Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Menteri Kabinet Bangladesh, Mohibul Hasan Chowdhury, menuduh bahwa penggulingan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina pada Agustus 2024 bukanlah hasil gejolak rakyat spontan, melainkan bagian dari operasi yang direncanakan dengan hati-hati dan didanai oleh kepentingan Barat.
Dalam wawancara eksklusif dengan Russia Today (RT), Chowdhury menyatakan bahwa kerusuhan besar pada tahun 2024 merupakan bagian dari operasi terorganisasi.
"Aksi kekacauan itu direncanakan dengan hati-hati dengan uang ini. Dan kemudian kekacauan itu berubah menjadi kerusuhan besar," katanya dalam wawancara tersebut.
Chowdhury menuding bahwa keluarga Clinton dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) asal Amerika Serikat memiliki peran dalam menggulingkan Hasina, yang telah memimpin Bangladesh selama lebih dari 15 tahun.
"Ada hubungan antara keluarga Clinton dan rezim interim Yunus ini dari masa lalu yang sangat lama," sebutnya.
"Kegiatan ini telah berlangsung lama. Itu tidak terlalu terbuka, tetapi pendanaan LSM klandestin sedang berlangsung. Mereka bertekad untuk mengganti pemerintahan di Bangladesh," ujarnya.
Dia juga menuding USAID dan International Republican Institute (IRI) sebagai pihak yang turut berperan dalam mendanai kegiatan perubahan rezim. Chowdhury bahkan mempertanyakan ke mana aliran dana bantuan AS itu mengalir.
"Mereka menjalankan kampanye melawan pemerintah kami selama beberapa waktu, sejak 2018," tambahnya.
Setelah kejatuhan Hasina, peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus ditunjuk sebagai kepala penasihat pemerintahan sementara. Menurut Chowdhury, perubahan kepemimpinan itu menandai pergeseran orientasi geopolitik Dhaka.
Pemerintahan sementara disebut mulai menjauh dari pengaruh New Delhi dan berupaya mempererat hubungan dengan Islamabad, Pakistan, dua negara yang memiliki sejarah panjang ketegangan sejak Bangladesh memisahkan diri dari Pakistan pada 1971.
Selama perang kemerdekaan 1971, jutaan warga Bengali tewas, dan hingga kini Bangladesh masih menuntut permintaan maaf resmi dari Pakistan atas dugaan kejahatan perang yang dilakukan militernya pada masa itu. (Fer/I-1)
Kasus kematian akibat nipah ini menjadi alarm keras bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengenai risiko penularan virus zoonosis tersebut.
DUNIA kembali dalam kewaspadaan tinggi setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi kematian pertama akibat virus Nipah di Banglades pada awal Februari 2026.
Gelombang dingin ekstrem di Bangladesh tewaskan 49 orang sejak November. ISPA dan diare menjadi penyebab utama, dengan korban terbanyak anak-anak di wilayah Utara.
LAPORAN terbaru PBB menempatkan Jakarta sebagai kota terbesar di dunia dengan populasi 41,9 juta jiwa.
Bangladesh mengirimkan surat resmi ke India, Jumat (21/11), agar menyerahkan Sheikh Hasina, 78, dan mantan Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan Kamal, yang juga dijatuhi hukuman mati.
Gempa bermagnitudo 5,7 mengguncang Bangladesh pada Jumat (21/11). Peristiwa itu menewaskan 10 orang dan melukai lebih dari 350 orang di berbagai wilayah.
DOKUMEN terbaru Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengungkap pengiriman potongan kiswah Ka'bah dari Mekkah kepada terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein
KETEGANGAN AS-Iran meningkat. Republik Islam Iran secara resmi mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang menyatakan wilayah udara di atas Selat Hormuz sebagai "zona berbahaya".
Penarikan sebagian agen ICE dilakukan menyusul penembakan Alex Pretti, 37, seorang perawat di Minneapolis, Minnesota, hingga oleh agen federal pada Sabtu lalu.
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG 26 Januari 2026 Senin sore ditutup menguat di tengah potensi memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah
Ia menilai kondisi kemanusiaan menunjukkan perbaikan seiring derasnya bantuan yang mulai masuk ke wilayah konflik.
Nama pejabat dimaksud tidak disebutkan karena mereka tidak mendapat wewenang membahas rencana tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved