Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN dari massa yang hadir dalam demonstrasi untuk mendukung para sandera di Tel Aviv pada Sabtu (11/10) malam, bersorak-sorai dengan mencemooh nama Benjamin Netanyahu. Mereka berulang kali menyela pujian Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, kepada Netanyahu.
Witkoff, menantu Presiden AS Donald Trump Jared Kushner, dan istri Kushner, Ivanka Trump, semuanya berpidato dalam demonstrasi yang menurut penyelenggara diharapkan akan menjadi demonstrasi terakhir, dengan semua sandera dilaporkan akan dibebaskan pada Senin (13/10).
Acara itu berlangsung tiga hari setelah Witkoff dan Kushner bertindak sebagai perantara utama dalam kesepakatan gencatan senjata sandera yang didukung AS.
Witkoff dan Kushner disambut sorak sorai dari para hadirin. Saat ia bersiap untuk berpidato, massa yang bersorak-sorai sambil mengibarkan bendera Israel dan AS meneriakkan, "Terima kasih, Witkoff."
"Saya sudah lama memimpikan malam ini. Ini pemandangan yang paling dahsyat," ujarnya, sambil mengagumi besarnya kerumunan, yang diperkirakan lebih dari 100.000 orang. (Penyelenggara mengeklaim setengah juta orang.)
Namun reaksi kerumunan berubah ketika Witkoff mulai memuji peran Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam negosiasi.
"Perdana Menteri Benjamin Netanyahu," Witkoff memulai, sebelum disela oleh gelombang ejekan. Kerumunan kemudian mulai meneriakkan nama Trump. Witkoff menanggapi dengan berkata, "Oke," dan tertawa kecil malu.
"Oke, biar saya selesaikan dulu pikiran saya," kata Witkoff sementara ejekan terus berlanjut, lalu melanjutkan dengan sungguh-sungguh, "Saya berada di kondisi sulit bersama perdana menteri. Percayalah, dia adalah bagian yang sangat penting di sini."
Ia kemudian memuji Netanyahu lebih panjang lebar.
“Perdana Menteri dan stafnya, Ron Dermer, telah berkorban begitu banyak untuk negara ini dan mengabdikan hidup mereka untuk melayani Israel. Dedikasi mereka terhadap sejarah dan takdir bangsa ini tampak menonjol malam ini,” ujarnya.
“Mereka telah memberikan segalanya, waktu, tenaga, dan hati mereka, untuk membangun masa depan yang lebih aman dan lebih kuat bagi orang-orang Yahudi. Komitmen mereka terhadap negara ini tidak pernah goyah.”
Dalam pidatonya kemudian, ketika ia menyebut nama Trump, terdengar sorak-sorai yang meriah. Demonstrasi untuk pembebasan 48 sandera yang tersisa—20 di antaranya masih hidup—sering kali meminta bantuan langsung kepada Trump, termasuk dengan spanduk besar yang dibentangkan di atas kerumunan.
Demonstrasi tersebut, yang telah berlangsung setiap minggu selama hampir dua tahun sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menyebabkan para sandera diculik, juga sering menuai kritik keras terhadap Netanyahu.
Para pembicara atau orator kerap menyalahkan Netanyahu karena membiarkan serangan itu terjadi, karena dianggap kurang berkomitmen untuk membebaskan para sandera, dan karena kebijakan-kebijakan lainnya.
Sekutu Netanyahu Meradang
Ketua Partai Biru dan Putih-Persatuan Nasional, Benny Gantz, mengkritik momen ejekan pada demonstrasi tersebut, menyebutnya sebagai "kesalahan" karena mencemooh perdana menteri saat pidato seorang pejabat AS.
"Saya sangat menghargai masyarakat luas yang datang, minggu demi minggu, ke Alun-Alun Sandera dan demonstrasi di seluruh negeri. Dan saya juga bagian dari itu. Tetapi bahkan ketika ada perbedaan pendapat, mencemooh perdana menteri Israel, di depan utusan pemerintah Amerika Serikat dan di hadapan keluarga para sandera – itu adalah sebuah kesalahan," tulisnya di X.
"Tidak hari ini, dan tidak di depan orang-orang itu." "Saya yakin bahwa teriakan-teriakan ini tidak mewakili mayoritas rakyat Israel, maupun mayoritas dari mereka yang hadir di lapangan," lanjutnya.
Para menteri di Partai Likud yang dipimpin Netanyahu juga mengecam massa yang mencemooh. Menteri Pendidikan Yoav Kisch menyebut para pengunjuk rasa sebagai "kelompok ekstremis pinggiran" masyarakat Israel.
"Kelompok ekstremis pinggiran tersebut tidak mewakili mayoritas rakyat Israel, yang mendukung perjanjian tersebut dan berterima kasih kepada mereka yang mewujudkannya — Netanyahu dan (Menteri Urusan Strategis Ron) Dermer," tulisnya. (The Times of Israel/B-3)
Ia merujuk pada petugas Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) yang bertanggung jawab atas keamanan bandara.
Warga AS kini mengurangi belanja makanan untuk menutupi biaya bahan bakar yang melonjak tajam setelah Selat Hormuz diblokade oleh Iran.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sebenarnya ingin bernegosiasi, meskipun tidak berani mengakuinya secara terbuka
Presiden AS Donald Trump resmi umumkan jadwal kunjungan ke Tiongkok untuk bertemu Xi Jinping. Kunjungan pertama dalam 10 tahun ini sempat tertunda akibat krisis Selat Hormuz.
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan Iran agar segera menerima kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
Tragedi kemanusiaan berlanjut: Anak 13 tahun tewas di tenda Gaza dan seorang ibu ditembak di Reineh. Total korban tewas di Gaza kini melampaui 72.000 jiwa.
Mohsen Rezaei, penasihat militer Mojtaba Khamenei, menegaskan Iran tidak akan berhenti berperang sebelum AS memberikan jaminan internasional dan mencabut sanksi.
PAUS Leo XVI menilai kematian dan penderitaan akibat konflik Timur Tengah sebagai skandal bagi seluruh manusia dan kembali mendesak gencatan senjata segera.
PEMERINTAH Jepang membuka peluang untuk mengerahkan kekuatan militernya dalam misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz setelah gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat dan Israel
Prancis menyatakan membantu menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, langkah konkret baru akan diambil setelah tercapai gencatan senjata.
Milisi Kataib Hizbullah sepakati jeda serangan terhadap Kedubes AS di Baghdad dengan syarat ketat. Sementara itu, pasokan gas Iran ke Irak terhenti total.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved