Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Dokumen AS Epstein Files Ungkap Kiswah Ka'bah Diduga Dikirim ke Jeffrey Epstein

Ferdian Ananda Majni
03/2/2026 13:30
Dokumen AS Epstein Files Ungkap Kiswah Ka'bah Diduga Dikirim ke Jeffrey Epstein
Jeffrey Epstein(AFP)

DOKUMEN terbaru Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengungkap pengiriman potongan kiswah Ka'bah dari Mekkah kepada terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein, yang diatur oleh seorang pengusaha perempuan berbasis di Uni Emirat Arab (UEA).

Seorang pengusaha perempuan bernama Aziza Al Ahmadi, disebut mengirimkan potongan kiswah Ka'bah dari Mekkah kepada terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein di Amerika Serikat. 

Informasi tersebut terungkap dalam dokumen Epstein Files yang dirilis Kementerian Kehakiman Amerika Serikat terkait kasus Jeffrey Epstein pada pekan lalu.

Dalam dokumen tersebut, pengiriman kiswah diatur melalui jaringan kontak di Uni Emirat Arab. Aziza, yang disebut-sebut sebagai warga Arab Saudi, bekerja sama dengan seorang pria bernama Abdullah Al-Maari untuk mengurus pengiriman tiga potongan kiswah ke Amerika Serikat yang diduga dikirimkan ke Jeffrey Epstein.

Bagi umat Muslim, kiswah merupakan simbol suci karena digunakan sebagai kain penutup Ka'bah. Setiap tahun, kain tersebut dilepas dan diganti dengan yang baru. Dokumen menunjukkan bahwa potongan kiswah itu dikirim melalui jalur udara dari Arab Saudi ke Florida menggunakan British Airways, dengan koordinasi yang mencakup pembuatan faktur, pengurusan bea cukai, serta distribusi di Amerika Serikat.

Pesan-pesan elektronik yang disertakan dalam berkas Epstein Files tersebut merinci tiga bagian kiswah yang dikirimkan ke Jeffrey Epstein, yakni satu potongan dari bagian dalam Ka'bah, satu dari kain penutup luar yang pernah digunakan, serta satu potongan lain yang terbuat dari bahan serupa namun belum pernah digunakan. Bagian yang tidak digunakan itu diklasifikasikan sebagai karya seni untuk kepentingan pengiriman.

Barang-barang tersebut tercatat tiba di kediaman Jeffrey Epstein pada Maret 2017, setahun setelah ia menyelesaikan masa hukuman penjara dan terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual.

Dalam salah satu email, Aziza menekankan makna religius kain tersebut kepada Jeffrey Epstein.

"Kain hitam itu sudah disentuh setidaknya 10 juta umat Muslim dari berbagai denominasi, Sunni, Syiah, dan lainnya," tulisnya.

Ia juga menjelaskan bahwa umat Muslim mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali dan berusaha menyentuh kain tersebut.

"Dan mereka meletakkan doa, harapan, air mata, dan keinginan mereka di bagian itu. Dengan harapan setelah itu semua doa mereka akan dikabulkan," tambah Aziza.

Namun, korespondensi yang terungkap tidak menjelaskan bagaimana Aziza mengenal Jeffrey Epstein atau alasan spesifik pengiriman barang-barang bernilai religius tersebut kepadanya.

Dalam rangkaian email lain, Aziza sempat menanyakan kondisi Jeffrey Epstein setelah Badai Irma melanda kawasan Karibia pada 2017. Pulau Little Saint James, milik Epstein, diketahui menjadi pusat operasi perdagangan seks yang dilakukannya. Aziza berulang kali menghubungi sekretaris Jeffrey Epstein untuk menanyakan situasi di pulau tersebut.

"Semua orang selamat dan itu yang terpenting beberapa bangunan hancur, pohon-pohon tumbang, paviliun dermaga hancur, jalan tidak bisa dilalui, kerusakan di luar lainnya, tetapi di dalam baik-baik saja. Ini berantakan tetapi semuanya bisa dibangun kembali! terima kasih atas pengecekannya," demikian tulis sekretaris Epstein dalam balasannya.

"Janji akan mengirimkan tenda baru," jawab Aziza menanggapi hal itu. (Middle East Eye/H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya