Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN dari massa yang hadir dalam demonstrasi untuk mendukung para sandera di Tel Aviv pada Sabtu (11/10) malam, bersorak-sorai dengan mencemooh nama Benjamin Netanyahu. Mereka berulang kali menyela pujian Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, kepada Netanyahu.
Witkoff, menantu Presiden AS Donald Trump Jared Kushner, dan istri Kushner, Ivanka Trump, semuanya berpidato dalam demonstrasi yang menurut penyelenggara diharapkan akan menjadi demonstrasi terakhir, dengan semua sandera dilaporkan akan dibebaskan pada Senin (13/10).
Acara itu berlangsung tiga hari setelah Witkoff dan Kushner bertindak sebagai perantara utama dalam kesepakatan gencatan senjata sandera yang didukung AS.
Witkoff dan Kushner disambut sorak sorai dari para hadirin. Saat ia bersiap untuk berpidato, massa yang bersorak-sorai sambil mengibarkan bendera Israel dan AS meneriakkan, "Terima kasih, Witkoff."
"Saya sudah lama memimpikan malam ini. Ini pemandangan yang paling dahsyat," ujarnya, sambil mengagumi besarnya kerumunan, yang diperkirakan lebih dari 100.000 orang. (Penyelenggara mengeklaim setengah juta orang.)
Namun reaksi kerumunan berubah ketika Witkoff mulai memuji peran Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam negosiasi.
"Perdana Menteri Benjamin Netanyahu," Witkoff memulai, sebelum disela oleh gelombang ejekan. Kerumunan kemudian mulai meneriakkan nama Trump. Witkoff menanggapi dengan berkata, "Oke," dan tertawa kecil malu.
"Oke, biar saya selesaikan dulu pikiran saya," kata Witkoff sementara ejekan terus berlanjut, lalu melanjutkan dengan sungguh-sungguh, "Saya berada di kondisi sulit bersama perdana menteri. Percayalah, dia adalah bagian yang sangat penting di sini."
Ia kemudian memuji Netanyahu lebih panjang lebar.
“Perdana Menteri dan stafnya, Ron Dermer, telah berkorban begitu banyak untuk negara ini dan mengabdikan hidup mereka untuk melayani Israel. Dedikasi mereka terhadap sejarah dan takdir bangsa ini tampak menonjol malam ini,” ujarnya.
“Mereka telah memberikan segalanya, waktu, tenaga, dan hati mereka, untuk membangun masa depan yang lebih aman dan lebih kuat bagi orang-orang Yahudi. Komitmen mereka terhadap negara ini tidak pernah goyah.”
Dalam pidatonya kemudian, ketika ia menyebut nama Trump, terdengar sorak-sorai yang meriah. Demonstrasi untuk pembebasan 48 sandera yang tersisa—20 di antaranya masih hidup—sering kali meminta bantuan langsung kepada Trump, termasuk dengan spanduk besar yang dibentangkan di atas kerumunan.
Demonstrasi tersebut, yang telah berlangsung setiap minggu selama hampir dua tahun sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menyebabkan para sandera diculik, juga sering menuai kritik keras terhadap Netanyahu.
Para pembicara atau orator kerap menyalahkan Netanyahu karena membiarkan serangan itu terjadi, karena dianggap kurang berkomitmen untuk membebaskan para sandera, dan karena kebijakan-kebijakan lainnya.
Sekutu Netanyahu Meradang
Ketua Partai Biru dan Putih-Persatuan Nasional, Benny Gantz, mengkritik momen ejekan pada demonstrasi tersebut, menyebutnya sebagai "kesalahan" karena mencemooh perdana menteri saat pidato seorang pejabat AS.
"Saya sangat menghargai masyarakat luas yang datang, minggu demi minggu, ke Alun-Alun Sandera dan demonstrasi di seluruh negeri. Dan saya juga bagian dari itu. Tetapi bahkan ketika ada perbedaan pendapat, mencemooh perdana menteri Israel, di depan utusan pemerintah Amerika Serikat dan di hadapan keluarga para sandera – itu adalah sebuah kesalahan," tulisnya di X.
"Tidak hari ini, dan tidak di depan orang-orang itu." "Saya yakin bahwa teriakan-teriakan ini tidak mewakili mayoritas rakyat Israel, maupun mayoritas dari mereka yang hadir di lapangan," lanjutnya.
Para menteri di Partai Likud yang dipimpin Netanyahu juga mengecam massa yang mencemooh. Menteri Pendidikan Yoav Kisch menyebut para pengunjuk rasa sebagai "kelompok ekstremis pinggiran" masyarakat Israel.
"Kelompok ekstremis pinggiran tersebut tidak mewakili mayoritas rakyat Israel, yang mendukung perjanjian tersebut dan berterima kasih kepada mereka yang mewujudkannya — Netanyahu dan (Menteri Urusan Strategis Ron) Dermer," tulisnya. (The Times of Israel/B-3)
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
Lucy Harrison, 23, tewas tertembak di dada saat mengunjungi ayahnya di Texas. Sidang koroner mengungkap adanya argumen panas terkait Donald Trump sebelum kejadian.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
Howard Lutnick mengakui pernah makan siang di pulau pribadi Jeffrey Epstein pada 2012 bersama keluarga, memicu desakan mundur akibat keterangan yang dinilai menyesatkan.
FBI merilis bukti baru berupa rekaman CCTV orang bersenjata di rumah Nancy Guthrie. Savannah Guthrie yakin ibunya masih hidup dan meminta bantuan publik.
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
Donald Trump desak Putin akhiri perang setelah Rusia melancarkan serangan besar ke infrastruktur energi Kyiv, melanggar janji jeda serangan di musim dingin.
Hal itu disampaikan Prasetyo menanggapi pertanyaan terkait sikap Presiden Prabowo Subianto atas situasi tersebut, di Sentul, Bogor, Senin (2/2).
Gelombang serangan udara Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 32 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Gencatan senjata yang dimediasi AS berada di ambang kolaps.
Israel setuju buka terbatas Gerbang Rafah untuk pejalan kaki sesuai rencana AS, dengan syarat Hamas kembalikan semua sandera dan hasil inspeksi keamanan ketat.
Tiga jurnalis Palestina tewas saat bertugas untuk lembaga bantuan Mesir di Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved