Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

PM Sanae Takaichi Bawa LDP Kuasai Parlemen Jepang dalam Pemilu Darurat

Thalatie K Yani
09/2/2026 05:06
PM Sanae Takaichi Bawa LDP Kuasai Parlemen Jepang dalam Pemilu Darurat
Sanae Takaichi(Media Sosial X)

PARTAI berkuasa di Jepang yang dipimpin oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi diproyeksikan meraih kemenangan besar dalam pemilihan umum darurat (snap election). Berdasarkan exit poll yang dirilis lembaga penyiaran publik NHK, koalisi Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Takaichi diperkirakan akan mengamankan dua pertiga kursi di House of Representatives.

Keberhasilan Takaichi ini menandai sejarah baru bagi perdana menteri perempuan pertama Jepang tersebut. Keputusannya memanggil pemilu hanya empat bulan setelah menjabat sebagai pemimpin partai terbukti sebagai langkah strategis untuk mengamankan mandat publik yang jelas.

Kebangkitan LDP di Tengah Cuaca Ekstrem

Kemenangan ini menjadi titik balik bagi LDP. Sebelumnya, partai ini sempat kehilangan mayoritas parlemen tahun 2024 akibat skandal korupsi dan lonjakan biaya hidup di bawah kepemimpinan dua pendahulu Takaichi. Namun, popularitas pribadi Takaichi yang stabil di angka 70% berhasil memulihkan kepercayaan pemilih.

Meski Jepang dilanda salju ekstrem yang melumpuhkan puluhan jalur kereta dan pelayaran, antusiasme pemilih tetap tinggi. Ritsuko Ninomiya, seorang pemilih di Tokyo, menyatakan kegelisahannya terhadap kondisi ekonomi kepada BBC:

"Masyarakat ingin hidup mereka menjadi lebih baik dan nyaman karena kami terbiasa tidak mengalami inflasi... jadi masyarakat sangat khawatir. Saya pikir kita butuh solusi jangka panjang daripada perbaikan jangka pendek."

Magnet Pemilih Muda dan Dukungan Internasional

Takaichi memanfaatkan retorika nasionalis dan janji belanja populis untuk memikat konstituen. Kehadirannya di media sosial juga menjadi kunci dalam menjaring pemilih muda. Salah satu momen yang viral adalah unggahan video saat ia bermain drum bersama Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung.

Dukungan internasional pun mengalir deras. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyebut ini sebagai "kemenangan besar" bagi Takaichi. "Ketika Jepang kuat, AS juga kuat di Asia," ungkapnya. Senada dengan itu, Perdana Menteri India Narendra Modi turut mengucapkan selamat atas hasil "bersejarah" tersebut.

Tantangan dan Visi Kontroversial

Dengan keunggulan dua pertiga kursi, Takaichi berada dalam posisi kuat untuk mewujudkan ambisi lamanya: mengubah konstitusi pasifis Jepang. Ia juga mendorong kebijakan ketat terkait imigrasi dan kepemilikan lahan oleh pihak asing.

Namun, visi Takaichi bukannya tanpa kritik. Rencana peningkatan anggaran pertahanan—yang didukung oleh Donald Trump—menimbulkan kekhawatiran terkait sumber pendanaan. Yuko Sakai, salah satu pemilih, mengungkapkan keraguannya:

"Saya prihatin dengan apa yang dilakukan Presiden Trump serta masalah pertahanan nasional. Saya tidak yakin dari mana uang itu berasal untuk menutupinya. Jadi, menyeimbangkan pengeluaran anggaran antara pertahanan dan kehidupan masyarakat adalah kekhawatiran utama saya."

Kini, Takaichi dihadapkan pada tugas berat untuk membuktikan bahwa kebijakan ekonominya mampu membangkitkan Jepang dari kelesuan di tengah utang negara yang masih menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya