Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Serangan Udara Israel Tewaskan 13 Warga di Kamp Pengungsi Libanon

Ferdian Ananda Majni
19/11/2025 10:22
Serangan Udara Israel Tewaskan 13 Warga di Kamp Pengungsi Libanon
Ilustrasi(AFP/JALAA MAREY)

SETIDAKNYA 13 orang tewas dalam serangan pesawat nirawak Israel yang menghantam sebuah kamp pengungsi Palestina di Libanon Selatan.

Serangan tersebut menargetkan sebuah mobil yang berada di area parkir masjid di kamp Ein el-Hilweh, di pinggiran Sidon, pada Selasa (18/11). Kantor Berita Nasional Libanon menyebutkan bahwa sedikitnya empat orang mengalami luka-luka, sementara ambulans terus mengevakuasi korban tambahan ke rumah sakit terdekat.

Militer Israel mengatakan operasi itu menargetkan anggota Hamas yang disebut sedang berada di sebuah kompleks pelatihan dalam kamp tersebut.

"Ketika kami mengatakan kami tidak akan menoleransi ancaman apa pun di perbatasan utara kami, ini berarti semua kelompok teroris yang beroperasi di wilayah tersebut," kata juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee.

"Kami akan terus bertindak tegas terhadap upaya Hamas untuk mendapatkan pijakan di Libanon dan melenyapkan elemen-elemennya yang mengancam keamanan kami," tambahnya.

Hamas menolak klaim Israel, menyebut tuduhan tersebut sebagai rekayasa dan menegaskan bahwa mereka tidak memiliki fasilitas pelatihan di kamp pengungsi Libanon. 

"Pengeboman Zionis merupakan agresi biadab terhadap rakyat Palestina kami yang tidak bersalah serta kedaulatan Libanon," tulis kelompok tersebut.

Pada hari yang sama, dua orang juga tewas akibat serangan Israel terhadap kendaraan di lokasi lain di Libanon selatan.

Ketegangan Meningkat sejak Perang Gaza

Israel telah menargetkan sejumlah tokoh faksi Palestina, termasuk Hamas, di wilayah Libanon sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023 setelah serangan Hamas ke Israel selatan.

Perang tersebut telah menewaskan setidaknya 69.483 warga Palestina dan melukai lebih dari 170.000 orang, sementara 1.139 orang tewas di Israel pada serangan 7 Oktober 2023, dengan lebih dari 200 orang ditawan.

Sehari setelah konflik di Gaza pecah, Hizbullah mulai meluncurkan roket ke wilayah Israel. Respons Israel berupa serangan balasan berkembang menjadi perang besar-besaran pada akhir September 2024. 

Lebih dari 4.000 orang tewas di Libanon, termasuk ratusan warga sipil, sedangkan Israel kehilangan 127 orang, termasuk 80 tentara.

Gencatan Senjata Rapuh 

Konflik mereda pada akhir November 2024 setelah gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat. Namun sejak itu Israel kembali melancarkan puluhan serangan udara, menuduh Hizbullah berusaha memulihkan kemampuan militernya.

Menurut Kementerian Kesehatan Libanon, lebih dari 270 orang tewas dan sekitar 850 orang terluka akibat operasi Israel sejak gencatan senjata disepakati.

"Terdapat pelanggaran gencatan senjata harian oleh Israel di Libanon, dan tidak adil pada tahap ini untuk menyalahkan pemerintah Libanon,” kata analis politik Libanon Karim Emile Bitar kepada Al Jazeera. Ia menambahkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah signifikan, termasuk keputusan meminta tentara melucuti senjata Hizbullah.

Bitar menilai Israel belum menjalankan komitmennya. Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata 27 November 2024, Israel seharusnya menarik pasukannya dari Libanon selatan paling lambat 26 Januari, batas waktu yang telah terlewati. (Al Jazeera/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya