Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI berkuasa di Jepang yang dipimpin oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi diproyeksikan meraih kemenangan besar dalam pemilihan umum darurat (snap election). Berdasarkan exit poll yang dirilis lembaga penyiaran publik NHK, koalisi Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Takaichi diperkirakan akan mengamankan dua pertiga kursi di House of Representatives.
Keberhasilan Takaichi ini menandai sejarah baru bagi perdana menteri perempuan pertama Jepang tersebut. Keputusannya memanggil pemilu hanya empat bulan setelah menjabat sebagai pemimpin partai terbukti sebagai langkah strategis untuk mengamankan mandat publik yang jelas.
Kemenangan ini menjadi titik balik bagi LDP. Sebelumnya, partai ini sempat kehilangan mayoritas parlemen tahun 2024 akibat skandal korupsi dan lonjakan biaya hidup di bawah kepemimpinan dua pendahulu Takaichi. Namun, popularitas pribadi Takaichi yang stabil di angka 70% berhasil memulihkan kepercayaan pemilih.
Meski Jepang dilanda salju ekstrem yang melumpuhkan puluhan jalur kereta dan pelayaran, antusiasme pemilih tetap tinggi. Ritsuko Ninomiya, seorang pemilih di Tokyo, menyatakan kegelisahannya terhadap kondisi ekonomi kepada BBC:
"Masyarakat ingin hidup mereka menjadi lebih baik dan nyaman karena kami terbiasa tidak mengalami inflasi... jadi masyarakat sangat khawatir. Saya pikir kita butuh solusi jangka panjang daripada perbaikan jangka pendek."
Magnet Pemilih Muda dan Dukungan Internasional
Takaichi memanfaatkan retorika nasionalis dan janji belanja populis untuk memikat konstituen. Kehadirannya di media sosial juga menjadi kunci dalam menjaring pemilih muda. Salah satu momen yang viral adalah unggahan video saat ia bermain drum bersama Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung.
Dukungan internasional pun mengalir deras. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyebut ini sebagai "kemenangan besar" bagi Takaichi. "Ketika Jepang kuat, AS juga kuat di Asia," ungkapnya. Senada dengan itu, Perdana Menteri India Narendra Modi turut mengucapkan selamat atas hasil "bersejarah" tersebut.
Dengan keunggulan dua pertiga kursi, Takaichi berada dalam posisi kuat untuk mewujudkan ambisi lamanya: mengubah konstitusi pasifis Jepang. Ia juga mendorong kebijakan ketat terkait imigrasi dan kepemilikan lahan oleh pihak asing.
Namun, visi Takaichi bukannya tanpa kritik. Rencana peningkatan anggaran pertahanan—yang didukung oleh Donald Trump—menimbulkan kekhawatiran terkait sumber pendanaan. Yuko Sakai, salah satu pemilih, mengungkapkan keraguannya:
"Saya prihatin dengan apa yang dilakukan Presiden Trump serta masalah pertahanan nasional. Saya tidak yakin dari mana uang itu berasal untuk menutupinya. Jadi, menyeimbangkan pengeluaran anggaran antara pertahanan dan kehidupan masyarakat adalah kekhawatiran utama saya."
Kini, Takaichi dihadapkan pada tugas berat untuk membuktikan bahwa kebijakan ekonominya mampu membangkitkan Jepang dari kelesuan di tengah utang negara yang masih menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. (BBC/Z-2)
Jepang umumkan jadwal pengerahan rudal darat-ke-udara di Pulau Yonaguni pada 2031. Langkah ini menjadi sinyal ketegasan Tokyo di tengah ketegangan dengan Tiongkok.
Tiongkok melarang ekspor barang dwiguna ke 20 entitas pertahanan Jepang, termasuk Mitsubishi Heavy Industries dan Kawasaki Heavy Industries.
Jepang tangkap kapal nelayan Tiongkok di Nagasaki. Ketegangan meningkat seiring sikap keras PM Sanae Takaichi terkait isu Taiwan dan ancaman militer Beijing.
Pemimpin dunia, termasuk Narendra Modi dan Donald Trump, memberikan selamat atas kemenangan bersejarah PM Sanae Takaichi dan partai LDP di Pemilu Jepang.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Kamis (5/2) waktu setempat, Donald Trump memuji kepemimpinan Sanae Takaichi sebagai sosok yang kuat dan bijaksana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved