Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Donald Trump Beri Dukungan Terbuka untuk PM Jepang Sanae Takaichi Menjelang Pemilu

Basuki Eka Purnama
06/2/2026 09:33
Donald Trump Beri Dukungan Terbuka untuk PM Jepang Sanae Takaichi Menjelang Pemilu
Presiden AS Donald Trump bersama Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan dukungan politik yang tidak biasa kepada Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menjelang pemilihan umum (pemilu) sela yang akan digelar pada Minggu (8/2) mendatang. 

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Kamis (5/2) waktu setempat, Trump memuji kepemimpinan Takaichi sebagai sosok yang kuat dan bijaksana.

"Takaichi telah terbukti sebagai pemimpin yang kuat, berkuasa, dan bijaksana... sosok yang benar-benar mencintai negaranya," tulis Trump. 

Ia menambahkan dengan penuh keyakinan, "Dia tidak akan mengecewakan rakyat Jepang!"

Diplomasi Transaksional dan "Era Emas"

Dukungan terbuka dari presiden AS terhadap kandidat dalam pemilu negara asing merupakan fenomena yang jarang terjadi. 

Namun, bagi Trump, hal ini konsisten dengan langkahnya sebelumnya saat mendukung Javier Milei dari Argentina dan Viktor Orban dari Hungaria.

Hubungan erat ini merupakan hasil dari upaya keras Takaichi dalam merangkul Washington guna mencari stabilitas ekonomi. Sebelumnya, hubungan kedua negara sempat tegang akibat ancaman tarif impor sebesar 25% dari Trump. 

Ketegangan tersebut mereda setelah Jepang menyepakati investasi fantastis senilai US$550 miliar (sekitar Rp8.600 triliun) di AS pada Juli lalu. Sebagai imbalannya, Washington menurunkan tarif impor menjadi 15%.

Takaichi, yang resmi menjabat sebagai Perdana Menteri pada Oktober setelah memenangi kursi kepemimpinan partai, kini memilih untuk mengadakan pemilu guna mendapatkan mandat langsung dari rakyat. 

Hanya seminggu setelah menjabat, ia menyambut kunjungan Trump dengan upacara militer penuh di Istana Akasaka, di mana keduanya menandatangani kesepakatan terkait mineral jarang (rare earths) dan memproklamirkan "era emas" baru bagi hubungan AS-Jepang.

"Dalam kunjungan saya ke Jepang, saya dan seluruh perwakilan saya sangat terkesan dengannya," tulis Trump, seraya mengonfirmasi bahwa ia akan menjamu Takaichi di Gedung Putih pada 19 Maret mendatang.

Pusaran Ketegangan dengan Tiongkok

Meskipun mesra dengan Tokyo, Trump tetap menjaga keseimbangan dengan Beijing. Sehari sebelum mendukung Takaichi, ia melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. 

Trump menggambarkan hubungannya dengan Xi sangat baik dan menyatakan bahwa kedua pemimpin memahami pentingnya menjaga stabilitas tersebut.

Namun, posisi Takaichi tetap menjadi titik panas dalam hubungan trilateral ini. Xi Jinping secara tegas mengingatkan bahwa Taiwan adalah "masalah paling penting" dan merupakan wilayah kedaulatan Tiongkok. Ia meminta Washington untuk lebih "berhati-hati" dalam memasok senjata ke pulau tersebut.

Takaichi sendiri telah menjadi sasaran kemarahan Beijing sejak November lalu, setelah ia menyatakan bahwa Pasukan Bela Diri Jepang bisa saja merespons jika China menyerang Taiwan. Pernyataan berani ini membuat hubungan Tokyo dan Beijing mencapai titik terendah dalam satu dekade terakhir, tepat di saat Takaichi harus menghadapi ujian suara dari rakyatnya sendiri pada akhir pekan ini. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya