Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Hamas Desak Mesir Jadi Penjamin dan Pengawas Gencatan Senjata Gaza

Ferdian Ananda Majni
08/10/2025 10:23
Hamas Desak Mesir Jadi Penjamin dan Pengawas Gencatan Senjata Gaza
Ilustrasi.(AFP/DAVIDE LONGARI)

HAMAS meminta Mesir untuk memberikan jaminan dan mengawasi pelaksanaan gencatan senjata di Jalur Gaza berdasarkan rencana 20 poin yang diajukan oleh Amerika Serikat. 

Permintaan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara delegasi Hamas dan pejabat intelijen Mesir pada Senin (6/10), demikian menurut sejumlah sumber Palestina.

Delegasi Hamas yang dipimpin pejabat senior Khalil al-Hayya mengungkapkan kekhawatiran terkait keseriusan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam mematuhi kesepakatan gencatan senjata. 

Pertemuan ini merupakan kunjungan pertama Al-Hayya ke Mesir sejak ia lolos dari upaya pembunuhan di Doha bulan lalu.

Perundingan tak langsung antara Hamas dan Israel dimediasi oleh Mesir, dengan tujuan mencapai kesepakatan yang akan mengakhiri konflik berkepanjangan di Gaza.

Hamas sebelumnya telah mengumumkan kesediaannya untuk membebaskan semua sandera Israel yang ditangkap sejak 7 Oktober 2023, sesuai dengan usulan yang diajukan AS.

Pejabat Israel menyebutkan bahwa masih ada 48 sandera yang ditahan oleh Hamas, dengan sekitar 20 orang diyakini masih hidup. 

Namun, Hamas belum menyetujui poin-poin lain dalam rencana tersebut, termasuk pelucutan senjata yang menjadi tuntutan utama Israel.

Permintaan Jaminan dan Penarikan Pasukan

Seorang pejabat keamanan Mesir yang enggan disebut namanya membenarkan bahwa Hamas meminta jaminan atas penghentian total serangan dan penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Gaza. 

Delegasi Israel telah tiba di Mesir untuk melanjutkan pembahasan, sementara mediator dari AS dijadwalkan datang pada Selasa (7/10) atau Rabu (8/10). Negosiasi akan berlangsung selama tiga hari.

Meskipun Presiden AS Donald Trump menyambut baik pengumuman Hamas dan mendesak Israel untuk menghentikan serangan udara sebagai langkah awal menuju gencatan senjata, serangan tetap berlanjut di sejumlah wilayah Gaza.

Korban Tewas Terus Bertambah

Kantor berita Palestina WAFA melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 21 jenazah dan 96 korban luka dibawa ke rumah sakit di Gaza akibat serangan terbaru. 

Dua warga Palestina dilaporkan tewas dan 19 lainnya luka-luka saat berupaya mencari bantuan. Total korban tewas dari insiden serupa kini mencapai 2.610 orang, sementara korban luka mencapai lebih dari 19.000 jiwa.

Jumlah korban tewas di Jalur Gaza telah mencapai 67.160 orang dengan 169.679 lainnya terluka, demikian menurut data otoritas kesehatan setempat. (AFP/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya