang dari dua minggu setelah pertemuan pertama Takaichi dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di sela-sela konferensi internasional, ketika keduanya sepakat memperkuat hubungan yang stabil dan konstruktif.

Kontroversi bermula dari unggahan Konsul Jenderal Tiongkok di Osaka, Xue Jian, yang membagikan artikel mengenai komentar Takaichi dan menambahkan pernyataan, “the dirty neck that sticks itself in must be cut off,” dalam unggahan di X yang kemudian dihapus. Media pemerintah Tiongkok setelahnya menerbitkan sejumlah editorial keras, sementara diskusi di media sosial banyak menyerang Takaichi, perdana menteri perempuan pertama Jepang.

Pada Jumat, pemerintah Jepang memanggil Duta Besar Tiongkok dan mengecam pernyataan Xue sebagai “sangat tidak pantas,” serta meminta Beijing mengambil tindakan. Sehari sebelumnya, Tiongkok telah memanggil Duta Besar Jepang. Wakil Menlu Tiongkok Sun Weidong menyatakan bahwa komentar Takaichi telah “merusak landasan politik hubungan Tiongkok-Jepang.”

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menegaskan tidak ada alasan untuk menarik kembali pernyataan Takaichi karena disampaikan dalam konteks situasi “krisis eksistensial.” Sementara itu, Sekretaris Kabinet Minoru Kihara menekankan bahwa “perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan penting bagi keamanan Jepang dan stabilitas komunitas internasional.”

Pada Senin, Takaichi mengatakan komentarnya bersifat “hipotetis” dan tidak akan mengulang pernyataan serupa di parlemen. Meski mendorong penguatan kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat, Takaichi tetap harus menyeimbangkan hubungan ekonomi Jepang yang erat dengan Tiongkok. (CNN/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik