Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Warga Protes Trump Mau Serang Nigeria Dituding Dukung Genosida Kristiani

Media Indonesia
09/11/2025 15:30
Warga Protes Trump Mau Serang Nigeria Dituding Dukung Genosida Kristiani
Tentara Nigeria.(Al Jazeera)

WARGA turun ke jalan pada Sabtu (8/11) di Kano, kota di Nigeria utara, memprotes ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menyerang negara tersebut. Mereka menolak klaim Trump tentang genosida Kristen, menurut berbagai laporan media.

Di Negara Bagian Kano, yang mayoritas penduduknya Muslim, sejumlah kelompok Islam berkumpul untuk mengecam ancaman Trump akan aksi militer di Nigeria.

Para demonstran membawa plakat bertuliskan pesan-pesan seperti "Kami mengecam ancaman Trump untuk menyerang Nigeria", "Tidak ada genosida Kristen di Nigeria", dan "Amerika ingin mengendalikan sumber daya kami," di antara pesan-pesan lain.

Pada 1 November, Trump menyatakan bahwa ia memerintahkan Pentagon untuk mengembangkan opsi-opsi tindakan militer yang memungkinkan terhadap kelompok-kelompok teroris di Nigeria guna melindungi komunitas Kristen di sana.

Ia mengatakan bahwa jika pemerintah Nigeria terus membiarkan pembunuhan terhadap umat Kristen, Washington akan segera menghentikan seluruh bantuan. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat bisa masuk ke negara yang kini tercemar itu dengan tindakan militer penuh.

Baca juga : Terorisme di Nigeria tidak Diskriminasi Agama dan Suku

Nigeria menolak klaim tersebut. Tidak mungkin ada persekusi agama yang dapat didukung dengan cara, bentuk, atau wujud apa pun oleh pemerintah Nigeria.

"Di tingkat mana pun, baik federal, regional, maupun lokal, hal itu mustahil," kata Menteri Luar Negeri Yusuf Tuggar.

Di Nigeria, keamanan seringkali terancam oleh beragam kelompok teroris, termasuk Boko Haram dan ISWAP, serta geng-geng bersenjata, milisi etnis seperti Masyarakat Adat Biafra (IPOB), dan konflik antara penggembala dan petani yang seringkali berakar pada ketegangan ekonomi dan sosial. (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik