Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

2 Menteri Ukraina Mundur di Tengah Skandal Korupsi Energi Senilai Rp1,6 Triliun

Thalatie K Yani
13/11/2025 05:36
2 Menteri Ukraina Mundur di Tengah Skandal Korupsi Energi Senilai Rp1,6 Triliun
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky(Media Sosial X)

DUA menteri Ukraina mengundurkan diri menyusul penyelidikan besar atas dugaan korupsi di sektor energi negara tersebut. Presiden Volodymyr Zelensky, Rabu (12/11), meminta pemberhentian Menteri Energi Svitlana Grynchuk dan Menteri Kehakiman Herman Halushchenko.

Langkah ini diambil setelah lembaga antikorupsi Ukraina menuduh sejumlah pejabat terlibat dalam skema penggelapan dana sekitar US$100 juta (sekitar Rp1,6 triliun), termasuk di perusahaan nuklir nasional Enerhoatom.

Beberapa orang yang diduga terlibat diketahui memiliki hubungan dekat dengan lingkaran Presiden Zelensky. Dugaan utama menyebut Halushchenko dan sejumlah pejabat menerima pembayaran tidak sah dari kontraktor yang membangun pertahanan terhadap serangan Rusia pada infrastruktur energi.

Nama mantan Wakil Perdana Menteri Oleksiy Chernyshov dan pengusaha Timur Mindich, yang juga dikenal sebagai rekan bisnis Zelensky di studio televisi Kvartal95, ikut disebut. Mindich dilaporkan telah melarikan diri ke luar negeri.

Halushchenko membantah tuduhan tersebut dan berjanji akan membela diri. “Saya akan mempertahankan diri dari tuduhan ini,” ujarnya. Sementara itu, Grynchuk menulis di media sosial: “Dalam lingkup pekerjaan profesional saya, tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan.”

Lembaga Nasional Antikorupsi Ukraina (NABU) dan Kejaksaan Antikorupsi Khusus (SAP) menyebut penyelidikan ini telah berlangsung selama 15 bulan dengan lebih dari 1.000 jam rekaman audio. NABU menemukan para pelaku menerima “imbalan” antara 10% hingga 15% dari nilai kontrak di Enerhoatom.

Badan tersebut juga merilis foto-foto tas berisi uang tunai hasil pencucian dana, yang sebagian dilaporkan dikirim ke luar negeri, termasuk ke Rusia. Jaksa menuduh dana hasil kejahatan itu dicuci melalui sebuah kantor di Kyiv yang dikaitkan dengan keluarga mantan anggota parlemen Ukraina sekaligus senator Rusia, Andriy Derkach.

Kasus ini muncul di tengah meningkatnya serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina, termasuk gardu yang memasok listrik ke pembangkit listrik tenaga nuklir.

Skandal terbaru ini kembali menyoroti persoalan korupsi yang masih merajalela di Ukraina, meski lembaga seperti NABU dan SAP telah dibentuk selama satu dekade untuk menanganinya.

Pada Juli lalu, gelombang protes nasional meletus setelah pemerintah mengubah aturan yang dinilai membatasi independensi dua lembaga antikorupsi tersebut. Tekanan publik dan kritik keras dari negara-negara G7 membuat Zelensky akhirnya mencabut kebijakan itu.

Namun, krisis kali ini kembali memunculkan pertanyaan besar tentang komitmen Presiden Zelensky terhadap reformasi antikorupsi. Khususnya saat Ukraina tengah berjuang mempertahankan dukungan dari mitra-mitra Eropa. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya