Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Jepang Kritik Diplomat Tiongkok soal Ancaman Gorok Leher

Media Indonesia
13/11/2025 11:11
Jepang Kritik Diplomat Tiongkok soal Ancaman Gorok Leher
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi( JIJI Press / AFP)

JEPANG mengkritik sikap seorang diplomat Tiongkok, Xue Jian karena pernyataan yang dinilai “sangat tidak pantas” yang tampaknya ditujukan kepada Perdana Menteri Sanae Takaichi. Duta Besar Amerika Serikat untuk Tokyo juga ikut berkomentar, mengatakan Xue telah mengancam Takaichi dalam unggahannya di X pada Sabtu (8/11), berkomentar, akan 'menggorok leher' pihak yang mencampuri urusan Tiongkok dan Taiwan. Namun, unggahan tersebut kemudian dihapus.

Takaichi sebelumnya menyarankan bahwa Tokyo dapat mengambil tindakan militer jika Beijing menyerang Taiwan yang berdekatan dengan negara tersebut.

Beijing membela “postingan pribadi” yang dibuat oleh duta besar tersebut dalam perang kata-kata yang semakin memanas dengan pemimpin baru Jepang itu. Bahkan ada wacana bahwa itu akan mengancam hubungan diplomatik antara kedua negara yang memang sudah menjadi rival panjang, seperti dikutip dari Reuters.

Sekretaris Kabinet Utama Jepang, Minoru Kihara mengatakan bahwa meskipun niat di balik posting tersebut tidak sepenuhnya jelas, Xue telah membuat “pernyataan-pernyataan yang tidak pantas” dan bahwa Tokyo telah berulang kali meminta Beijing untuk mengambil tindakan yang sesuai.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan dalam konferensi pers rutin pada Senin (10/11) bahwa postingan Xue merupakan respons terhadap pernyataan “salah dan berbahaya” Takaichi mengenai Taiwan, dan mendesak Tokyo untuk “meninjau kembali tanggung jawab historisnya”.

Karen Kuo, juru bicara kantor kepresidenan Taiwan, pulau yang diklaim oleh Tiongkok dan dikelola secara demokratis, mengatakan bahwa pemerintah Taiwan “menganggap serius pernyataan ancaman yang dibuat oleh pejabat Tiongkok terhadap Jepang”.

“Perilaku semacam itu jelas melampaui etika diplomatik,” kata Kuo dalam sebuah pernyataan.

Takaichi mengatakan kepada parlemen Jepang pada Jumat bahwa serangan terhadap Taiwan - yang berjarak kurang dari 100 km (60 mil) dari wilayah Jepang - dapat dianggap sebagai “situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang”, istilah hukum yang diperkenalkan pada 2015 yang memungkinkan perdana menteri Jepang untuk mengerahkan Pasukan Pertahanan Sendiri negara tersebut.

Hingga saat ini, para perdana menteri Jepang telah menghindari menyebut Taiwan saat membahas skenario yang dapat memicu respons militer secara terbuka. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik